What are the latest morphological diagnostic criteria for Chronic Myelomonocytic Leukemia (CMML)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 14, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kriteria Diagnosis Morfologi Terbaru untuk CMML

Kriteria diagnosis morfologi terbaru untuk CMML mencakup monosit persisten dalam darah perifer (>1×10^9/L), displasia pada satu atau lebih garis sel mieloid, <20% sel blas di darah perifer dan sumsum tulang, tidak adanya kromosom Philadelphia atau gen fusi BCR-ABL1, serta tidak adanya rearrangement PDGFRA atau PDGFRB. 1

Kriteria Diagnostik Komprehensif

Menurut klasifikasi WHO 2008 yang masih digunakan, diagnosis CMML memerlukan:

  • Monosit persisten dalam darah perifer (>1×10^9/L) 1
  • Tidak adanya kromosom Philadelphia atau gen fusi BCR-ABL1 1
  • Tidak adanya rearrangement PDGFRA atau PDGFRB (harus dieksklusi terutama pada kasus dengan eosinofilia) 1
  • Kurang dari 20% sel blas di darah perifer dan sumsum tulang (termasuk mieloblast, monoblast, dan promonosit) 1
  • Minimal satu dari kriteria berikut:
    • Displasia pada satu atau lebih garis sel mieloid 1
    • Kelainan sitogenetik klonal atau abnormalitas genetik molekuler pada sel hematopoietik 1
    • Monosit persisten selama minimal 3 bulan tanpa bukti penyebab monosit lainnya (infeksi, peradangan, atau keganasan) 1

Klasifikasi Berdasarkan Jumlah Blas

Klasifikasi terbaru (2016) membagi CMML menjadi tiga kelompok berdasarkan jumlah sel blas:

  • CMML-0: <2% blas di darah perifer dan <5% blas di sumsum tulang 1
  • CMML-1: 2-4% blas di darah perifer dan/atau 5-9% blas di sumsum tulang 1
  • CMML-2: 5-19% blas di darah perifer, 10-19% blas di sumsum tulang, dan/atau adanya batang Auer 1

Klasifikasi Berdasarkan Karakteristik Klinis

CMML juga dibagi menjadi dua subtipe berdasarkan karakteristik klinis:

  • CMML tipe mielodisplastik (MD-CMML): jumlah leukosit <13×10^9/L 1
  • CMML tipe mieloproliferatif (MP-CMML): jumlah leukosit ≥13×10^9/L 1

Penting untuk mempertahankan pembagian ini dalam evaluasi diagnostik karena berimplikasi pada pilihan terapi yang berbeda 1.

Pemeriksaan Diagnostik yang Diperlukan

Darah Perifer

  • Hitung monosit 1
  • Adanya disgranulopoiesis 1
  • Adanya promonosit, blas, dan prekursor neutrofil 1

Aspirasi Sumsum Tulang

  • Adanya displasia pada satu atau lebih garis sel mieloid 1
  • Hiperplasia granulosit 1
  • Persentase blas (termasuk mieloblast, monoblast, dan promonosit) 1

Biopsi Sumsum Tulang

  • Pewarnaan hematoxylin-eosin atau setara 1
  • Imunostaining untuk sel CD34+ dan sel monositik (CD68R dan CD163) 1
  • Impregnasi perak Gomori untuk fibrosis 1
  • Informasi diagnostik yang berguna: selularitas sumsum tulang, displasia dan hiperplasia kompartemen megakariosit, hitung blas, dan fibrosis sumsum tulang 1

Analisis Sitogenetik dan Molekuler

  • Analisis sitogenetik konvensional untuk mendeteksi abnormalitas kromosom klonal dan mengeksklusi translokasi t(9;22) dan t(5;12) 1
  • Pemeriksaan molekuler untuk mengeksklusi gen fusi bcr/abl 1
  • Pada kasus dengan eosinofilia dan t(5;12) negatif, perlu dilakukan pemeriksaan rearrangement PDGFRA dan PDGFRB 1

Profil Mutasi Molekuler

Meskipun belum menjadi kriteria diagnostik rutin, mutasi pada gen berikut sering ditemukan pada CMML dan dapat membantu diagnosis:

  • TET2 (~60% kasus) 2, 3
  • SRSF2 (~50% kasus) 2, 3
  • ASXL1 (~40% kasus) 2, 3
  • Jalur RAS (~30% kasus) 2, 3

Mutasi ASXL1 dan DNMT3A serta tidak adanya mutasi TET2 berdampak negatif pada kelangsungan hidup 2, 3.

Catatan Penting dan Pitfall

  • Pastikan untuk mengeksklusi penyebab monosit reaktif seperti infeksi dan tumor solid 1
  • Perhatikan bahwa CMML dengan eosinofilia yang memiliki rearrangement PDGFRA atau PDGFRB diklasifikasikan sebagai entitas terpisah dalam klasifikasi WHO 2008 1
  • Diagnosis CMML memerlukan pemantauan monosit persisten selama minimal 3 bulan jika tidak ditemukan displasia atau abnormalitas sitogenetik/molekuler 1
  • Batang Auer pada sel mieloid tidak ditemukan pada CMML 1
  • Pemeriksaan imunofenotip dengan flow cytometry dapat membantu diagnosis tetapi tidak spesifik untuk CMML 4, 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.