What is the survival rate for hydrops fetalis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Angka Bertahan Hidup Hydrops Fetalis

Angka bertahan hidup untuk hydrops fetalis secara keseluruhan adalah sekitar 50%, dengan tingkat kelangsungan hidup yang lebih rendah pada kasus yang terdeteksi sebelum 24 minggu kehamilan. 1

Faktor yang Mempengaruhi Prognosis

Prognosis hydrops fetalis sangat bergantung pada beberapa faktor utama:

  • Etiologi yang mendasari - penyebab hydrops sangat menentukan hasil akhir 1
  • Usia kehamilan saat deteksi dan persalinan - deteksi dini (<24 minggu) memiliki prognosis lebih buruk 1
  • Nilai Apgar - skor Apgar rendah berhubungan dengan hasil yang lebih buruk 1
  • Tingkat resusitasi yang diperlukan saat lahir - kebutuhan dukungan yang lebih tinggi menunjukkan prognosis yang lebih buruk 1
  • Kebutuhan transportasi bayi baru lahir - mempengaruhi hasil akhir 1

Angka Bertahan Hidup Berdasarkan Waktu Diagnosis

  • Diagnosis sebelum 24 minggu: Hampir setengah kasus memiliki kelainan kromosom dengan tingkat kelangsungan hidup sangat rendah. Bahkan tanpa kelainan kromosom, kelangsungan hidup <50% 1
  • Diagnosis setelah 20 minggu: Dalam sebuah penelitian prenatal dengan 71 kehamilan yang berlanjut >20 minggu (tidak termasuk banyak kasus dengan kelainan kromosom), kelangsungan hidup sekitar 50%, dan hanya 25% yang bertahan hidup tanpa morbiditas mayor 1
  • Bayi yang lahir hidup: Angka kematian neonatal dengan hydrops fetalis mencapai 60% 1

Angka Bertahan Hidup Berdasarkan Etiologi

  • Chylothorax: Angka kematian hanya sekitar 6%, namun meningkat hingga dua pertiga jika bayi memiliki anomali terkait 1
  • Aritmia janin atau infeksi parvovirus B19: Memiliki prognosis lebih baik karena merupakan penyebab yang dapat diobati 1
  • Hydrops dengan efusi pleura: Kelangsungan hidup melebihi 50% pada janin hidrops yang diobati dengan penempatan shunt thoracoamniotic 1
  • Twin-reversed arterial perfusion sequence: Kelangsungan hidup keseluruhan 80% setelah ablasi radiofrequensi pada kembar acardiac 1
  • Hydrops dengan hydrothorax primer:
    • Dengan hydrops: 58.0% kelangsungan hidup
    • Tanpa hydrops: 97.8% kelangsungan hidup 2

Faktor Prognostik Buruk

  • Usia kehamilan saat diagnosis <30 minggu (risiko relatif kematian 2,1) 2
  • Edema kulit dan asites (risiko relatif kematian 2,3) 2
  • Efusi pleura bilateral (risiko relatif kematian 3,1) 2
  • Skor Apgar rendah pada 5 menit 1
  • Kebutuhan dukungan oksigen tingkat tinggi dan ventilasi frekuensi tinggi pada hari pertama kehidupan 1

Tren Temporal

Tidak ada perbaikan signifikan dalam tingkat kelangsungan hidup selama dua dekade terakhir. Membandingkan angka kematian di antara bayi baru lahir dengan hydrops yang dilahirkan pada tahun 1993-2003 vs 2003-2009, tidak ada perbedaan signifikan dalam angka kematian di kedua periode waktu (47% vs 67%) 1

Intervensi dan Dampaknya pada Kelangsungan Hidup

  • Thoracoamniotic shunting (TAS) pada kasus dengan hydrops: mengurangi risiko kematian secara signifikan (risiko relatif yang disesuaikan 0,61) dibandingkan tanpa terapi janin 2
  • Transfusi intrauterin untuk hydrops akibat infeksi parvovirus: meningkatkan hasil secara signifikan 1
  • Terapi laser untuk kasus sindrom transfusi twin-twin dengan hydrops: dianggap sebagai pendekatan terbaik untuk meningkatkan prognosis 1

Kesimpulan

Hydrops fetalis tetap menjadi kondisi dengan tingkat kematian yang tinggi. Identifikasi penyebab yang mendasari dan intervensi tepat waktu dapat meningkatkan hasil pada beberapa kasus, terutama yang disebabkan oleh kondisi yang dapat diobati seperti aritmia janin, infeksi parvovirus, atau efusi pleura yang dapat didrainase.

References

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.