Perbedaan Sistem Saraf Parasimpatis dan Simpatis
Sistem saraf parasimpatis dan simpatis adalah dua cabang utama dari sistem saraf otonom yang memiliki fungsi dan karakteristik berbeda. Perbedaan utama antara sistem saraf parasimpatis dan simpatis terletak pada asal anatomisnya, neurotransmiter yang digunakan, dan efek fisiologisnya, dimana simpatis mengaktivasi respons "fight or flight" sementara parasimpatis mendorong fungsi "rest and digest". 1
Perbedaan Anatomis dan Asal
- Neuron simpatis berasal dari formasi retikuler di batang otak dan memproyeksikan ke neuron postganglionis, yang dapat mengatur dinamika jantung bahkan ketika terputus dari struktur tingkat tinggi 1
- Neuron parasimpatis berasal dari nukleus ambiguus dan nukleus motor dorsal, bekerja bersama neuron postganglionis yang terletak di pleksus ganglionat 1
- Kedua sistem memberikan kontrol yang tersebar ke berbagai wilayah jantung, dengan redundansi yang memastikan modulasi tetap terjadi bahkan jika ada lesi fokal 1
Perbedaan Neurotransmiter dan Mekanisme
- Sistem simpatis bertindak seperti filter low-pass, mempengaruhi pita frekuensi sempit sekitar 0,1 Hz (frekuensi rendah) yang setara dengan fluktuasi sekitar 6 siklus/menit 1
- Sistem parasimpatis mempengaruhi variabilitas keseluruhan (varians, total power) dan terkait dengan aktivitas sinus respirasi (antara 12-18 napas/menit, atau sekitar 0,25 Hz) 1
- Ketika aktivitas simpatis mendominasi (misalnya saat berolahraga), hanya fluktuasi pada frekuensi yang lebih rendah yang dapat mempengaruhi variabilitas detak jantung 1
Efek Fisiologis
- Sistem simpatis mempersiapkan tubuh untuk respons "fight or flight" dan menjaga homeostasis selama aktivitas sehari-hari seperti olahraga, makan, atau regulasi suhu tubuh 2
- Sistem parasimpatis melalui saraf vagus memberikan pengaruh yang mendalam pada jantung, termasuk pengaturan detak jantung, ritme, kontraktilitas, dan tekanan darah 3
- Pada situasi mengancam, sirkuit saraf simpatoeksitatori mengalami disinhibisi, menghasilkan respons ketakutan, sementara korteks prefrontal dan amigdala mengendalikan regulasi parasimpatis 1
Interaksi Antara Kedua Sistem
- Model tradisional menganggap aktivitas kedua cabang sistem saraf otonom ini independen satu sama lain, namun bukti menunjukkan adanya interaksi kompleks di tingkat sentral dan perifer 4
- Interaksi dalam sistem saraf pusat terutama dimediasi oleh neuron dalam nukleus traktus solitarius dan nukleus hipotalamus paraventrikular 4
- Sistem saraf otonom berinteraksi secara dinamis dengan sistem saraf pusat untuk mengendalikan jantung, seperti yang dihipotesiskan oleh model integrasi neurovisceral 1
Pengukuran Aktivitas Kedua Sistem
- Variabilitas detak jantung (HRV) dalam domain waktu terutama mengeksplorasi aktivitas parasimpatis 1
- Analisis spektral interval R-R memberikan informasi tentang pengaruh simpatis dan parasimpatis pada jantung 1
- Komponen frekuensi tinggi (HF) memberikan indeks langsung aktivitas vagal, sementara komponen frekuensi rendah (LF) terkait dengan aktivitas simpatis 1
Implikasi Klinis
- Gangguan dalam interaksi antara sistem saraf simpatis dan parasimpatis dapat menyebabkan aktivitas otonom yang tidak seimbang, yang dapat mempengaruhi perkembangan berbagai gangguan kardiovaskular, inflamasi, metabolik, neurologis, dan psikiatris 4
- Bradikardi yang diinduksi ketakutan terjadi melalui jalur yang melibatkan nukleus ambiguus, nukleus dorsal saraf vagus, dan saraf vagus itu sendiri, yang titik akhirnya terletak pada nodus sinoatrial jantung 1
- Beberapa pasien fobia sosial mungkin mendapat manfaat dari blok simpatis endoskopik (ESB) karena gejala seperti kemerahan wajah, hiperhidrosis telapak tangan dan kepala, serta gemetar tampaknya dipicu oleh aktivasi sistem saraf simpatis 5
Pemahaman tentang perbedaan dan interaksi antara sistem saraf parasimpatis dan simpatis sangat penting untuk mendiagnosis dan mengelola berbagai kondisi medis yang melibatkan disfungsi otonom.