From the Guidelines
Terapi bakterial vaginosis pada kehamilan harus dimulai dengan metronidazol oral 250 mg tiga kali sehari selama 7 hari, karena ini adalah pilihan utama untuk mengurangi risiko kelahiran prematur dan komplikasi lainnya. Berdasarkan bukti terbaru dari 1, metronidazol oral lebih disukai daripada clindamycin karena risiko efek sampingan yang lebih rendah. Selain itu, penggunaan clindamycin cream tidak disarankan selama kehamilan karena risiko efek sampingan yang lebih tinggi pada bayi baru lahir.
Beberapa pilihan terapi lain yang dapat digunakan adalah:
- Metronidazol 2 g oral dalam satu dosis
- Clindamycin 300 mg oral dua kali sehari selama 7 hari, tetapi ini hanya digunakan jika pasien tidak dapat mentolerir metronidazol
Pengobatan bakterial vaginosis pada kehamilan sangat penting karena dapat mengurangi risiko kelahiran prematur, ruptur membran prematur, dan endometritis postpartum. Oleh karena itu, pengobatan harus dimulai segera setelah diagnosis, tanpa memandang trimester kehamilan. Pasangan tidak memerlukan pengobatan karena bakterial vaginosis tidak dianggap sebagai infeksi menular seksual. Pengujian follow-up setelah pengobatan selesai sangat disarankan untuk memastikan resolusi, terutama pada kehamilan berisiko tinggi.
From the FDA Drug Label
Pregnant patients should not be treated during the first trimester. In pregnant patients in whom alternative treatment has been inadequate, the one-day course of therapy should not be used, as it results in higher serum levels which can reach the fetal circulation
Terapi bakterial vaginosis pada kehamilan dengan metronidazole (PO) tidak boleh dilakukan pada trimester pertama. Jika alternatif terapi tidak memadai, maka pengobatan satu hari tidak boleh digunakan karena dapat menyebabkan kadar serum yang lebih tinggi dan mencapai sirkulasi fetal 2.
From the Research
Terapi Bakyerial Vaginosis pada Kehamilan
Terapi bakyerial vaginosis pada kehamilan memiliki beberapa pilihan, antara lain:
- Metronidazole oral 250 mg tiga kali sehari selama 7 hari, direkomendasikan untuk wanita hamil dengan risiko tinggi (wanita dengan riwayat kelahiran prematur) dan wanita hamil dengan risiko rendah yang memiliki gejala penyakit 3
- Clindamycin vaginal cream 2% sekali sehari selama 7 hari, dapat digunakan sebagai alternatif untuk metronidazole oral 3
- Metronidazole vaginal gel 0,75% dua kali sehari selama 5 hari, juga dapat digunakan sebagai alternatif untuk metronidazole oral 3
Pilihan Terapi Lain
Beberapa studi lain juga mengevaluasi pilihan terapi lain, antara lain:
- Clindamycin ovules 100 mg selama 3 hari, yang memiliki efikasi dan keamanan yang sama dengan metronidazole oral 500 mg dua kali sehari selama 7 hari 4
- Clindamycin cream 2% sekali sehari selama 7 hari, yang memiliki efikasi dan keamanan yang sama dengan metronidazole oral 500 mg dua kali sehari selama 7 hari 5
Rekomendasi Terapi
Rekomendasi terapi bakyerial vaginosis pada kehamilan berbeda-beda tergantung pada risiko dan gejala penyakit. Namun, beberapa studi menyarankan bahwa metronidazole oral 250 mg tiga kali sehari selama 7 hari dapat digunakan sebagai pilihan terapi utama 3, 6. Sementara itu, clindamycin vaginal cream 2% sekali sehari selama 7 hari dapat digunakan sebagai alternatif untuk metronidazole oral 3, 5. Namun, perlu diingat bahwa rekomendasi terapi dapat berbeda-beda tergantung pada kebijakan dan pedoman yang berlaku di masing-masing negara atau wilayah. Oleh karena itu, penting untuk mengikuti rekomendasi terapi yang diberikan oleh dokter atau ahli kesehatan yang berpengalaman.
Efikasi dan Keamanan
Beberapa studi mengevaluasi efikasi dan keamanan dari pilihan terapi bakyerial vaginosis pada kehamilan, antara lain:
- Metronidazole oral 250 mg tiga kali sehari selama 7 hari, yang memiliki efikasi yang baik dalam mengobati bakyerial vaginosis pada kehamilan, tetapi dapat menyebabkan efek sampingan seperti mual dan perubahan rasa 3, 4
- Clindamycin vaginal cream 2% sekali sehari selama 7 hari, yang memiliki efikasi yang sama dengan metronidazole oral, tetapi dapat menyebabkan efek sampingan seperti iritasi vagina 5