From the Guidelines
Denosumab adalah obat monoklonal antibodi manusia yang bekerja dengan menghambat RANKL, protein yang penting untuk pembentukan, fungsi, dan kelangsungan hidup osteoklas, yang merupakan sel yang memecah tulang. Denosumab digunakan untuk mencegah atau menunda kejadian skeletal-related (SRE) pada pasien dengan kanker prostat resisten kastrasi (CRPC) dan metastasis tulang. Berdasarkan studi terbaru 1, denosumab dapat memperlambat waktu ke SRE pertama dibandingkan dengan zoledronic acid, dengan median waktu 20,7 bulan versus 17,1 bulan.
Beberapa poin penting tentang denosumab adalah:
- Denosumab diberikan sebagai injeksi subkutan setiap 4 minggu untuk indikasi kanker 1
- Dosis standar untuk kanker adalah 120 mg, tetapi dosis 60 mg juga dapat digunakan untuk beberapa indikasi 1
- Efek samping umum termasuk nyeri punggung, nyeri ekstremitas, nyeri muskuloskeletal, hiperkolesterolemia, dan sistitis 1
- Efek samping yang lebih serius tetapi jarang termasuk osteonekrosis rahang, fraktur femur atipikal, infeksi serius, dan hipokalsemia 1
- Pasien harus mengonsumsi suplemen kalsium dan vitamin D untuk mencegah hipokalsemia, dan menjaga kebersihan gigi yang baik untuk mengurangi risiko osteonekrosis rahang 1
Dengan demikian, denosumab dapat menjadi pilihan yang efektif untuk mencegah atau menunda SRE pada pasien dengan CRPC dan metastasis tulang, dengan catatan bahwa pasien harus dipantau secara ketat untuk efek samping dan mendapatkan suplemen kalsium dan vitamin D yang cukup 1.
From the FDA Drug Label
Denosumab is a human IgG2 monoclonal antibody with affinity and specificity for human RANKL (receptor activator of nuclear factor kappa-B ligand). Denosumab memiliki berat molekul sekitar 147 kDa dan diproduksi di sel mamalia yang direkayasa secara genetika (sel ovarium hamster Cina). Denosumab bekerja dengan mengikat RANKL, protein yang penting untuk pembentukan, fungsi, dan kelangsungan hidup osteoklas, sel yang bertanggung jawab untuk resorpsi tulang. Dengan mengikat RANKL, denosumab mencegah interaksi RANKL dengan reseptornya pada permukaan osteoklas dan prekursornya, sehingga menghambat pembentukan, fungsi, dan kelangsungan hidup osteoklas, serta menurunkan resorpsi tulang dan meningkatkan massa dan kekuatan tulang. Denosumab digunakan untuk mengobati osteoporosis dan kanker tulang. Efek sampingan dari denosumab dapat meliputi hipokalsemia, infeksi, dan reaksi alergi. Oleh karena itu, denosumab harus digunakan dengan hati-hati dan di bawah pengawasan dokter. 2, 2, 2
From the Research
Pengertian Denosumab
- Denosumab adalah antibodi monoklonal manusia yang digunakan untuk mengobati berbagai kondisi, termasuk tumor sel raksasa pada tulang dan osteoporosis 3, 4, 5.
- Denosumab bekerja dengan mengikat pada reseptor aktivator faktor kappa-B ligand (RANKL), sehingga menghambat resorpsi tulang 6.
Penggunaan Denosumab
- Denosumab digunakan untuk mengobati tumor sel raksasa pada tulang, terutama pada pasien yang tidak dapat menjalani operasi atau memiliki risiko morbiditas tinggi 3.
- Denosumab juga digunakan untuk mengobati osteoporosis, terutama pada pasien yang berisiko tinggi mengalami patah tulang 4, 5.
- Selain itu, denosumab juga digunakan untuk mencegah kejadian skeletal-related pada pasien dengan metastasis tulang dari tumor solid 6.
Efek Samping Denosumab
- Efek samping denosumab dapat meliputi nyeri pada anggota gerak, infeksi, dan reaksi kulit 3, 5.
- Denosumab juga dapat meningkatkan risiko osteonekrosis pada rahang dan patah tulang femur atipikal 4, 5.
- Namun, studi-studi telah menunjukkan bahwa denosumab memiliki profil keamanan yang dapat diterima dan efektif dalam mencegah patah tulang osteoporotik 4, 5.