Can you explain the modified Erasmus Guillain‑Barré syndrome Outcome Score (mEGOS) and how it is calculated?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: March 20, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Modified Erasmus GBS Outcome Score (mEGOS)

mEGOS adalah alat prognostik yang digunakan untuk menghitung probabilitas pasien Guillain-Barré Syndrome (GBS) untuk dapat berjalan mandiri pada 4 minggu dan 6 bulan setelah onset penyakit. 1

Tujuan dan Kegunaan Klinis

  • mEGOS membantu memprediksi kemampuan berjalan mandiri pada pasien GBS individual, dengan sekitar 80% pasien dapat berjalan mandiri pada 6 bulan setelah onset 1
  • Skor ini harus dihitung pada saat admission untuk memberikan informasi prognostik awal kepada pasien dan keluarga 1
  • Perhitungan ulang pada minggu ke-1 memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan skor saat masuk 2, 3

Komponen Utama mEGOS

Berdasarkan validasi internasional, dua faktor prediktif dominan dalam mEGOS adalah: 3

  • Kelemahan ekstremitas yang berat (severe limb weakness)
  • Usia yang lebih tua (higher age)

Interpretasi Skor

  • Skor mEGOS ≥6 mengindikasikan prognosis buruk dan risiko tinggi untuk tidak dapat berjalan mandiri 4
  • Skor yang lebih tinggi berkorelasi dengan disabilitas yang lebih besar pada follow-up jangka pendek dan panjang 2, 5
  • Median skor pada populasi pediatrik adalah 5 (IQR 4,6) saat admission dan 4 (IQR 3,6) pada 1 minggu post-admission 6

Performa dan Validasi

mEGOS telah divalidasi secara internasional dengan performa yang baik: 3

  • Area Under Curve (AUC) >0.7 di semua subgrup regional untuk prediksi ketidakmampuan berjalan
  • AUC 0.891 saat admission dan 0.916 pada hari ke-7 untuk memprediksi prognosis buruk pada 6 bulan 5
  • Sensitivitas 82.7% (admission) dan 82.6% (hari ke-7) dengan spesifisitas 86.5% dan 86.6% 5

Perbedaan Regional

  • Pasien Eropa/Amerika Utara: outcome observasi lebih buruk dari prediksi, sehingga dikembangkan versi spesifik regional (mEGOS-Eu/NA) 3
  • Pasien Asia: outcome observasi lebih baik dari prediksi 3
  • Pasien Bangladesh: mEGOS menunjukkan validitas dengan AUC 0.69 (entry) dan 0.78 (minggu 1) untuk outcome 4 minggu 7

Peningkatan Akurasi Prediksi

Model prognostik dapat ditingkatkan dengan menambahkan biomarker: 5, 8

  • Serum albumin (ALB) dan fasting plasma glucose (FPG) meningkatkan akurasi mEGOS (model mEGOS-I) 5
  • Neurofilament light chain (NfL) dalam serum atau CSF meningkatkan prediksi ketidakmampuan berjalan (∆C-statistic: 0.01-0.11), terutama untuk outcome 26 minggu 8
  • Model terbaik: sNfL saat entry + GBS disability score saat entry + MRC sum score minggu ke-2 (C-statistic: 0.88) 8

Aplikasi pada Populasi Khusus

Pediatrik: 9, 6

  • mEGOS valid untuk anak-anak ≥6 tahun yang dirawat dalam 2 minggu onset penyakit
  • Dapat memprediksi outcome klinis pada 4 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan
  • Semua pasien pediatrik dalam studi mencapai outcome favorable tanpa mortalitas 6

Caveat Penting

  • mEGOS tidak memprediksi kebutuhan ventilasi mekanik - gunakan EGRIS (Erasmus GBS Respiratory Insufficiency Score) untuk tujuan ini 2, 8
  • Pasien dengan albumin rendah cenderung memiliki HGDS lebih tinggi dan outcome lebih buruk pada 6 bulan 2
  • Subtipe elektrofisiologi (AIDP vs AMAN vs AMSAN) tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam outcome pada beberapa studi 2
  • Model memerlukan rekalibrasi untuk populasi spesifik agar akurasi optimal 7, 3

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.