Rujukan ke Neurologi untuk Pasien dengan Gangguan Penglihatan dan Disfagia
Alasan Rujukan ke Neurologi
Pasien dengan gangguan penglihatan berat (visus <1/60) dan disfagia dirujuk ke neurologi karena kemungkinan adanya gangguan neurologis sentral yang mempengaruhi jalur visual dan fungsi menelan, bukan masalah mata primer. 1
- Kombinasi gangguan penglihatan berat dengan disfagia menunjukkan kemungkinan adanya lesi pada batang otak atau jalur saraf kranial yang memerlukan evaluasi neurologis menyeluruh 1
- Pemeriksaan MRI diperlukan untuk mengevaluasi kemungkinan lesi pada jalur visual posterior (post-chiasmatic) yang tidak terdeteksi pada CT scan 1
- Pasien dengan gangguan neurologis yang melibatkan batang otak sering menunjukkan kombinasi gejala visual dan disfagia 1, 2
Keterbatasan CT Scan dalam Diagnosis
- CT scan otak normal tidak menyingkirkan kemungkinan lesi pada jalur visual posterior, terutama pada batang otak atau cerebellum 1
- MRI memiliki sensitivitas yang jauh lebih tinggi untuk mendeteksi lesi pada batang otak, jalur saraf kranial, dan jalur visual dibandingkan CT scan 1
- Pada kasus dengan gejala neurologis persisten dengan CT normal, MRI otak dengan kontras adalah pemeriksaan pilihan 1
Kemungkinan Diagnosis Neurologis
- Skew deviation (deviasi vertikal pada mata) yang terkait dengan gangguan jalur vestibular atau batang otak posterior yang memerlukan evaluasi neurologis menyeluruh 1
- Lesi pada batang otak yang menyebabkan gangguan pada saraf kranial yang mengontrol penglihatan dan menelan 1
- Neuritis optik yang memerlukan MRI orbita dan kepala dengan kontras untuk diagnosis dan evaluasi 1, 3
- Lesi pada jalur visual posterior (post-chiasmatic) yang menyebabkan hemianopia atau defisit lapang pandang lainnya 1
Perbedaan antara Masalah Mata Primer dan Neurologis
- Gangguan penglihatan yang disertai disfagia jarang disebabkan oleh masalah mata primer dan lebih sering menunjukkan adanya gangguan neurologis sentral 1, 2
- Pasien dengan gangguan neurologis sentral yang menyebabkan gangguan visual sering memiliki hasil pemeriksaan mata normal meskipun mengalami penurunan visus yang signifikan 1, 3
- Kombinasi gejala neurologis seperti disfagia dengan gangguan visual memerlukan evaluasi jalur visual lengkap dari retina hingga korteks visual 1
Pendekatan Diagnostik yang Direkomendasikan
- MRI kepala dengan dan tanpa kontras adalah pemeriksaan pilihan untuk mengevaluasi pasien dengan gangguan visual dan disfagia 1
- Evaluasi neurologis menyeluruh termasuk pemeriksaan fungsi saraf kranial dan jalur visual 1
- Pemeriksaan MRI dengan perhatian khusus pada batang otak, cerebellum, dan jalur saraf kranial 1
- Evaluasi fungsi menelan dengan videofluoroskopi untuk menilai tingkat disfagia dan risiko aspirasi 2
Kesimpulan
Rujukan ke neurologi pada kasus ini sangat tepat karena kombinasi gangguan penglihatan berat dengan disfagia menunjukkan kemungkinan adanya gangguan neurologis sentral yang memerlukan evaluasi dan penanganan oleh ahli saraf. CT scan normal tidak menyingkirkan kemungkinan lesi pada jalur visual atau batang otak yang hanya dapat terdeteksi dengan MRI. Pemeriksaan MRI sangat diperlukan untuk diagnosis yang tepat dan penanganan yang optimal pada pasien ini.