Terapi Hydrothorax pada Kasus Hydrops Fetalis
Penanganan hydrothorax pada hydrops fetalis yang direkomendasikan adalah drainase cairan melalui penempatan shunt thoracoamniotic, yang dapat meningkatkan kelangsungan hidup hingga lebih dari 50% pada kasus hydrothorax dengan hydrops fetalis. 1
Pilihan Terapi Berdasarkan Kondisi Klinis
- Untuk hydrothorax unilateral yang besar yang menyebabkan hydrops fetalis, direkomendasikan drainase cairan efusi pleura atau penempatan shunt thoracoamniotic 1
- Jika usia kehamilan sudah mendekati aterm, dapat dipertimbangkan drainase dengan jarum sebelum persalinan 1
- Untuk efusi pleura besar yang terkait dengan sekuestrasi bronkopulmoner, dapat dilakukan drainase dengan jarum atau penempatan shunt thoracoamniotic 1
- Chylothorax (penyebab tersering efusi pleura terisolasi yang menyebabkan hydrops) dapat dikonfirmasi dengan pemeriksaan cairan pleura yang menunjukkan >80% limfosit tanpa adanya infeksi 1
Teknik dan Hasil Terapi
- Shunt thoracoamniotic secara efektif mengalirkan cairan dan memungkinkan ekspansi paru, yang dapat memperpanjang kehamilan dan meningkatkan kelangsungan hidup neonatal 2
- Teknik double-basket untuk shunt thoracoamniotic telah menunjukkan tingkat kelangsungan hidup tinggi (75%) pada kasus hydrops fetalis dengan efusi pleura 3
- Pada kasus efusi pleura dengan hydrops sekunder yang ditangani dengan shunt thoracoamniotic, tingkat kelangsungan hidup mencapai 72,4% 4
- Resolusi spontan efusi dapat terjadi pada beberapa kasus, tetapi jarang terjadi 5
Faktor Prognostik
- Faktor yang mempengaruhi prognosis meliputi: usia kehamilan saat diagnosis dan persalinan, adanya hydrops, dan efusi bilateral 5
- Efusi pleura bilateral dikaitkan dengan prognosis yang lebih buruk dibandingkan efusi unilateral 5
- Ketebalan edema prekordial yang lebih besar dibandingkan dengan ukuran kantung efusi pleura sebelum terapi mungkin menunjukkan kondisi yang resisten terhadap pengobatan dan hasil postnatal yang buruk 3
- Janin dengan efusi besar dan hydrops memiliki prognosis buruk, dan dekompresi toraks dengan shunt thoracoamniotic dapat menyelamatkan nyawa 5
Komplikasi dan Pertimbangan
- Komplikasi penempatan shunt thoracoamniotic termasuk perpindahan shunt ke dalam rongga dada janin, namun ini jarang terjadi dan dapat ditangani secara konservatif 2
- Sebagian besar kematian neonatal (87,5%) terjadi pada bayi baru lahir yang dilahirkan sebelum usia kehamilan 34 minggu 6
- Tingkat kelangsungan hidup lebih tinggi pada janin non-hidrops dibandingkan dengan janin hidrops (85% vs 47%) 6
- Hampir semua bayi yang bertahan hidup setelah penempatan shunt thoracoamniotic memerlukan perawatan di unit perawatan intensif neonatal, dengan median lama rawat 15 hari 4
Rekomendasi Penanganan
- Semua kasus hydrothorax dengan hydrops fetalis sebaiknya dirujuk ke pusat perawatan tersier atau pusat dengan keahlian dalam terapi yang relevan 1
- Evaluasi prenatal yang cermat harus dilakukan untuk menentukan etiologi yang mendasari dan menyusun rencana penanganan 6
- Pemantauan ketat dengan ultrasonografi diperlukan untuk mendeteksi resolusi spontan atau perkembangan menjadi hydrops 5
- Untuk janin dengan efusi besar dan hydrops, dekompresi toraks dengan shunt thoracoamniotic harus dipertimbangkan sebagai tindakan yang dapat menyelamatkan nyawa 5