What is the evaluation post chemotherapy for Multiple Myeloma (MM)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: May 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

From the Guidelines

Evaluasi post kemoterapi multiple myeloma harus mencakup penilaian respon terapi menggunakan kriteria IMWG yang diperbarui, termasuk penilaian MRD. Hal ini penting karena multiple myeloma sering mengalami kekambuhan, dan deteksi dini progresi penyakit memungkinkan intervensi tepat waktu dengan terapi salvage, yang dapat memperbaiki hasil jangka panjang 1. Beberapa pemeriksaan yang harus dilakukan setelah kemoterapi antara lain:

  • Pemeriksaan laboratorium: hitung darah lengkap, serum kreatinin, kalsium, dan quantifikasi M-protein
  • Pemeriksaan imaging: survei skeletal, CT scan tubuh atau PET-CT scan untuk menilai lesi tulang
  • Biopsi sumsum tulang untuk menentukan persentase sel plasma dan status MRD Kriteria respon terapi meliputi:
  • Respon lengkap: immunofiksasi negatif, <5% sel plasma di sumsum tulang
  • Respon sangat baik: ≥90% reduksi M-protein serum
  • Respon parsial: ≥50% reduksi M-protein serum
  • Penyakit progresif: ≥25% peningkatan M-protein serum Evaluasi follow-up harus dilakukan secara teratur setiap 3-4 bulan pada tahun pertama, kemudian setiap 4-6 bulan selanjutnya, dengan pemantauan lebih sering untuk pasien berisiko tinggi 1.

From the FDA Drug Label

Patients in the study had received a median of 2 prior lines of therapy. Seventy-three percent (73%) of patients had received prior ASCT. All patients received prior bortezomib, and 95% of patients received prior lenalidomide. The median time to response was 0.95 months (range: 0.9,14.3). The median duration of response was 28 months (95% CI: 20. 5, not estimable) Efficacy results were based on overall response rate using IMWG criteria. Overall response rate (ORR)69 (81%) 95% CI (%)(71,89) Stringent complete response (sCR)18 (21%) Complete response (CR)12 (14%) Very good partial response (VGPR)28 (33%) Partial response (PR)11 (13%)

Evaluasi post kemoterapi multiple myeloma

  • Tingkat respons: 81% pasien mencapai respons keseluruhan (ORR)
  • Respons lengkap: 21% pasien mencapai respons lengkap ketat (sCR), 14% mencapai respons lengkap (CR)
  • Waktu respons: median waktu respons adalah 0,95 bulan
  • Durasi respons: median durasi respons adalah 28 bulan 2

From the Research

Evaluasi Post Kemoterapi Multiple Myeloma

Evaluasi post kemoterapi multiple myeloma melibatkan beberapa aspek, termasuk respons terapi, waktu bebas progresi, dan kelangsungan hidup keseluruhan. Berikut adalah beberapa poin penting terkait evaluasi post kemoterapi multiple myeloma:

  • Respons terapi: Studi oleh 3 menunjukkan bahwa kombinasi lenalidomide, bortezomib, dan dexamethasone (RVD) merupakan terapi induksi yang efektif untuk pasien multiple myeloma baru diagnosis.
  • Waktu bebas progresi: Penelitian oleh 4 membandingkan efikasi kombinasi carfilzomib, lenalidomide, dan dexamethasone (KRd) dengan RVD pada pasien multiple myeloma baru diagnosis, dan menemukan bahwa kedua regimen memiliki waktu bebas progresi yang serupa.
  • Kelangsungan hidup keseluruhan: Studi oleh 5 menunjukkan bahwa terapi induksi RVD diikuti dengan terapi pemeliharaan yang disesuaikan dengan risiko dapat memberikan hasil jangka panjang yang baik pada pasien multiple myeloma baru diagnosis.
  • Diagnostik dan terapi: Tinjauan oleh 6 menyatakan bahwa diagnostik multiple myeloma telah berkembang pesat, dan terapi telah menjadi lebih efektif dengan penggunaan imunomodulator, inhibitor proteasome, dan antibodi.

Faktor yang Mempengaruhi Evaluasi Post Kemoterapi

Beberapa faktor yang mempengaruhi evaluasi post kemoterapi multiple myeloma antara lain:

  • Risiko penyakit: Pasien dengan risiko tinggi memiliki hasil yang lebih buruk dibandingkan dengan pasien risiko standar, seperti yang ditunjukkan oleh 5.
  • Usia dan kesehatan umum: Pasien yang lebih tua atau memiliki komorbiditas yang signifikan mungkin tidak dapat menjalani terapi yang lebih agresif, seperti yang disebutkan oleh 6.
  • Respons terapi awal: Pasien yang memiliki respons terapi awal yang baik memiliki hasil yang lebih baik dalam jangka panjang, seperti yang ditunjukkan oleh 3.

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.