Management of Neonate with Respiratory and Metabolic Acidosis, Hypothermia, and Chest Retraction
Penanganan segera diperlukan untuk bayi baru lahir dengan asidosis respiratori dan metabolik, hipotermia, dan retraksi dada ringan, dengan fokus pada normalisasi suhu tubuh dan dukungan pernapasan untuk mencegah komplikasi lebih lanjut.
Penilaian Awal dan Stabilisasi
- Segera berikan kehangatan untuk mengatasi hipotermia, yang merupakan prioritas utama karena hipotermia dapat memperburuk asidosis, hipoksemia, dan hipoglikemia 1, 2
- Posisikan bayi dalam posisi "sniffing" untuk membuka jalan napas 1
- Bersihkan jalan napas jika diperlukan dengan bulb syringe atau kateter penghisap, terutama jika ada obstruksi jalan napas 1
- Berikan stimulasi taktil ringan untuk merangsang pernapasan 1
- Pantau tanda vital termasuk denyut jantung dan pernapasan, yang merupakan dua tanda vital utama untuk mengidentifikasi kebutuhan intervensi 1
Penanganan Hipotermia
- Segera hangatkan bayi untuk mencapai suhu normal antara 36,5°C dan 37,5°C 1
- Metode pemanasan yang dapat digunakan:
- Hindari hipertermia (suhu >38,0°C) karena risiko yang terkait 1
- Kecepatan pemanasan (cepat ≥0,5°C/jam atau lambat <0,5°C/jam) keduanya dapat dipertimbangkan untuk bayi hipotermia yang tidak disengaja 1
Dukungan Pernapasan
- Evaluasi kebutuhan ventilasi tekanan positif (PPV) berdasarkan adanya retraksi dada dan asidosis (pH 7,23, pCO2 53, HCO3 23, BE -5) 1
- Mulai PPV jika pernapasan tidak membaik dengan stimulasi dan pemanasan 1
- Pantau saturasi oksigen dengan pulse oximetry 1
- Pertimbangkan intubasi endotrakeal jika:
Penanganan Asidosis
- Asidosis campuran (respiratori dan metabolik) yang terlihat dari analisis gas darah (pH 7,23, pCO2 53, HCO3 23, BE -5) memerlukan pendekatan bertahap 3, 4
- Prioritaskan koreksi komponen respiratori dengan dukungan pernapasan yang adekuat untuk menurunkan pCO2 3, 4
- Untuk komponen metabolik (BE -5), fokus pada perbaikan perfusi dan oksigenasi jaringan 3, 4
- Pemberian bikarbonat tidak direkomendasikan secara rutin untuk asidosis metabolik ringan (BE -5) pada neonatus 3, 4
- Jika asidosis metabolik berat (biasanya BE ≥12 mmol/L), baru pertimbangkan pemberian bikarbonat dengan dosis 1-2 mEq/kg secara perlahan 4, 5
Pemantauan dan Evaluasi Berkelanjutan
- Pantau gas darah arteri secara serial untuk mengevaluasi respons terhadap intervensi 3, 6
- Pantau gula darah karena hipotermia dan asidosis meningkatkan risiko hipoglikemia 1, 2
- Evaluasi untuk tanda-tanda ensefalopati hipoksik-iskemik, terutama jika asidosis metabolik signifikan (BE >12) 5, 7
- Pertimbangkan hipotermia terapeutik jika ada tanda-tanda ensefalopati hipoksik-iskemik sedang hingga berat 1
Pertimbangan Khusus
- Bayi dari ibu dengan plasenta previa dan suspek plasenta akreta berisiko tinggi mengalami asfiksia perinatal dan komplikasi neonatal 8, 7
- Asidosis metabolik dengan BE >12 mmol/L dikaitkan dengan peningkatan komplikasi neonatal sedang hingga berat 5
- Inflamasi/infeksi perinatal dapat memperburuk asidosis metabolik dan mengurangi respons terhadap terapi 7
- Hipotermia dapat memperburuk asidosis dan menyebabkan hipoksemia, yang menciptakan siklus yang merugikan 2
Hal yang Perlu Diwaspadai
- Hindari penghisapan nasofaring yang tidak perlu karena dapat menyebabkan bradikardia 1
- Hindari hipertermia saat memanaskan bayi hipotermia 1
- Hindari koreksi asidosis metabolik yang terlalu cepat dengan bikarbonat karena dapat menyebabkan alkalosis dan efek samping lainnya 3, 4
- Pantau elektrolit, terutama kalium, karena asidosis dapat menyebabkan hiperkalemia 3