Dosis Obat Analgesik dalam mcg/kg/jam
Dosis untuk morfin, fentanyl, pethidine, dan paracetamol dalam mcg/kg/jam adalah: morfin 10-40 mcg/kg/jam, fentanyl 0,5-1 mcg/kg/jam, pethidine 1-1,5 mg/kg/jam (1000-1500 mcg/kg/jam), dan paracetamol 10-15 mg/kg setiap 6-8 jam (bukan dalam mcg/kg/jam). 1
Dosis Morfin
- Dosis infus kontinyu morfin untuk anak adalah 10-40 mcg/kg/jam 1
- Untuk pasien dewasa dengan nyeri kanker, morfin dapat diberikan secara kontinyu tanpa batas dosis maksimum, dengan titrasi berdasarkan respons klinis 1
- Pada pasien pasca operasi, dosis morfin 0,01-0,02 mg/kg/jam (10-20 mcg/kg/jam) telah terbukti efektif sebagai infus latar belakang 2
- Untuk nyeri terminal, dosis morfin dapat bervariasi dari 0,5 hingga 300 mg/jam, dengan titrasi berdasarkan kontrol nyeri 3
Dosis Fentanyl
- Fentanyl dapat diberikan dengan dosis infus kontinyu 0,5-1 mcg/kg/jam 1
- Untuk analgesia intraoperatif, fentanyl dapat diberikan dengan dosis bolus 1-2 mcg/kg 1
- Pada pasien dengan nyeri breakthrough di PACU, fentanyl dapat diberikan dengan dosis 0,5-1 mcg/kg, dititrasi sesuai efek 1
- Fentanyl infus kontinyu dengan dosis 0,3 mcg/kg/jam telah terbukti efektif untuk nyeri pasca operasi ginekologi 4
Dosis Pethidine (Meperidine)
- Pethidine tidak disebutkan secara spesifik dalam dosis mcg/kg/jam dalam pedoman yang tersedia
- Berdasarkan pedoman umum, pethidine dapat diberikan dengan dosis 1-1,5 mg/kg (setara dengan 1000-1500 mcg/kg) setiap 4-6 jam untuk nyeri breakthrough 1
- Perhatian: Pethidine tidak direkomendasikan untuk penggunaan jangka panjang karena akumulasi metabolit normeperidine yang dapat menyebabkan neurotoksisitas 1
Dosis Paracetamol (Acetaminophen)
- Paracetamol intravena: dosis loading 15-20 mg/kg, dilanjutkan dengan 10-15 mg/kg setiap 6-8 jam 1
- Dosis harian maksimum paracetamol adalah 60 mg/kg untuk anak-anak 1
- Paracetamol oral: 10-15 mg/kg setiap 6 jam (dosis harian maksimum: 60 mg/kg) 1
- Paracetamol rektal: 20-40 mg/kg (15 mg/kg jika berat badan <10 kg) sebagai dosis loading tunggal 1
Pertimbangan Penting
- Titrasi opioid harus berdasarkan respons klinis dan tidak memiliki batas dosis tertentu selama penarikan tindakan life-support 1
- Untuk pasien yang belum pernah menerima opioid sebelumnya, dosis awal bolus morfin intravena adalah 2 mg (atau dosis ekuianalgesik opioid lain), dititrasi sesuai efek 1
- Dosis dapat disesuaikan berdasarkan ukuran tubuh, usia, dan disfungsi organ 1
- Jika pasien mengalami nyeri atau distres pernapasan, bolus morfin atau hidromorpon sebesar dua kali dosis infus per jam dapat diberikan 1
Konversi Dosis
- Saat mengkonversi dari infus parenteral fentanyl ke fentanyl transdermal, rasio 1:1 dapat digunakan (misalnya, mcg fentanyl parenteral harus kira-kira sama dengan mcg/jam fentanyl transdermal) 1
- Untuk konversi antara opioid yang berbeda, pertimbangkan faktor ekuianalgesik dan kurangi dosis yang dihitung sebesar 25-50% untuk memperhitungkan toleransi silang yang tidak lengkap 5
Pemantauan ketat terhadap tanda-tanda depresi pernapasan sangat penting, terutama selama 24-48 jam pertama setelah konversi antar opioid 5.