What is Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 6, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

IDCM, atau Kardiomiopati Dilatasi Idiopatik, adalah suatu kondisi jantung yang ditandai dengan pembesaran dan pelemahan ventrikel kiri jantung, menyebabkan penurunan efisiensi pompa tanpa penyebab yang dapat diidentifikasi. Kondisi ini biasanya ditandai dengan gejala gagal jantung, termasuk sesak napas, kelelahan, pembengkakan pada kaki, dan penurunan toleransi olahraga. Pengelolaan melibatkan kombinasi obat-obatan, termasuk inhibitor ACE (seperti enalapril 2,5-20 mg sehari-hari), beta-blocker (seperti carvedilol 3,125-25 mg dua kali sehari), diuretik (seperti furosemid 20-80 mg sehari-hari), dan antagonis aldosteron (seperti spironolakton 25-50 mg sehari-hari) 1. Terapi perangkat dengan implantable cardioverter-defibrillator mungkin direkomendasikan untuk pasien dengan fraksi ejeksi yang sangat berkurang (di bawah 35%). Modifikasi gaya hidup sangat penting, termasuk pembatasan natrium (kurang dari 2g sehari-hari), pembatasan cairan, olahraga moderat teratur, dan menghindari alkohol. IDCM dianggap idiopatik karena terjadi tanpa faktor penyebab yang jelas seperti penyakit arteri koroner, hipertensi, penyakit katup, atau cacat jantung bawaan, meskipun faktor genetik memainkan peran dalam sekitar 30-50% kasus, membuat skrining keluarga penting untuk deteksi dini pada kerabat 1.

Beberapa poin penting yang perlu diperhatikan dalam pengelolaan IDCM adalah:

  • Penggunaan inhibitor ACE dan beta-blocker dapat meningkatkan kelangsungan hidup pasien dengan gagal jantung 1
  • Terapi perangkat dengan implantable cardioverter-defibrillator dapat mengurangi risiko kematian mendadak 1
  • Modifikasi gaya hidup, seperti pembatasan natrium dan cairan, serta olahraga moderat teratur, sangat penting dalam pengelolaan IDCM 1
  • Skrining keluarga penting untuk deteksi dini pada kerabat, karena faktor genetik memainkan peran dalam sekitar 30-50% kasus IDCM 1

From the Research

Pengertian IDCM

Idiopathic Dilated Cardiomyopathy (IDCM) adalah suatu kondisi di mana jantung mengalami dilatasi dan disfungsi kontraktif, yang menyebabkan gagal jantung, tanpa adanya penyebab yang jelas seperti penyakit koroner atau lainnya 2, 3, 4, 5.

Gejala dan Diagnosis

Gejala IDCM dapat bervariasi, tetapi umumnya meliputi sesak napas, kelelahan, dan pembengkakan kaki. Diagnosis IDCM dilakukan melalui pemeriksaan fisik, elektrokardiogram (EKG), dan ekokardiogram 3, 6.

Pengobatan

Pengobatan IDCM meliputi penggunaan obat-obatan seperti ACE inhibitor, beta blocker, dan diuretik untuk mengontrol gejala dan memperlambat progresi penyakit. Selain itu, terapi resinkronisasi jantung dan implantasi cardioverter-defibrillator (ICD) juga dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi jantung dan mencegah kematian mendadak 2, 3, 6.

Faktor Prognostik

Faktor prognostik IDCM meliputi tingkat keparahan gejala, fungsi jantung, dan adanya komorbiditas lainnya. Pasien dengan IDCM yang memiliki fungsi jantung yang lebih baik dan tidak memiliki komorbiditas lainnya memiliki prognosis yang lebih baik 2, 3.

Terapi Tambahan

Terapi tambahan seperti statin, pentoxifylline, dan inotrop dapat digunakan untuk meningkatkan fungsi jantung dan memperlambat progresi penyakit. Namun, perlu dilakukan penelitian lebih lanjut untuk menentukan efektivitas dan keamanan terapi-terapi tersebut 4.

Vaskular Dysfunction

Vaskular dysfunction juga dapat memainkan peran dalam patogenesis IDCM. Penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan IDCM memiliki abnormalitas fungsi dan integritas vaskular, yang dapat menyebabkan kerusakan jantung 5.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.