From the Guidelines
Pasien dengan hemoglobin 5,6 g/dL dan darah yang tidak kompatibel sebaiknya mendapatkan transfusi sel darah merah yang telah dihilangkan leukosit (leukodepleted). Transfusi darah yang tidak kompatibel dapat meningkatkan risiko reaksi transfusi, sehingga penggunaan produk darah yang telah dihilangkan leukosit dapat membantu mengurangi risiko tersebut. Berikut beberapa alasan untuk menggunakan leukodepleted packed red blood cells (PRC) pada pasien ini:
- Mengurangi risiko reaksi transfusi febril non-hemolitik 1
- Mengurangi risiko HLA aloimunisasi dan transmisi cytomegalovirus 1
- Mengurangi risiko reaksi transfusi lainnya yang terkait dengan keberadaan leukosit dalam darah yang ditransfusikan Sebelum melakukan transfusi, sebaiknya dilakukan cross-matching untuk menemukan unit darah yang paling kompatibel, dan transfusi harus diberikan secara perlahan dengan pemantauan yang ketat terhadap tanda-tanda reaksi transfusi. Jika darah yang benar-benar kompatibel tidak dapat ditemukan, maka unit darah yang paling tidak kompatibel dapat digunakan dengan hati-hati dan pengawasan yang ketat, seperti yang disarankan oleh beberapa pedoman, termasuk pedoman dari AABB 1 dan ECCO 1. Namun, perlu diingat bahwa keputusan untuk melakukan transfusi darah harus berdasarkan pada kondisi klinis pasien dan tidak hanya berdasarkan pada nilai hemoglobin, seperti yang disarankan oleh beberapa pedoman, termasuk pedoman dari Surviving Sepsis Campaign 1.
From the Research
Jenis Darah yang Diperlukan
Pasien dengan Hb 5.6 memerlukan transfusi darah untuk meningkatkan kadar hemoglobin dan mencegah kekurangan oksigen pada jaringan tubuh. Namun, karena darah pasien tidak kompatibel, perlu dilakukan penentuan jenis darah yang tepat sebelum melakukan transfusi.
Pilihan Transfusi Darah
- PRC (Packed Red Cells) biasa dapat digunakan untuk meningkatkan kadar hemoglobin pasien.
- Leukodepleted, yaitu PRC yang telah dihilangkan leukositnya, juga dapat digunakan untuk mengurangi risiko transfusi yang terkait dengan leukosit 2.
Kriteria Transfusi
- Transfusi darah umumnya dilakukan jika kadar hemoglobin pasien kurang dari 6 g/dL (3,7 mmol/L) untuk pasien dengan fungsi kardiovaskuler dan paru-paru yang normal 3.
- Namun, keputusan untuk melakukan transfusi harus berdasarkan pada penilaian individu pasien, termasuk kondisi medis, gejala, dan risiko yang terkait dengan transfusi 4.
- Pada pasien dengan anemia kronis, transfusi darah dapat dilakukan jika kadar hemoglobin kurang dari 7 g/dL untuk mencegah kekurangan oksigen pada jaringan tubuh 5.