How does furosemide cause hypotension?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 30, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Mekanisme Furosemid Menyebabkan Hipotensi

Furosemid dapat menyebabkan hipotensi melalui dua mekanisme utama: deplesi volume akibat diuresis dan efek vasodilatasi langsung, dengan deplesi volume menjadi mekanisme utama yang paling signifikan. 1

Mekanisme Utama

  • Diuresis berlebihan menyebabkan deplesi volume darah dan penurunan volume sirkulasi yang dapat mengakibatkan kolaps sirkulasi, terutama pada pasien lanjut usia 2
  • Penggunaan furosemid yang berlebihan dapat menurunkan tekanan darah, mengganggu fungsi ginjal, dan menurunkan toleransi latihan 1
  • Penurunan tekanan pengisian ventrikel kanan akibat kehilangan cairan menyebabkan penurunan volume sekuncup dan aktivasi sistem renin-angiotensin-aldosteron (RAAS) serta sistem saraf simpatis 1

Efek Vasodilatasi

  • Furosemid memiliki efek vasodilatasi langsung yang dimediasi oleh prostaglandin, meskipun efek ini kurang signifikan dibandingkan dengan efek diuretiknya 3
  • Pemberian indomethacin (penghambat prostaglandin) dapat mencegah penurunan tekanan darah yang diinduksi furosemid pada tikus dengan ligasi ureter, menunjukkan peran prostaglandin dalam efek hipotensi 3
  • Efek hipotensi awal furosemid bergantung pada diuresis, karena pada pasien dengan gangguan fungsi ginjal berat tanpa diuresis, efek penurunan tekanan darah minimal 4

Faktor Risiko Hipotensi

  • Pasien dengan hipotensi (tekanan darah sistolik < 90 mmHg), hiponatremia berat, atau asidosis kemungkinan tidak akan merespons pengobatan diuretik dan berisiko mengalami hipotensi lebih lanjut 1
  • Hipotensi dan azotemia dapat terjadi sebagai akibat dari memburuknya gagal jantung, yang dapat diperburuk oleh upaya untuk mengurangi dosis diuretik 1
  • Pasien dengan postur tegak dapat mengalami peningkatan renin plasma yang ditemukan pada pasien sirosis dengan asites, yang secara teoritis dapat meningkatkan retensi natrium dan memperburuk hipotensi 1

Elektrolit dan Hipotensi

  • Furosemid dapat menyebabkan deplesi elektrolit penting (kalium dan magnesium), yang dapat memperburuk hipotensi 2
  • Tanda-tanda ketidakseimbangan cairan atau elektrolit yang dapat berkontribusi pada hipotensi meliputi: mulut kering, haus, kelemahan, letargi, mengantuk, gelisah, nyeri otot atau kram, kelelahan otot, hipotensi, oliguria, takikardia, aritmia, atau gangguan gastrointestinal seperti mual dan muntah 2
  • Hipotensi postural yang terkadang terjadi biasanya dapat diatasi dengan bangun secara perlahan 2

Interaksi Obat yang Memperburuk Hipotensi

  • Furosemid yang dikombinasikan dengan penghambat enzim konversi angiotensin (ACE inhibitor) atau penghambat reseptor angiotensin II dapat menyebabkan hipotensi berat dan penurunan fungsi ginjal, termasuk gagal ginjal 2
  • Potensiasi terjadi dengan obat-obatan yang memblokir ganglion atau adrenergik perifer. Furosemid dapat menurunkan respons arteri terhadap norepinefrin 2
  • Penggunaan furosemid bersamaan dengan kloralhidrat dalam waktu 24 jam dapat menyebabkan kemerahan, serangan berkeringat, kegelisahan, mual, peningkatan tekanan darah, dan takikardia 2

Pencegahan dan Penanganan Hipotensi

  • Jika tidak ada tanda-tanda retensi cairan, hipotensi dan azotemia kemungkinan terkait dengan deplesi volume dan dapat teratasi setelah pengurangan dosis diuretik 1
  • Pemantauan elektrolit serum (terutama kalium), CO2, kreatinin, dan BUN harus dilakukan secara teratur selama terapi furosemid 2
  • Pada pasien dengan gagal jantung, kombinasi furosemid dengan ACE inhibitor atau antagonis aldosteron dapat mencegah deplesi elektrolit dan membantu mengelola hipotensi 1

Kesimpulan Klinis

  • Hipotensi yang disebabkan oleh furosemid terutama terjadi melalui mekanisme deplesi volume dan vasodilatasi yang dimediasi prostaglandin 3, 4
  • Penggunaan furosemid harus hati-hati pada pasien dengan risiko hipotensi, dan dosis harus disesuaikan berdasarkan respons tekanan darah dan status volume 2
  • Pemantauan elektrolit dan fungsi ginjal sangat penting untuk mencegah komplikasi hipotensi terkait furosemid 2

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.