How is thiamine deficiency treated?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: July 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Pengobatan Defisiensi Tiamin

Defisiensi tiamin harus diobati dengan tiamin 100-300 mg/hari secara oral untuk kasus non-akut, atau secara intravena untuk kasus akut, dengan dosis yang sama selama 3-4 hari, diikuti dengan dosis pemeliharaan. 1

Diagnosis Defisiensi Tiamin

Defisiensi tiamin harus dicurigai pada pasien dengan:

  • Malnutrisi
  • Konsumsi alkohol kronis
  • Pasca operasi bariatrik
  • Muntah berkepanjangan
  • Asupan makanan yang buruk
  • Penggunaan diuretik jangka panjang
  • Sindrom refeeding
  • Penyakit kritis (sepsis, luka bakar)
  • Gagal jantung yang tidak dapat dijelaskan
  • Asidosis laktat
  • Gangguan neurologis

Pemeriksaan diagnostik terbaik adalah pengukuran tiamin difosfat (ThDP) dalam sel darah merah atau darah lengkap 1. Jika tidak tersedia, aktivitas transketolase sel darah merah dapat diukur 2.

Rejimen Pengobatan

Kasus Non-Akut (Tanpa Gejala Berat)

  • Dosis awal: 10 mg/hari tiamin oral selama satu minggu
  • Pemeliharaan: 3-5 mg/hari selama minimal 6 minggu 1

Kasus Akut atau Kecurigaan Defisiensi Berat

  • Dosis: 200-300 mg tiamin per hari 2, 1
  • Rute: Intravena untuk kasus akut, oral untuk kasus kronis tanpa penyakit akut
  • Durasi: 3-4 hari untuk kondisi akut, diikuti dosis pemeliharaan 50-100 mg/hari secara oral 1

Kasus Khusus

Pasca Operasi Bariatrik

  • Suplemen multivitamin yang mengandung tiamin mungkin tidak cukup untuk mencegah defisiensi
  • Pertimbangkan tambahan tiamin 12 mg/hari atau lebih disukai dosis 50 mg sekali atau dua kali sehari dari suplemen vitamin B-kompleks 2

Muntah Berkepanjangan atau Disfagia

  • Berikan segera tiamin tambahan 200-300 mg/hari dan vitamin B kompleks 1-2 tablet tiga kali sehari 2, 1
  • Jika tidak dapat mentoleransi tiamin oral, gunakan pemberian intravena 2, 3

Terkait Alkohol

  • Berikan 100-300 mg/hari untuk semua pasien
  • Lanjutkan selama 2-3 bulan setelah resolusi gejala penarikan 1, 4
  • Untuk ensefalopati Wernicke yang terbukti: 200-500 mg tiga kali sehari secara parenteral selama 3-5 hari 4

Peringatan Penting

  1. Administrasi sebelum glukosa: Tiamin harus diberikan sebelum cairan yang mengandung glukosa pada pasien berisiko untuk mencegah terjadinya ensefalopati Wernicke 1, 3

  2. Efek samping: Dosis IV tinggi jarang menyebabkan anafilaksis, sementara dosis melebihi 400 mg dapat menyebabkan mual, anoreksia, dan ataksia ringan 1

  3. Nutrisi parenteral: Harus menyediakan setidaknya 2,5 mg tiamin per hari 1

  4. Kecepatan respons: Perbaikan klinis dapat terjadi dalam hitungan jam atau hari, dengan keterlibatan neurologis mungkin memerlukan dosis lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama 5

Komplikasi Defisiensi Tiamin

Defisiensi tiamin dapat menyebabkan:

  • Ensefalopati Wernicke
  • Beriberi kering (gejala neurologis)
  • Beriberi basah (gejala kardiovaskular)
  • Asidosis laktat
  • Gangguan kognitif

Pengobatan dini sangat penting karena dapat mencegah kerusakan neurologis permanen dan menyelamatkan nyawa 6, 5.

References

Guideline

Thiamine Deficiency Treatment Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

[Thiamine (vitamin B1) treatment in patients with alcohol dependence].

Presse medicale (Paris, France : 1983), 2017

Research

Thiamine deficiency disorders: a clinical perspective.

Annals of the New York Academy of Sciences, 2021

Research

Role of Thiamin in Health and Disease.

Nutrition in clinical practice : official publication of the American Society for Parenteral and Enteral Nutrition, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.