What is the appropriate medical code for radiofrequency thermal ablation (RFA) for pain management in the BPJS coding system?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kode BPJS untuk Tindakan Radiofrequency Thermalablasi untuk Manajemen Nyeri

Tindakan radiofrequency thermalablasi (RFA) untuk manajemen nyeri dalam sistem koding BPJS dikategorikan sebagai prosedur destruksi saraf dengan agen neurolitik, yang dibedakan berdasarkan lokasi anatomis yang ditargetkan.

Kode Prosedur RFA Berdasarkan Lokasi Anatomis

  • Untuk RFA pada sendi faset paravertebral servikalis/torakalis:

    • Sendi faset tunggal: Kode untuk destruksi saraf sendi faset paravertebral, servikalis/torakalis, sendi faset tunggal 1
    • Sendi faset tambahan: Kode untuk destruksi saraf sendi faset paravertebral, servikalis/torakalis, sendi faset tambahan 1
  • Untuk RFA pada sendi faset paravertebral lumbal/sakral:

    • Sendi faset tunggal: Kode untuk destruksi dengan agen neurolitik, saraf sendi faset paravertebral; lumbal atau sakral, sendi faset tunggal 2
    • Sendi faset tambahan: Kode untuk destruksi dengan agen neurolitik, saraf sendi faset paravertebral; lumbal atau sakral, setiap sendi faset tambahan 2

Kode Anestesi untuk Prosedur RFA

  • Untuk prosedur RFA servikalis/torakalis: Kode untuk anestesi untuk prosedur destruksi dengan panduan pencitraan perkutan oleh agen neurolitik pada tulang belakang, servikalis/torakalis 1
  • Untuk prosedur RFA lumbal/sakral: Kode untuk anestesi untuk prosedur destruksi dengan panduan pencitraan perkutan oleh agen neurolitik pada tulang belakang atau sumsum tulang belakang; lumbal atau sakral 2

Kriteria Kelayakan Medis untuk Klaim BPJS

  • Pasien harus mengalami nyeri berat yang membatasi aktivitas sehari-hari selama minimal 6 bulan 2
  • Pasien harus telah mencoba dan gagal dengan perawatan konservatif selama minimal 6 minggu, termasuk latihan di rumah, peregangan, NSAID, dan terapi panas 2
  • Untuk prosedur RFA ulangan, pasien harus menunjukkan respons positif terhadap RFA sebelumnya dengan pengurangan nyeri >50% selama minimal 12 minggu 2

Persyaratan Dokumentasi untuk Klaim BPJS

  • Dokumentasi harus mencakup:
    • Skor nyeri sebelum prosedur (disarankan menggunakan skala VAS) 2
    • Bukti kegagalan terapi konservatif 1, 2
    • Untuk RFA ulangan, dokumentasi respons terhadap prosedur sebelumnya dengan persentase pengurangan nyeri 1, 2
    • Hasil blok diagnostik sebelumnya yang menunjukkan respons positif 1

Pertimbangan Khusus

  • RFA harus dilakukan dengan panduan pencitraan yang tepat untuk memastikan penempatan yang akurat 2
  • Untuk pasien dengan perangkat implan di lokasi RFA, dokumentasi tambahan mungkin diperlukan karena pertimbangan keamanan khusus, meskipun penelitian menunjukkan efektivitas yang sebanding 3, 4
  • Untuk kondisi nyeri yang kompleks seperti neuralgia interkostal, dokumentasi tambahan mungkin diperlukan untuk membuktikan kelayakan medis 5

Hal Penting dan Potensi Kesalahan

  • Pastikan kode yang dipilih sesuai dengan lokasi anatomis yang tepat (servikalis/torakalis vs lumbal/sakral) 1, 2
  • Pastikan dokumentasi mencakup bukti diagnostik yang mendukung diagnosis nyeri sendi faset atau diagnosis lain yang sesuai 1
  • Jangan menggunakan kode untuk prosedur RFA pada pasien dengan fusi tulang belakang sebelumnya di level yang akan diobati tanpa dokumentasi tambahan 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.