What does an R‑S‑R (RSR') pattern in ECG leads II, III, and aVF indicate?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 2, 2026 • View editorial policy

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.

Pola RSR' di Lead II, III, dan aVF

Pola RSR' di lead inferior (II, III, aVF) paling sering menunjukkan gangguan konduksi mural atau kelainan depolarisasi ventrikel, dan dapat mengindikasikan jaringan parut infark miokard inferior, terutama jika disertai dengan pelebaran QRS. 1

Interpretasi Berdasarkan Durasi QRS

Makna klinis pola RSR' di lead inferior sangat bergantung pada durasi kompleks QRS:

Jika QRS Sempit (<120 ms pada dewasa)

  • Bukan RBBB atau LBBB klasik - Pedoman AHA/ACCF/HRS 2009 menyatakan bahwa istilah "rsr'" tidak direkomendasikan untuk mendeskripsikan pola ini karena dapat diinterpretasikan secara beragam 2
  • Pada anak-anak, pola rsr' di V1-V2 dengan durasi QRS normal adalah varian normal 2
  • Pada dewasa, pola ini dapat menunjukkan:
    • Fragmented QRS (fQRS) - pola RSR' dengan berbagai variasi (≥1 R' atau notching pada gelombang R atau S) yang merepresentasikan keterlambatan konduksi miokard akibat jaringan parut 3, 4
    • Dapat dikaitkan dengan serat Mahaim jika ada pola rS di lead III dengan riwayat palpitasi 5

Jika QRS Lebar (≥120 ms pada dewasa)

Pertimbangkan Left Posterior Fascicular Block (LPFB) jika memenuhi kriteria 2:

  • Aksis frontal antara 90° hingga 180° pada dewasa
  • Pola rS di lead I dan aVL
  • Pola qR di lead III dan aVF (bukan RSR')
  • Durasi QRS <120 ms

Namun, jika pola RSR' dengan QRS lebar (≥110 ms):

  • Ini menunjukkan defek konduksi mural yang tidak khas - bukan RBBB atau LBBB klasik 1
  • Sangat spesifik (meskipun kurang sensitif) untuk jaringan parut infark miokard dengan akinesia atau diskinesia segmental 1
  • Timbul dari keterlambatan konduksi terminal depolarisasi ventrikel kiri dalam jaringan yang rusak di sekitar parut infark 1

Implikasi Prognostik

Pola fQRS (termasuk RSR' di lead inferior) memiliki nilai prognostik penting:

  • Prediktor independen untuk kejadian aritmia ventrikel pada pasien dengan penyakit jantung koroner dan kardiomiopati dilatasi 3
  • Dikaitkan dengan penurunan waktu hingga kejadian aritmia pertama dibandingkan dengan QRS normal atau QRS lebar tanpa fragmentasi 3
  • Pada pasien yang menjalani CABG, fQRS berhubungan dengan LVEF lebih rendah, EUROSCORE lebih tinggi, dan peningkatan MACE di rumah sakit 4

Langkah Evaluasi Klinis

  1. Ukur durasi QRS - tentukan apakah <120 ms atau ≥120 ms
  2. Tentukan aksis QRS frontal - untuk menyingkirkan LPFB
  3. Cari gelombang Q patologis - menunjukkan infark lama
  4. Evaluasi lead prekordial - untuk menyingkirkan RBBB (yang menunjukkan pola RSR' di V1-V2, bukan di lead inferior)
  5. Pertimbangkan ekokardiografi atau pencitraan jantung - untuk mendeteksi kelainan gerakan dinding segmental atau jaringan parut jika ada pola RSR' dengan QRS lebar di lead inferior 1

Peringatan Penting

  • Jangan salah diagnosis sebagai RBBB - RBBB menunjukkan pola rsr', rsR', atau rSR' di lead V1 atau V2, bukan di lead inferior 2
  • Konteks usia penting - pada anak-anak, pola rsr' umumnya adalah varian normal, sedangkan pada dewasa dengan QRS lebar, ini menunjukkan patologi 2
  • Pola RSR' di lead inferior dengan QRS lebar memiliki spesifisitas tinggi untuk jaringan parut infark, meskipun sensitivitasnya rendah 1

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.