Pembuluh Darah di Sklera
Pembuluh darah yang terlihat di sklera biasanya merupakan kondisi jinak yang memerlukan observasi, namun dapat mengindikasikan kondisi yang lebih serius seperti episkleritis, skleritis, atau peningkatan tekanan vena episkleral yang memerlukan evaluasi lebih lanjut.
Penyebab Utama
Pembuluh darah yang terlihat di sklera dapat disebabkan oleh beberapa kondisi:
1. Perdarahan Subkonjungtiva (Paling Umum dan Jinak)
Perdarahan subkonjungtiva adalah kondisi jinak yang sembuh sendiri, biasanya terjadi akibat batuk keras atau mengejan. Pasien yang menerima aspirin atau aspirin dengan klopidogrel dan mengalami perdarahan subkonjungtiva harus melanjutkan pengobatan dan dipantau 1. Kondisi ini menyebabkan kemerahan seluruh sklera namun tidak mempengaruhi ketajaman penglihatan dan akan sembuh dalam 1-2 minggu 1.
2. Episkleritis
Episkleritis adalah kondisi inflamasi yang mempengaruhi jaringan episkleral antara konjungtiva dan sklera tanpa infeksi 2. Kondisi ini:
- Tidak memiliki sistem grading formal
- Dapat dilanjutkan terapi kecuali persisten dan serius
- Dikelola dengan kompres hangat dan tetes pelumas 2
- Memerlukan rujukan oftalmologi bahkan jika asimtomatik 3
3. Skleritis (Lebih Serius)
Skleritis adalah inflamasi kronis yang melibatkan lapisan terluar mata dan dapat mengancam penglihatan 4, 5, 6. Kondisi ini:
- Sangat nyeri dengan rasa nyeri yang dalam
- Hingga 50% kasus terkait dengan penyakit inflamasi sistemik (artritis reumatoid, granulomatosis dengan poliangiitis/Wegener) 6, 7
- Memerlukan terapi agresif dengan kortikosteroid sistemik dan agen imunosupresan 4, 6
- Dapat menyebabkan komplikasi yang mengancam penglihatan 5
4. Pembuluh Episkleral yang Melebar dengan Glaukoma
Pembuluh episkleral yang melebar dapat dikaitkan dengan glaukoma sudut terbuka, terutama jika asimetris atau unilateral 8. Kondisi ini memerlukan pengukuran tekanan intraokular.
Algoritma Manajemen
Langkah 1: Evaluasi Awal
- Nyeri: Tidak ada nyeri → kemungkinan perdarahan subkonjungtiva atau episkleritis; Nyeri dalam yang berat → skleritis
- Ketajaman penglihatan: Penurunan penglihatan mengindikasikan kondisi lebih serius
- Lateralitas: Unilateral vs bilateral
- Riwayat trauma, batuk, mengejan, atau penggunaan antiplatelet/antikoagulan
Langkah 2: Pemeriksaan Spesifik
- Pemeriksaan slit-lamp untuk membedakan episkleritis vs skleritis
- Pengukuran tekanan intraokular jika pembuluh episkleral melebar
- Jika ada petechiae atau ekimosis: periksa hitung darah lengkap, INR, dan aPTT untuk menyingkirkan trombositopenia atau koagulopati 1
Langkah 3: Manajemen Berdasarkan Diagnosis
Perdarahan Subkonjungtiva:
- Lanjutkan terapi antiplatelet jika sedang digunakan 1
- Observasi, akan sembuh dalam 1-2 minggu
- Tidak memerlukan pengobatan khusus
Episkleritis:
- Kompres hangat dan tetes pelumas
- Kortikosteroid topikal jika diperlukan 2
- Rujuk ke oftalmologi untuk evaluasi
- Lanjutkan terapi kecuali persisten
Skleritis:
- Rujukan oftalmologi mendesak 2
- Untuk skleritis anterior non-nekrotikans (Grade 1-2): kortikosteroid topikal, agen sikloplegik 2
- Untuk skleritis yang lebih berat: kortikosteroid sistemik (prednison oral 1-2 mg/kg) 2, 6
- Investigasi untuk penyakit sistemik yang mendasari (artritis reumatoid, vaskulitis sistemik, granulomatosis dengan poliangiitis) 6, 7
- Pertimbangkan agen imunosupresan hemat steroid 6
- Untuk kasus refrakter: pertimbangkan infliximab atau penghambat TNF-α lainnya 2
Pembuluh Episkleral Melebar dengan Glaukoma:
- Ukur tekanan intraokular dan fasilitas aliran keluar
- Kelola glaukoma sesuai protokol standar
- Pertimbangkan anomali vaskular kongenital 8
Peringatan Penting
- Jangan abaikan nyeri mata yang berat - ini mengindikasikan skleritis yang memerlukan evaluasi mendesak
- Skleritis dapat menjadi manifestasi pertama penyakit sistemik yang mengancam jiwa seperti granulomatosis dengan poliangiitis 7
- Pada pasien >50 tahun dengan skleritis, selalu pertimbangkan arteritis sel raksasa yang memerlukan kortikosteroid sistemik segera 9
- Jangan hentikan terapi antiplatelet untuk perdarahan subkonjungtiva kecuali ada abnormalitas hemostasis yang mendasari 1
- Pendekatan tim multidisiplin dengan oftalmologi dan reumatologi sangat penting untuk skleritis dengan penyakit sistemik 4, 7