From the Guidelines
Myelofibrosis dapat menyebabkan gagal ginjal melalui beberapa mekanisme, termasuk hiperviskositas, hiperurisemia, dan hematopoiesis ekstrameduler yang dapat merusak fungsi ginjal. Penderita myelofibrosis harus memiliki pemantauan fungsi ginjal secara teratur, termasuk serum kreatinin, laju filtrasi glomerulus yang diestimasi (eGFR), dan analisis urin. Beberapa penelitian telah menunjukkan bahwa pasien dengan myelofibrosis memiliki risiko yang lebih tinggi untuk mengalami gagal ginjal, terutama jika mereka memiliki riwayat penyakit ginjal sebelumnya atau jika mereka menerima terapi yang dapat merusak fungsi ginjal 1. Selain itu, beberapa penelitian juga telah menunjukkan bahwa penggunaan obat-obatan tertentu, seperti inhibitor JAK, dapat meningkatkan risiko gagal ginjal pada pasien dengan myelofibrosis 1. Oleh karena itu, penting untuk memantau fungsi ginjal secara teratur dan mengambil tindakan pencegahan untuk mengurangi risiko gagal ginjal pada pasien dengan myelofibrosis, seperti mempertahankan hidrasi yang cukup dan mengobati hiperurisemia dengan obat-obatan seperti allopurinol.
Beberapa mekanisme yang dapat menyebabkan gagal ginjal pada pasien dengan myelofibrosis antara lain:
- Hiperviskositas: peningkatan viskositas darah yang dapat mengurangi aliran darah ke ginjal
- Hiperurisemia: peningkatan kadar asam urat yang dapat menyebabkan nefropati asam urat dan kerusakan ginjal
- Hematopoiesis ekstrameduler: pembentukan sel darah di luar sumsum tulang yang dapat merusak fungsi ginjal
- Efek nefrotoksik dari terapi: beberapa obat-obatan yang digunakan untuk mengobati myelofibrosis dapat memiliki efek nefrotoksik dan meningkatkan risiko gagal ginjal.
Dalam beberapa penelitian, telah ditunjukkan bahwa penggunaan bisfosfonat dan denosumab dapat membantu mengurangi risiko gagal ginjal pada pasien dengan myelofibrosis 1. Namun, perlu diingat bahwa setiap pasien memiliki kebutuhan dan risiko yang berbeda-beda, sehingga penting untuk memantau fungsi ginjal secara teratur dan mengambil tindakan pencegahan yang tepat untuk mengurangi risiko gagal ginjal.
From the Research
Hubungan Myelofibrosis dengan Gagal Ginjal
Hubungan antara myelofibrosis dan gagal ginjal dapat dijelaskan melalui beberapa mekanisme dan kondisi yang terkait. Berikut adalah beberapa poin penting yang perlu dipertimbangkan:
- Myelofibrosis adalah suatu kondisi di mana sumsum tulang mengalami fibrosis, yang dapat menyebabkan penurunan fungsi sumsum tulang dan menghasilkan gejala-gejala seperti anemia, splenomegali, dan gejala konstitusional lainnya 2.
- Gagal ginjal dapat terjadi pada pasien dengan myelofibrosis karena beberapa alasan, termasuk amyloidosis, yang merupakan kondisi di mana protein abnormal menumpuk di ginjal dan menyebabkan kerusakan 3, 4.
- Amyloidosis dapat terjadi pada pasien dengan myelofibrosis dan dapat menyebabkan gagal ginjal karena penumpukan protein abnormal di ginjal 3.
- Selain itu, pasien dengan myelofibrosis juga dapat mengalami gagal ginjal karena komplikasi lainnya, seperti cast nephropathy dan light-chain deposition disease 4.
- Pengobatan myelofibrosis dengan ruxolitinib dapat membantu mengurangi gejala-gejala dan memperbaiki kualitas hidup pasien, namun tidak dapat mengobati gagal ginjal yang sudah terjadi 2, 5.
- Oleh karena itu, penting untuk memantau fungsi ginjal pada pasien dengan myelofibrosis dan melakukan pengobatan yang tepat untuk mencegah atau mengobati gagal ginjal.