What is the maximum weight for tibial skeletal traction (TST) in relation to a patient's body weight?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 27, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Beban Maksimal Tibial Skeletal Traksi

Beban maksimal untuk tibial skeletal traksi adalah sekitar 10-15% dari berat badan pasien, dengan batas maksimal 15 kg untuk mencegah komplikasi neurovaskular.

Prinsip Dasar Tibial Skeletal Traksi

  • Traksi skeletal tibial merupakan metode stabilisasi awal yang efektif untuk cedera ortopedi pada ekstremitas bawah 1
  • Digunakan sebagai penanganan sementara sebelum operasi definitif untuk fraktur femur dan cedera ekstremitas bawah lainnya 1, 2
  • Manfaat utama termasuk reduksi fraktur, mengurangi nyeri, dan memulihkan jaringan lunak sekitarnya 3

Panduan Pembebanan

  • Beban traksi harus dimulai dari 5% berat badan pasien dan dapat ditingkatkan secara bertahap 2
  • Beban maksimal yang direkomendasikan adalah 10-15% dari berat badan pasien 2
  • Batas absolut beban traksi adalah 15 kg untuk mencegah komplikasi neurovaskular 3
  • Untuk pasien obesitas, perhitungan beban harus menggunakan berat badan yang disesuaikan (adjusted body weight) bukan berat aktual 4

Pertimbangan Khusus

  • Untuk pasien obesitas morbid (BMI >40), risiko komplikasi neurovaskular meningkat dan beban harus dihitung dengan lebih konservatif 3
  • Rumus untuk berat badan yang disesuaikan: Berat badan ideal + [(Berat badan aktual - Berat badan ideal) × 0,25] 4
  • Pada pasien dengan amputasi, perlu penyesuaian persentase berat badan sesuai dengan bagian tubuh yang diamputasi 4

Komplikasi dan Pencegahan

  • Insiden komplikasi neurovaskular dilaporkan sekitar 2,3% dari kasus traksi tibial proksimal 2
  • Komplikasi paling umum adalah defisit motorik dan/atau sensorik pada distribusi saraf peroneal 3, 2
  • Faktor risiko untuk komplikasi meliputi:
    • Obesitas 3
    • Penempatan pin yang tidak tepat 2
    • Beban traksi berlebihan 3, 2
    • Trauma jaringan lunak selama penempatan pin 2

Teknik Penempatan yang Aman

  • Pin harus ditempatkan tegak lurus terhadap permukaan tulang dan di bawah fisis tuberkulum tibial 5
  • Pemeriksaan neurovaskular menyeluruh harus dilakukan sebelum pemasangan pin 2
  • Untuk pasien lansia dengan tulang rapuh, sistem traksi dengan dua pin dapat dipertimbangkan untuk mengurangi risiko pelonggaran pin 6
  • Setelah pemasangan pin, pemeriksaan neurovaskular harus dilakukan secara berkala 2

Protokol Rehabilitasi Pasca-Traksi

  • Pasien harus bebas nyeri saat ambulasi dan aktivitas sehari-hari selama 10-14 hari sebelum memulai aktivitas yang berhubungan dengan beban berat 7
  • Latihan berjalan tanpa nyeri harus ditingkatkan hingga 30-45 menit berjalan terus-menerus 7
  • Resolusi nyeri tulang sangat penting sebelum melanjutkan ke latihan yang lebih menuntut 7

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.