Modified Erasmus GBS Outcome Score (mEGOS)
mEGOS adalah alat prognostik yang digunakan untuk menghitung probabilitas pasien Guillain-Barré Syndrome (GBS) untuk dapat berjalan mandiri pada 4 minggu dan 6 bulan setelah onset penyakit. 1
Tujuan dan Kegunaan Klinis
- mEGOS membantu memprediksi kemampuan berjalan mandiri pada pasien GBS individual, dengan sekitar 80% pasien dapat berjalan mandiri pada 6 bulan setelah onset 1
- Skor ini harus dihitung pada saat admission untuk memberikan informasi prognostik awal kepada pasien dan keluarga 1
- Perhitungan ulang pada minggu ke-1 memberikan prediksi yang lebih akurat dibandingkan skor saat masuk 2, 3
Komponen Utama mEGOS
Berdasarkan validasi internasional, dua faktor prediktif dominan dalam mEGOS adalah: 3
- Kelemahan ekstremitas yang berat (severe limb weakness)
- Usia yang lebih tua (higher age)
Interpretasi Skor
- Skor mEGOS ≥6 mengindikasikan prognosis buruk dan risiko tinggi untuk tidak dapat berjalan mandiri 4
- Skor yang lebih tinggi berkorelasi dengan disabilitas yang lebih besar pada follow-up jangka pendek dan panjang 2, 5
- Median skor pada populasi pediatrik adalah 5 (IQR 4,6) saat admission dan 4 (IQR 3,6) pada 1 minggu post-admission 6
Performa dan Validasi
mEGOS telah divalidasi secara internasional dengan performa yang baik: 3
- Area Under Curve (AUC) >0.7 di semua subgrup regional untuk prediksi ketidakmampuan berjalan
- AUC 0.891 saat admission dan 0.916 pada hari ke-7 untuk memprediksi prognosis buruk pada 6 bulan 5
- Sensitivitas 82.7% (admission) dan 82.6% (hari ke-7) dengan spesifisitas 86.5% dan 86.6% 5
Perbedaan Regional
- Pasien Eropa/Amerika Utara: outcome observasi lebih buruk dari prediksi, sehingga dikembangkan versi spesifik regional (mEGOS-Eu/NA) 3
- Pasien Asia: outcome observasi lebih baik dari prediksi 3
- Pasien Bangladesh: mEGOS menunjukkan validitas dengan AUC 0.69 (entry) dan 0.78 (minggu 1) untuk outcome 4 minggu 7
Peningkatan Akurasi Prediksi
Model prognostik dapat ditingkatkan dengan menambahkan biomarker: 5, 8
- Serum albumin (ALB) dan fasting plasma glucose (FPG) meningkatkan akurasi mEGOS (model mEGOS-I) 5
- Neurofilament light chain (NfL) dalam serum atau CSF meningkatkan prediksi ketidakmampuan berjalan (∆C-statistic: 0.01-0.11), terutama untuk outcome 26 minggu 8
- Model terbaik: sNfL saat entry + GBS disability score saat entry + MRC sum score minggu ke-2 (C-statistic: 0.88) 8
Aplikasi pada Populasi Khusus
- mEGOS valid untuk anak-anak ≥6 tahun yang dirawat dalam 2 minggu onset penyakit
- Dapat memprediksi outcome klinis pada 4 minggu, 3 bulan, dan 6 bulan
- Semua pasien pediatrik dalam studi mencapai outcome favorable tanpa mortalitas 6
Caveat Penting
- mEGOS tidak memprediksi kebutuhan ventilasi mekanik - gunakan EGRIS (Erasmus GBS Respiratory Insufficiency Score) untuk tujuan ini 2, 8
- Pasien dengan albumin rendah cenderung memiliki HGDS lebih tinggi dan outcome lebih buruk pada 6 bulan 2
- Subtipe elektrofisiologi (AIDP vs AMAN vs AMSAN) tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam outcome pada beberapa studi 2
- Model memerlukan rekalibrasi untuk populasi spesifik agar akurasi optimal 7, 3