Tambahkan Olanzapine untuk Muntah Refrakter
Untuk pasien yang masih muntah meskipun sudah mendapat ondansetron dan domperidone, tambahkan olanzapine 5-10 mg per oral sekali sehari sebagai terapi lini kedua. 1, 2
Pendekatan Bertahap untuk Muntah yang Tidak Terkontrol
Langkah 1: Evaluasi Ulang Penyebab
Sebelum menambah antiemetik, singkirkan penyebab reversibel:
- Konstipasi (sangat sering dengan opioid) 3, 4
- Obstruksi usus (periksa bising usus, distensi abdomen) 4, 5
- Gangguan elektrolit (hiperkalsemia, hipokalemia, hipomagnesemia) 6, 4
- Metastasis SSP (sakit kepala, defisit neurologis) 6, 4
- Obat lain yang menyebabkan mual (opioid, antibiotik, antijamur) 7
Langkah 2: Strategi Antiemetik Lini Kedua
Prinsip utama: tambahkan agen dari kelas berbeda, jangan ganti 6, 1, 6
Pilihan terbaik berdasarkan bukti terkuat:
Olanzapine 5-10 mg PO sekali sehari (Kategori 1 untuk breakthrough emesis) 1, 8, 9
- Bekerja pada multiple reseptor (dopamin, serotonin, histamin, muskarinik)
- Efektivitas superior dibanding metoclopramide untuk breakthrough nausea 1
- Dapat diberikan sublingual jika pasien sulit menelan
Jika olanzapine tidak tersedia atau tidak efektif:
Langkah 3: Pertimbangan Penting
Ubah dari pemberian PRN ke jadwal tetap:
- Berikan antiemetik secara terjadwal (around-the-clock), bukan hanya saat perlu 6, 10, 6
- Muntah lebih mudah dicegah daripada diobati 6
Rute pemberian:
- Jika muntah terus-menerus, hindari rute oral 6, 10, 6
- Gunakan rute IV, rektal, atau sublingual
- Ondansetron dapat diberikan 8 mg IV bolus diikuti infus kontinyu 1 mg/jam untuk kasus refrakter 11
Peringatan khusus ondansetron:
- Dapat menyebabkan perpanjangan QT interval 5
- Hindari pada pasien dengan sindrom QT panjang kongenital
- Monitor EKG pada pasien dengan gangguan elektrolit, gagal jantung, atau bradiaritmia 5
- Dapat menutupi tanda obstruksi usus progresif 5
Langkah 4: Terapi Tambahan
Jika masih refrakter setelah olanzapine:
- Tambahkan lorazepam 0.5-2 mg setiap 6 jam (untuk komponen ansietas) 1, 10, 8
- Pertimbangkan scopolamine transdermal patch 1.5 mg setiap 72 jam 1
- Untuk kasus sangat refrakter: cannabinoid (dronabinol 5-10 mg setiap 4-6 jam atau nabilone 1-2 mg dua kali sehari) 1, 2, 8
Terapi adjuvan:
- H2 blocker atau proton pump inhibitor jika ada komponen dispepsia/refluks 1, 10, 6
- Pasien sering sulit membedakan heartburn dari mual 6
Perangkap Umum yang Harus Dihindari
- Jangan hanya mengganti satu antiemetik dengan yang lain - tambahkan dari kelas berbeda 6
- Jangan abaikan konstipasi - ini penyebab tersering muntah pada pasien dengan opioid 3, 4
- Jangan lupa hidrasi - pastikan hidrasi adekuat dan koreksi elektrolit 6, 10
- Jangan gunakan ondansetron sebagai prokinetik - tidak menstimulasi peristaltik usus 5
Algoritma Praktis
Muntah persisten dengan ondansetron + domperidone
↓
Singkirkan: konstipasi, obstruksi, elektrolit, metastasis SSP
↓
TAMBAHKAN Olanzapine 5-10 mg PO sekali sehari
+ Ubah ke jadwal tetap (bukan PRN)
+ Pertimbangkan rute non-oral jika muntah berat
↓
Jika masih muntah setelah 24-48 jam:
→ Tambahkan haloperidol ATAU metoclopramide
→ Tambahkan dexamethasone 8-12 mg
→ Tambahkan lorazepam untuk ansietas
↓
Jika masih refrakter:
→ Pertimbangkan cannabinoid
→ Konsultasi paliatif care untuk sedasi paliatif jika diperlukanBukti terkuat mendukung olanzapine sebagai agen tunggal lini kedua karena keunggulan dalam kepatuhan, mengurangi interaksi obat, dan tersedia dalam berbagai rute pemberian 12.