What is the treatment for hydrothorax in hydrops fetalis?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 17, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Terapi Hydrothorax pada Kasus Hydrops Fetalis

Penanganan hydrothorax pada hydrops fetalis yang direkomendasikan adalah drainase cairan melalui penempatan shunt thoracoamniotic, yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup hingga lebih dari 50% pada kasus hydrothorax dengan hydrops fetalis. 1

Pilihan Terapi Berdasarkan Kondisi Klinis

  • Untuk hydrothorax unilateral yang besar yang menyebabkan hydrops fetalis, direkomendasikan drainase cairan efusi pleura atau penempatan shunt thoracoamniotic 1
  • Jika usia kehamilan sudah mendekati aterm, dapat dipertimbangkan drainase dengan jarum sebelum persalinan 1
  • Untuk efusi pleura besar yang terkait dengan sekuestrasi bronkopulmoner, dapat dilakukan drainase dengan jarum atau penempatan shunt thoracoamniotic 1
  • Chylothorax (penyebab tersering efusi pleura terisolasi yang menyebabkan hydrops) dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan cairan pleura yang menunjukkan >80% limfosit tanpa adanya infeksi 1

Teknik dan Hasil Terapi

  • Shunt thoracoamniotic secara efektif mengalirkan cairan dan memungkinkan ekspansi paru, yang dapat memperpanjang kehamilan dan meningkatkan kelangsungan hidup neonatal 2
  • Teknik double-basket untuk shunt thoracoamniotic telah menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tinggi (75%) pada kasus hydrops fetalis dengan efusi pleura 3
  • Pada kasus efusi pleura dengan hydrops sekunder yang ditangani dengan shunt thoracoamniotic, tingkat kelangsungan hidup mencapai 72,4% 4
  • Resolusi spontan efusi dapat terjadi pada beberapa kasus, tetapi jarang terjadi 5

Faktor Prognostik

  • Faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi: usia kehamilan saat diagnosis dan persalinan, adanya hydrops, dan efusi bilateral 5
  • Efusi pleura bilateral dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk dibandingkan efusi unilateral 5
  • Ketebalan edema prekordial yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran kantung efusi pleura sebelum terapi mungkin menunjukkan kondisi yang resisten terhadap pengobatan dan hasil postnatal yang buruk 3
  • Janin dengan efusi besar dan hydrops memiliki prognosis buruk, dan dekompresi toraks dengan shunt thoracoamniotic dapat menyelamatkan nyawa 5

Komplikasi dan Pertimbangan

  • Komplikasi penempatan shunt thoracoamniotic termasuk perpindahan shunt ke dalam rongga dada janin, namun ini jarang terjadi dan dapat ditangani secara konservatif 2
  • Sebagian besar kematian neonatal (87,5%) terjadi pada bayi baru lahir yang dilahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu 6
  • Tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi pada janin non-hidrops dibandingkan dengan janin hidrops (85% vs 47%) 6
  • Hampir semua bayi yang bertahan hidup setelah penempatan shunt thoracoamniotic memerlukan perawatan di unit perawatan intensif neonatal, dengan median lama rawat 15 hari 4

Rekomendasi Penanganan

  • Semua kasus hydrothorax dengan hydrops fetalis sebaiknya dirujuk ke pusat perawatan tersier atau pusat dengan keahlian dalam terapi yang relevan 1
  • Evaluasi prenatal yang cermat harus dilakukan untuk menentukan etiologi yang mendasari dan menyusun rencana penanganan 6
  • Pemantauan ketat dengan ultrasonografi diperlukan untuk mendeteksi resolusi spontan atau perkembangan menjadi hydrops 5
  • Untuk janin dengan efusi besar dan hydrops, dekompresi toraks dengan shunt thoracoamniotic harus dipertimbangkan sebagai tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa 5

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.