Penanganan Anak 9 Bulan dengan Napas Bunyi "Grok-Grok" dan Retraksi
Anak dengan gejala napas bunyi "grok-grok", retraksi, dan kesan infeksi virus memerlukan penanganan segera dengan pemberian oksigen, hidrasi yang adekuat, dan pengawasan ketat terhadap tanda-tanda perburukan. 1
Penilaian Keparahan
- Tanda retraksi (intercostal, suprasternal, atau subcostal) pada bayi menunjukkan tingkat keparahan infeksi saluran pernapasan bawah dan peningkatan usaha bernapas 2
- Usia muda (kurang dari 12 bulan) merupakan faktor risiko untuk keparahan penyakit pernapasan dan kebutuhan rawat inap 1
- Grunting (bunyi "grok-grok") merupakan tanda distres pernapasan yang menunjukkan peningkatan usaha bernapas dan bisa mengindikasikan hipoksemia 1, 2
- Kombinasi usia muda (9 bulan), retraksi, dan bunyi napas "grok-grok" dalam konteks infeksi virus memerlukan perhatian medis segera 2
Penanganan Awal
- Berikan oksigen tambahan untuk mempertahankan saturasi oksigen >90%, biasanya dengan kanula nasal atau masker oksigen aliran rendah 1, 2
- Pastikan hidrasi yang adekuat melalui cairan oral atau IV jika diperlukan, terutama jika bayi mengalami penurunan asupan oral karena distres pernapasan 1
- Posisikan kepala bayi dengan posisi head tilt-chin lift untuk memastikan jalan napas terbuka 3
- Lakukan penghisapan lendir (suctioning) untuk membersihkan jalan napas dari sekret yang dapat menyebabkan obstruksi dan bunyi "grok-grok" 4
Penanganan Spesifik untuk Menghilangkan Bunyi "Grok-Grok"
- Lakukan penghisapan lendir (suctioning) secara lembut dan efektif untuk membersihkan sekret di hidung dan tenggorokan 4
- Berikan cairan yang cukup untuk mengencerkan sekret pernapasan 4
- Posisikan bayi dengan kepala sedikit terangkat untuk memudahkan pernapasan dan mengurangi kongesti 3
- Gunakan humidifier atau nebulizer dengan saline normal untuk melembabkan saluran napas dan mengencerkan sekret 5
- Hindari penggunaan obat batuk dan dekongestan karena tidak efektif dan dapat berbahaya untuk bayi 4
Indikasi untuk Rawat Inap
- Adanya tanda distres pernapasan yang jelas seperti:
- Retraksi yang nyata
- Grunting (bunyi "grok-grok")
- Takipnea (peningkatan frekuensi napas) 4
- Saturasi oksigen <92% saat bernapas dengan udara ruangan 1
- Kesulitan minum atau tanda dehidrasi 4
- Perubahan kesadaran 4
Indikasi untuk Perawatan Intensif
- Gagal mempertahankan saturasi oksigen >92% dengan FiO2 >60% 4
- Tanda syok 4
- Distres pernapasan berat dengan peningkatan PaCO2 (>6.5 kPa) 4
- Peningkatan frekuensi napas dan denyut nadi dengan bukti klinis distres pernapasan berat 4
- Apnea berulang atau pernapasan lambat tidak teratur 4
- Tanda ensefalopati 4
Pengobatan Suportif di Rumah
- Berikan cairan yang cukup untuk mencegah dehidrasi 4
- Gunakan antipiretik (seperti parasetamol) untuk demam (hindari aspirin pada anak) 4
- Lakukan penghisapan lendir hidung secara lembut dan teratur 4
- Posisikan bayi dengan kepala sedikit terangkat untuk memudahkan pernapasan 3
- Gunakan humidifier untuk melembabkan udara ruangan 5
Kapan Harus Kembali ke Fasilitas Kesehatan
- Jika terjadi peningkatan frekuensi napas 4
- Jika retraksi semakin jelas atau bunyi "grok-grok" semakin keras 4
- Jika bayi menolak minum atau menunjukkan tanda dehidrasi 4
- Jika terjadi perubahan warna kulit (sianosis) 4
- Jika terjadi perubahan kesadaran 4
Hal Penting yang Perlu Diperhatikan
- Infeksi virus pernapasan pada bayi umumnya sembuh dengan sendirinya dalam 1-2 minggu, tetapi pengawasan ketat tetap diperlukan 6
- Hindari paparan asap rokok dan polutan udara lainnya yang dapat memperburuk gejala 4
- Jangan memberikan antibiotik kecuali ada indikasi infeksi bakteri sekunder 5
- Jangan memberikan obat batuk atau dekongestan tanpa resep dokter 4
- Jaga kebersihan tangan untuk mencegah penyebaran infeksi ke anggota keluarga lain 5