What is the best course of action for a 9-month-old child with suspected viral infection, noisy breathing, and signs of respiratory distress like retractions?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan Anak 9 Bulan dengan Napas Bunyi "Grok-Grok" dan Retraksi

Anak dengan gejala napas bunyi "grok-grok", retraksi, dan kesan infeksi virus memerlukan penanganan segera dengan pemberian oksigen, hidrasi yang adekuat, dan pengawasan ketat terhadap tanda-tanda perburukan. 1

Penilaian Keparahan

  • Tanda retraksi (intercostal, suprasternal, atau subcostal) pada bayi menunjukkan tingkat keparahan infeksi saluran pernapasan bawah dan peningkatan usaha bernapas 2
  • Usia muda (kurang dari 12 bulan) merupakan faktor risiko untuk keparahan penyakit pernapasan dan kebutuhan rawat inap 1
  • Grunting (bunyi "grok-grok") merupakan tanda distres pernapasan yang menunjukkan peningkatan usaha bernapas dan bisa mengindikasikan hipoksemia 1, 2
  • Kombinasi usia muda (9 bulan), retraksi, dan bunyi napas "grok-grok" dalam konteks infeksi virus memerlukan perhatian medis segera 2

Penanganan Awal

  • Berikan oksigen tambahan untuk mempertahankan saturasi oksigen >90%, biasanya dengan kanula nasal atau masker oksigen aliran rendah 1, 2
  • Pastikan hidrasi yang adekuat melalui cairan oral atau IV jika diperlukan, terutama jika bayi mengalami penurunan asupan oral karena distres pernapasan 1
  • Posisikan kepala bayi dengan posisi head tilt-chin lift untuk memastikan jalan napas terbuka 3
  • Lakukan penghisapan lendir (suctioning) untuk membersihkan jalan napas dari sekret yang dapat menyebabkan obstruksi dan bunyi "grok-grok" 4

Penanganan Spesifik untuk Menghilangkan Bunyi "Grok-Grok"

  • Lakukan penghisapan lendir (suctioning) secara lembut dan efektif untuk membersihkan sekret di hidung dan tenggorokan 4
  • Berikan cairan yang cukup untuk mengencerkan sekret pernapasan 4
  • Posisikan bayi dengan kepala sedikit terangkat untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi kongesti 3
  • Gunakan humidifier atau nebulizer dengan saline normal untuk melembabkan saluran napas dan mengencerkan sekret 5
  • Hindari penggunaan obat batuk dan dekongestan karena tidak efektif dan dapat berbahaya untuk bayi 4

Indikasi untuk Rawat Inap

  • Adanya tanda distres pernapasan yang jelas seperti:
    • Retraksi yang nyata
    • Grunting (bunyi "grok-grok")
    • Takipnea (peningkatan frekuensi napas) 4
  • Saturasi oksigen <92% saat bernapas dengan udara ruangan 1
  • Kesulitan minum atau tanda dehidrasi 4
  • Perubahan kesadaran 4

Indikasi untuk Perawatan Intensif

  • Gagal mempertahankan saturasi oksigen >92% dengan FiO2 >60% 4
  • Tanda syok 4
  • Distres pernapasan berat dengan peningkatan PaCO2 (>6.5 kPa) 4
  • Peningkatan frekuensi napas dan denyut nadi dengan bukti klinis distres pernapasan berat 4
  • Apnea berulang atau pernapasan lambat tidak teratur 4
  • Tanda ensefalopati 4

Pengobatan Suportif di Rumah

  • Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi 4
  • Gunakan antipiretik (seperti parasetamol) untuk demam (hindari aspirin pada anak) 4
  • Lakukan penghisapan lendir hidung secara lembut dan teratur 4
  • Posisikan bayi dengan kepala sedikit terangkat untuk memudahkan pernapasan 3
  • Gunakan humidifier untuk melembabkan udara ruangan 5

Kapan Harus Kembali ke Fasilitas Kesehatan

  • Jika terjadi peningkatan frekuensi napas 4
  • Jika retraksi semakin jelas atau bunyi "grok-grok" semakin keras 4
  • Jika bayi menolak minum atau menunjukkan tanda dehidrasi 4
  • Jika terjadi perubahan warna kulit (sianosis) 4
  • Jika terjadi perubahan kesadaran 4

Hal Penting yang Perlu Diperhatikan

  • Infeksi virus pernapasan pada bayi umumnya sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu, tetapi pengawasan ketat tetap diperlukan 6
  • Hindari paparan asap rokok dan polutan udara lainnya yang dapat memperburuk gejala 4
  • Jangan memberikan antibiotik kecuali ada indikasi infeksi bakteri sekunder 5
  • Jangan memberikan obat batuk atau dekongestan tanpa resep dokter 4
  • Jaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran infeksi ke anggota keluarga lain 5

References

Guideline

Respiratory Distress Management in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Treatment for Viral Respiratory Infection in Infants

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

Approach to a child with breathing difficulty.

Indian journal of pediatrics, 2011

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Respiratory Syncytial Virus Bronchiolitis in Children.

American family physician, 2017

Research

Burden of Respiratory Viruses in Children Less Than 2 Years Old in a Community-based Longitudinal US Birth Cohort.

Clinical infectious diseases : an official publication of the Infectious Diseases Society of America, 2023

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.