Terapi Osteomielitis pada Anak
Terapi osteomielitis akut pada anak dimulai dengan antibiotik intravena (IV) selama 3-7 hari, kemudian dilanjutkan dengan antibiotik oral untuk total durasi 4-6 minggu, dengan debridemen bedah diindikasikan bila terdapat abses subperiosteal, nekrosis, atau kegagalan terapi antibiotik awal 1, 2, 3.
Algoritma Terapi
1. Terapi Antibiotik Awal
- Mulai dengan antibiotik IV yang menargetkan Staphylococcus aureus sebagai patogen tersering 1
- Pertimbangkan patogen spesifik berdasarkan usia:
- Neonatus: Group B streptococcus
- Anak <4 tahun: Kingella kingae
- Pasien dengan penyakit sel sabit: Salmonella spp. 1
2. Transisi ke Antibiotik Oral
Kriteria untuk beralih dari IV ke oral (setelah 3-7 hari IV) 2, 3:
- Demam menurun atau hilang
- Perbaikan nyeri lokal dan mobilitas
- Penurunan C-reactive protein (CRP)
- Tersedia antibiotik oral yang sesuai dengan hasil kultur
Keuntungan transisi dini ke oral 4, 3:
- Tingkat kegagalan terapi sama dengan terapi IV berkepanjangan (9.4% vs 10.5%, p=1.000)
- Efek samping lebih sedikit (21.1% oral vs 28.1% IV)
- Menghindari komplikasi akses vena jangka panjang
3. Durasi Total Terapi
- Total 4-6 minggu antibiotik (IV + oral) 2, 3
- Durasi dapat disesuaikan berdasarkan respons klinis dan normalisasi penanda inflamasi
4. Indikasi Intervensi Bedah
Debridemen bedah diperlukan pada 1:
- Abses subperiosteal (dapat menyebabkan iskemia dan nekrosis tulang)
- Nekrosis tulang
- Kegagalan respons terhadap terapi antibiotik awal
- Koleksi yang dapat didrainase
Pertimbangan Penting
Pitfall yang Harus Dihindari:
Diagnosis terlambat: Triad klasik (demam, nyeri, mobilitas berkurang) hanya muncul pada ~50% kasus 1. Jangan menunda terapi sambil menunggu gejala lengkap.
Terapi IV terlalu lama: Data terkini menunjukkan tidak ada manfaat melanjutkan IV >7 hari pada kasus tanpa komplikasi 4, 2, 3.
Pada anak <18 bulan: Waspadai penyebaran transphyseal ke epifisis dan sendi karena adanya pembuluh darah transphyseal 1.
Komplikasi jangka panjang: Diagnosis dan terapi terlambat dapat menyebabkan penutupan lempeng pertumbuhan prematur atau kerusakan sendi 1.
Monitoring Respons Terapi:
- Pemeriksaan klinis: Demam, nyeri lokal, kemampuan mobilisasi
- Laboratorium: CRP lebih berguna daripada LED untuk monitoring 5
- Pertimbangkan debridemen ulang bila tidak ada perbaikan klinis meskipun terapi antibiotik adekuat 5
Kasus Khusus:
Osteomielitis dengan artritis septik bersamaan (terjadi pada >50% kasus) 1: