Beban Maksimal Tibial Skeletal Traksi
Beban maksimal untuk tibial skeletal traksi adalah sekitar 10-15% dari berat badan pasien, dengan batas maksimal 15 kg untuk mencegah komplikasi neurovaskular.
Prinsip Dasar Tibial Skeletal Traksi
- Traksi skeletal tibial merupakan metode stabilisasi awal yang efektif untuk cedera ortopedi pada ekstremitas bawah 1
- Digunakan sebagai penanganan sementara sebelum operasi definitif untuk fraktur femur dan cedera ekstremitas bawah lainnya 1, 2
- Manfaat utama termasuk reduksi fraktur, mengurangi nyeri, dan memulihkan jaringan lunak sekitarnya 3
Panduan Pembebanan
- Beban traksi harus dimulai dari 5% berat badan pasien dan dapat ditingkatkan secara bertahap 2
- Beban maksimal yang direkomendasikan adalah 10-15% dari berat badan pasien 2
- Batas absolut beban traksi adalah 15 kg untuk mencegah komplikasi neurovaskular 3
- Untuk pasien obesitas, perhitungan beban harus menggunakan berat badan yang disesuaikan (adjusted body weight) bukan berat aktual 4
Pertimbangan Khusus
- Untuk pasien obesitas morbid (BMI >40), risiko komplikasi neurovaskular meningkat dan beban harus dihitung dengan lebih konservatif 3
- Rumus untuk berat badan yang disesuaikan: Berat badan ideal + [(Berat badan aktual - Berat badan ideal) × 0,25] 4
- Pada pasien dengan amputasi, perlu penyesuaian persentase berat badan sesuai dengan bagian tubuh yang diamputasi 4
Komplikasi dan Pencegahan
- Insiden komplikasi neurovaskular dilaporkan sekitar 2,3% dari kasus traksi tibial proksimal 2
- Komplikasi paling umum adalah defisit motorik dan/atau sensorik pada distribusi saraf peroneal 3, 2
- Faktor risiko untuk komplikasi meliputi:
Teknik Penempatan yang Aman
- Pin harus ditempatkan tegak lurus terhadap permukaan tulang dan di bawah fisis tuberkulum tibial 5
- Pemeriksaan neurovaskular menyeluruh harus dilakukan sebelum pemasangan pin 2
- Untuk pasien lansia dengan tulang rapuh, sistem traksi dengan dua pin dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko pelonggaran pin 6
- Setelah pemasangan pin, pemeriksaan neurovaskular harus dilakukan secara berkala 2
Protokol Rehabilitasi Pasca-Traksi
- Pasien harus bebas nyeri saat ambulasi dan aktivitas sehari-hari selama 10-14 hari sebelum memulai aktivitas yang berhubungan dengan beban berat 7
- Latihan berjalan tanpa nyeri harus ditingkatkan hingga 30-45 menit berjalan terus-menerus 7
- Resolusi nyeri tulang sangat penting sebelum melanjutkan ke latihan yang lebih menuntut 7