Pengobatan Defisiensi Tiamin
Defisiensi tiamin harus diobati dengan tiamin 100-300 mg/hari secara oral untuk kasus non-akut, atau secara intravena untuk kasus akut, dengan dosis yang sama selama 3-4 hari, diikuti dengan dosis pemeliharaan. 1
Diagnosis Defisiensi Tiamin
Defisiensi tiamin harus dicurigai pada pasien dengan:
- Malnutrisi
- Konsumsi alkohol kronis
- Pasca operasi bariatrik
- Muntah berkepanjangan
- Asupan makanan yang buruk
- Penggunaan diuretik jangka panjang
- Sindrom refeeding
- Penyakit kritis (sepsis, luka bakar)
- Gagal jantung yang tidak dapat dijelaskan
- Asidosis laktat
- Gangguan neurologis
Pemeriksaan diagnostik terbaik adalah pengukuran tiamin difosfat (ThDP) dalam sel darah merah atau darah lengkap 1. Jika tidak tersedia, aktivitas transketolase sel darah merah dapat diukur 2.
Rejimen Pengobatan
Kasus Non-Akut (Tanpa Gejala Berat)
- Dosis awal: 10 mg/hari tiamin oral selama satu minggu
- Pemeliharaan: 3-5 mg/hari selama minimal 6 minggu 1
Kasus Akut atau Kecurigaan Defisiensi Berat
- Dosis: 200-300 mg tiamin per hari 2, 1
- Rute: Intravena untuk kasus akut, oral untuk kasus kronis tanpa penyakit akut
- Durasi: 3-4 hari untuk kondisi akut, diikuti dosis pemeliharaan 50-100 mg/hari secara oral 1
Kasus Khusus
Pasca Operasi Bariatrik
- Suplemen multivitamin yang mengandung tiamin mungkin tidak cukup untuk mencegah defisiensi
- Pertimbangkan tambahan tiamin 12 mg/hari atau lebih disukai dosis 50 mg sekali atau dua kali sehari dari suplemen vitamin B-kompleks 2
Muntah Berkepanjangan atau Disfagia
- Berikan segera tiamin tambahan 200-300 mg/hari dan vitamin B kompleks 1-2 tablet tiga kali sehari 2, 1
- Jika tidak dapat mentoleransi tiamin oral, gunakan pemberian intravena 2, 3
Terkait Alkohol
- Berikan 100-300 mg/hari untuk semua pasien
- Lanjutkan selama 2-3 bulan setelah resolusi gejala penarikan 1, 4
- Untuk ensefalopati Wernicke yang terbukti: 200-500 mg tiga kali sehari secara parenteral selama 3-5 hari 4
Peringatan Penting
Administrasi sebelum glukosa: Tiamin harus diberikan sebelum cairan yang mengandung glukosa pada pasien berisiko untuk mencegah terjadinya ensefalopati Wernicke 1, 3
Efek samping: Dosis IV tinggi jarang menyebabkan anafilaksis, sementara dosis melebihi 400 mg dapat menyebabkan mual, anoreksia, dan ataksia ringan 1
Nutrisi parenteral: Harus menyediakan setidaknya 2,5 mg tiamin per hari 1
Kecepatan respons: Perbaikan klinis dapat terjadi dalam hitungan jam atau hari, dengan keterlibatan neurologis mungkin memerlukan dosis lebih tinggi dan waktu pemulihan lebih lama 5
Komplikasi Defisiensi Tiamin
Defisiensi tiamin dapat menyebabkan:
- Ensefalopati Wernicke
- Beriberi kering (gejala neurologis)
- Beriberi basah (gejala kardiovaskular)
- Asidosis laktat
- Gangguan kognitif
Pengobatan dini sangat penting karena dapat mencegah kerusakan neurologis permanen dan menyelamatkan nyawa 6, 5.