Meningitis Tuberkulosis (TB Meningitis)
Pada anak dengan meningitis yang menunjukkan ventrikulomegali, gangguan perilaku, dan infark serebelum, diagnosis yang paling mungkin adalah meningitis tuberkulosis.
Rasional Diagnosis
Kombinasi klinis yang Anda gambarkan sangat khas untuk TB meningitis pada anak, yang merupakan salah satu bentuk meningitis bakterial paling berbahaya dengan komplikasi neurologis yang khas:
Temuan Karakteristik TB Meningitis
Ventrikulomegali (Hidrosefalus):
- Hidrosefalus adalah komplikasi yang sangat umum pada TB meningitis, terjadi akibat inflamasi basilar yang menyebabkan obstruksi aliran cairan serebrospinal 1
- Pada kasus pediatrik TB meningitis, hidrosefalus dilaporkan pada 7% kasus meningitis bakterial secara umum, tetapi jauh lebih tinggi pada TB meningitis 1
Infark Serebelum:
- Vaskulopati inflamasi adalah komplikasi khas TB meningitis yang menyebabkan infark serebral 2
- Kasus terbaru (2026) menunjukkan bahwa infark dapat terjadi bahkan sebelum enhancement basilar terlihat pada pencitraan, mendemonstrasikan fenomena "dissosiasi klinis-radiologis" 2
- Infark dapat melibatkan pembuluh darah kecil dan besar, dengan predileksi untuk area basal ganglia, thalamus, dan serebelum 2
Gangguan Perilaku:
- Perubahan status mental dan gangguan perilaku adalah manifestasi umum dari meningitis bakterial, terutama TB meningitis 1
- Defisit kognitif dilaporkan pada 9% kasus meningitis bakterial pediatrik, dengan angka lebih tinggi pada TB meningitis 1
Temuan Diagnostik yang Mendukung
Analisis Cairan Serebrospinal (CSF)
Pada TB meningitis, Anda akan menemukan:
- Pleositosis limfositik (dominasi limfosit)
- Hipoglikorrhachia profound (glukosa CSF sangat rendah) - ini adalah temuan kunci yang membedakan TB dari meningitis bakterial piogenik lainnya 2
- Protein meningkat
- Pewarnaan tinta India negatif (untuk menyingkirkan kriptokokus)
Pemeriksaan Penunjang
- Interferon-gamma release assay (IGRA) positif 2
- Nucleic acid amplification testing (NAAT) untuk Mycobacterium tuberculosis dari CSF 2
- Kultur mikobakterial - konfirmasi definitif tetapi memerlukan waktu berminggu-minggu 2
- Foto toraks - dapat normal pada TB meningitis pediatrik 2
Pencitraan MRI yang Khas
Temuan MRI yang mendukung TB meningitis:
- Enhancement leptomeningeal basilar difus (meskipun dapat tidak terlihat pada fase awal) 2
- Hidrosefalus obstruktif 2, 3
- Infark multipel, terutama di area basal ganglia, thalamus, dan serebelum 2
- Restricted diffusion pada area infark 2
Diagnosis Banding yang Perlu Dipertimbangkan
Meningitis Bakterial Piogenik
Meningitis bakterial piogenik (pneumokokus, meningokokus) juga dapat menyebabkan komplikasi serebrovaskular dan hidrosefalus 1, 3. Namun:
- Onset biasanya lebih akut (bukan subakut seperti TB)
- CSF menunjukkan predominan neutrofil, bukan limfosit
- Glukosa CSF tidak serendah pada TB meningitis
- Respons terhadap antibiotik konvensional lebih cepat
Meningitis Kriptokokus
Cryptococcus neoformans dapat menyebabkan gambaran serupa dengan hidrosefalus dan infark serebelum 4. Namun:
- Lebih jarang pada anak imunokompeten
- Pewarnaan tinta India CSF positif
- Antigen kriptokokus positif
- Biasanya ada riwayat imunosupresi
Meningoensefalitis CMV
CMV dapat menyebabkan infark dan ventrikulomegali 5, tetapi:
- Lebih sering pada neonatus atau bayi sangat muda
- PCR CMV dari CSF positif
- Gambaran klinis dan CSF berbeda
Pendekatan Tatalaksana
Terapi harus dimulai segera berdasarkan kecurigaan klinis tinggi, tanpa menunggu konfirmasi kultur 2:
Regimen Antituberkulosis
- Rifampisin, Isoniazid, Pirazinamid, dan Etambutol (regimen 4 obat) 2
- Durasi minimal 12 bulan untuk TB meningitis
Terapi Adjuvan
- Kortikosteroid (deksametason atau prednison) untuk mengurangi inflamasi dan mencegah komplikasi lebih lanjut 2
Manajemen Hidrosefalus
- Ventriculoperitoneal shunt jika terjadi hidrosefalus obstruktif yang signifikan 2
- External ventricular drain untuk kasus akut 1
Peringatan Penting
- Jangan menunda terapi sambil menunggu konfirmasi mikrobiologis - TB meningitis memerlukan inisiasi terapi empiris dini berdasarkan profil CSF dan faktor risiko epidemiologis 2
- Foto toraks normal tidak menyingkirkan TB meningitis - banyak kasus pediatrik tidak menunjukkan kelainan paru 2
- Pencitraan awal dapat normal - enhancement basilar dan hidrosefalus dapat berkembang dalam beberapa hari setelah onset 2
- Monitor fungsi ginjal dan hepar selama terapi antituberkulosis
- Prognosis tergantung pada stadium saat diagnosis - semakin dini terapi dimulai, semakin baik outcome neurologis