From the Guidelines
Kemoterapi cytarabin intratekal lebih dipilih daripada intravena untuk penyakit leukemia atau limfoma di sistem saraf pusat (SSP) karena barrier darah-otak mencegah penetrasi cytarabin intravena yang cukup ke dalam cairan serebrospinal (CSF). Hal ini disebabkan oleh beberapa faktor, termasuk kemampuan cytarabin untuk mencapai konsentrasi terapeutik di SSP ketika diberikan secara intratekal, serta minimnya efek sampingan sistemik yang terkait dengan pemberian intravena 1. Pemberian cytarabin secara intratekal memungkinkan obat untuk langsung mencapai CSF melalui puncture lumbal atau reservoir Ommaya, sehingga dapat menargetkan sel-sel malignan di SSP secara efektif sambil meminimalkan paparan sistemik dan efek sampingan terkait 1. Dosis cytarabin intratekal yang umum berkisar dari 30-100 mg, tergantung pada protokol yang digunakan, dan diberikan sesuai dengan jadwal perawatan yang spesifik untuk pencegahan atau pengelolaan penyakit CNS yang aktif 1. Selain itu, pemberian cytarabin secara intratekal juga memberikan paparan obat yang lebih lama di CSF, sehingga meningkatkan efikasinya dalam mengobati penyakit CNS 1. Dengan demikian, pemberian cytarabin secara intratekal merupakan pilihan yang lebih baik daripada pemberian secara intravena untuk pengobatan leukemia atau limfoma di SSP.
From the FDA Drug Label
Cytarabine Injection may be given by intravenous infusion or injection, subcutaneously, or intrathecally (preservative free preparation only) Cytarabine injection has been used intrathecally in acute leukemia in doses ranging from 5 mg/m2 to 75 mg/m2 of body surface area. When cytarabine injection is administered both intrathecally and intravenously within a few days, there is an increased risk of spinal cord toxicity, however, in serious life-threatening disease, concurrent use of intravenous and intrathecal Cytarabine Injection is left to the discretion of the treating physician Focal leukemic involvement of the central nervous system may not respond to intrathecal cytarabine injection and may better be treated with radiotherapy.
Kemoterapi cytarabine intratekal bukan intravena karena cytarabine dapat digunakan untuk mengobati leukemia yang telah menyebar ke sistem saraf pusat. Pemberian cytarabine secara intratekal memungkinkan obat untuk mencapai konsentrasi yang lebih tinggi di dalam cairan serebrospinal, sehingga lebih efektif dalam mengobati leukemia di daerah tersebut. Namun, perlu diingat bahwa pemberian cytarabine secara intratekal dan intravena dalam waktu yang sama dapat meningkatkan risiko toksisitas pada sumsum tulang belakang. Oleh karena itu, keputusan untuk menggunakan cytarabine secara intratekal atau intravena harus dibuat oleh dokter dengan pertimbangan yang hati-hati, terutama pada pasien dengan penyakit yang mengancam jiwa 2.
From the Research
Alasan Kemoterapi Cytarabin Intratecal
Kemoterapi cytarabin intratecal dipilih karena beberapa alasan:
- Cytarabin dapat menembus sawar darah-otak dengan baik, sehingga efektif dalam mengobati kanker yang telah menyebar ke sistem saraf pusat 3.
- Pemberian cytarabin secara intratekal dapat meningkatkan konsentrasi obat di cairan serebrospinal, sehingga lebih efektif dalam mengobati kanker di sistem saraf pusat 4.
- Kemoterapi intratekal dapat mengurangi risiko kekambuhan kanker di sistem saraf pusat, sehingga dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien 5.
Kelebihan Kemoterapi Cytarabin Intratecal
Kelebihan kemoterapi cytarabin intratekal antara lain:
- Dapat mengobati kanker yang telah menyebar ke sistem saraf pusat dengan efektif 3.
- Dapat mengurangi risiko kekambuhan kanker di sistem saraf pusat 5.
- Dapat meningkatkan angka harapan hidup pasien 6.
Keterbatasan Kemoterapi Cytarabin Intratecal
Keterbatasan kemoterapi cytarabin intratekal antara lain: