Macrogol (Polietilen Glikol) Menyebabkan Lebih Sedikit Mulas Dibandingkan Laktulosa
Macrogol (PEG) adalah pilihan yang lebih baik karena menyebabkan lebih sedikit kembung dan mulas dibandingkan laktulosa, dengan profil efek samping yang lebih ditoleransi secara keseluruhan. 1
Bukti dari Pedoman Klinis
Pedoman American Gastroenterological Association-American College of Gastroenterology 2023 secara eksplisit menyatakan bahwa laktulosa menyebabkan kembung dan mulas (flatulensi) yang bergantung pada dosis dan dianggap sebagai efek samping yang sangat umum dalam praktik klinis, yang membatasi penggunaannya. 1
Sebaliknya, untuk macrogol (polietilen glikol), pedoman yang sama mencatat bahwa efek samping umumnya meliputi kembung, ketidaknyamanan perut, dan kram, tetapi tidak secara khusus menyoroti flatulensi sebagai masalah yang membatasi seperti pada laktulosa. 1
Data FDA tentang Laktulosa
Label FDA untuk laktulosa mengkonfirmasi bahwa sekitar 20% pasien mengalami distensi gas dengan flatulensi atau sendawa dan ketidaknyamanan perut seperti kram. 2 Ini adalah frekuensi yang cukup tinggi untuk efek samping yang dapat mengganggu kualitas hidup pasien.
Perbandingan Langsung dari Studi Penelitian
Studi Pediatrik (2019)
Dalam uji coba terkontrol acak pada anak-anak, kelompok laktulosa memiliki lebih banyak pasien dengan efek samping (23 vs 15, P = 0.02), terutama kembung dan nyeri perut, dibandingkan dengan kelompok PEG 3350. 3
Studi Kehamilan (2024)
Studi terbaru pada wanita hamil menunjukkan bahwa muntah dan diare lebih jarang dilaporkan dengan PEG dibandingkan laktulosa. 4 Meskipun studi ini tidak secara khusus mengukur flatulensi, profil efek samping keseluruhan lebih baik dengan PEG.
Tinjauan Klinis
Tinjauan komprehensif tahun 2018 menyimpulkan bahwa macrogol 4000 lebih efektif daripada laktulosa dalam meningkatkan frekuensi dan konsistensi tinja, dan dikaitkan dengan lebih sedikit muntah dan flatulensi. 5
Mekanisme yang Menjelaskan Perbedaan
Laktulosa adalah disakarida sintetis yang tidak dicerna di usus kecil dan difermentasi oleh bakteri di kolon, menghasilkan gas dan asam organik rantai pendek. 1, 2 Proses fermentasi inilah yang menyebabkan flatulensi dan kembung yang signifikan.
Macrogol, sebaliknya, adalah laksatif osmotik yang tidak dimetabolisme dan tidak mengubah pH atau flora usus. 6 Karena tidak difermentasi, macrogol menghasilkan lebih sedikit gas dan flatulensi.
Rekomendasi Praktis
Mulai dengan macrogol (PEG) sebagai terapi lini pertama untuk konstipasi kronis jika pasien dapat mengonsumsi cairan yang cukup 1
Pertimbangkan laktulosa hanya jika pasien tidak mengalami kembung atau nyeri perut yang signifikan dengan penggunaannya, atau jika macrogol tidak tersedia 1
Untuk pasien yang sudah mengalami kembung atau gejala perut, hindari laktulosa karena akan memperburuk gejala-gejala ini 1
Dosis laktulosa yang lebih tinggi akan meningkatkan efek samping flatulensi dan kembung secara proporsional 1
Peringatan Penting
Meskipun laktulosa lebih murah dan tersedia secara luas, dampaknya terhadap kualitas hidup karena flatulensi dan kembung yang berlebihan harus dipertimbangkan dalam pengambilan keputusan klinis. 1 Pedoman klinis terbaru secara konsisten merekomendasikan macrogol daripada laktulosa untuk alasan ini. 1