Terapi Diabetes Insipidus Sentral dengan Hipernatremia pada Anak
Pada anak dengan diabetes insipidus sentral dan hipernatremia, berikan akses bebas cairan (prioritas utama), mulai terapi desmopressin, dan koreksi hipernatremia secara perlahan dengan cairan hipotonik (dekstrosa 5%) dengan target penurunan natrium tidak melebihi 10 mEq/L per 24 jam untuk mencegah edema serebral.
Prinsip Manajemen Utama
1. Akses Cairan Bebas (Prioritas Tertinggi)
- Berikan akses bebas ke cairan pada semua anak dengan diabetes insipidus 1
- Untuk bayi yang tidak bisa mengatur asupan sendiri, tawarkan cairan secara sering di atas asupan rutin mereka
- Gunakan susu formula sesuai usia (bukan hanya air) pada bayi untuk menjamin asupan kalori yang adekuat 1
2. Koreksi Hipernatremia yang Aman
Cairan Intravena:
- Gunakan dekstrosa 5% dalam air sebagai cairan pilihan 1
- HINDARI NaCl 0.9% - tonisitasnya (
300 mOsm/kg) jauh melebihi osmolalitas urin pada DI (100 mOsm/kg), sehingga dapat memperburuk hipernatremia 1 - Mulai dengan kecepatan maintenance fisiologis:
- 10 kg pertama: 100 ml/kg/24 jam
- 10-20 kg: 50 ml/kg/24 jam
- Sisa berat: 20 ml/kg/24 jam 1
Target Koreksi:
- Penurunan natrium maksimal 10 mEq/L per 24 jam untuk mencegah edema serebral 2
- Perubahan osmolalitas serum tidak boleh melebihi 3 mOsm/kg/jam 2, 3
- Monitor natrium serum setiap 2-4 jam selama fase akut
3. Terapi Desmopressin
Formulasi dan Dosis:
- Oral lyophilisate (melt) adalah pilihan utama untuk anak 4, 5, 6, 7
- Dosis awal: 5 μg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis 5
- Tablet lyophilisate tersedia dalam 120 μg/tablet, dapat dipecah sesuai kebutuhan
- Alternatif: subkutan untuk bayi atau pasien yang tidak bisa minum oral 4, 7
Titrasi:
- Sesuaikan dosis berdasarkan output urin, berat badan, dan kadar natrium
- Pasien/keluarga biasanya menemukan dosis minimal efektif untuk kehidupan normal tanpa poliuria berlebihan 7
- Monitor ketat untuk mencegah intoksikasi air dan hiponatremia 7
4. Monitoring Intensif
Parameter yang Harus Dipantau:
- Natrium serum: setiap 2-3 jam saat akut, kemudian setiap 2-3 bulan 1
- Osmolalitas serum dan urin
- Output urin (volume dan osmolalitas)
- Berat badan harian
- Glukosa darah (minimal harian saat menggunakan dekstrosa 5%) 3, 1
- Kalium, klorida, bikarbonat setiap 2-3 bulan 1
5. Pertimbangan Nutrisi
Pembatasan Garam dan Protein:
- Kurangi beban osmotik ginjal untuk meminimalkan volume urin 1
- Garam untuk usia 0-1 tahun: 1 g/hari (0.4 g natrium) 1
- Garam untuk usia 1-3 tahun: 2 g/hari (0.8 g natrium) 1
- Protein untuk usia 0-1 tahun: 1.3-1.8 g/kg/hari 1
- Peringatan: Pembatasan berlebihan dapat mengganggu pertumbuhan 1
Feeding Tube:
- Pertimbangkan NGT atau gastrostomi jika ada episode berulang muntah, dehidrasi, atau gagal tumbuh 1
- Membantu memastikan asupan cairan, energi, dan nutrisi yang adekuat
Perangkap Klinis yang Harus Dihindari
Jangan gunakan cairan isotonik (NaCl 0.9%) - akan memperburuk hipernatremia karena beban osmotik tinggi 1
Jangan koreksi natrium terlalu cepat - risiko edema serebral dan osmotic demyelination syndrome 2, 8
Waspadai hiponatremia iatrogenik - dapat terjadi dengan terapi desmopressin berlebihan, terutama pada bayi yang mendapat susu formula 4, 5
Monitor glukosa darah - infus dekstrosa 5% dapat menyebabkan hiperglikemia dengan diuresis osmotik sekunder 1
Pertimbangkan diabetes insipidus jika hipernatremia persisten meskipun kontrol glukosa sudah baik pada pasien diabetes mellitus 9