Is acetylcysteine (N-acetylcysteine) safe for pregnant and breastfeeding women?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: October 31, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Keamanan Asetilsistein pada Ibu Hamil dan Menyusui

Asetilsistein (N-acetylcysteine) dapat digunakan dengan aman selama kehamilan dan menyusui karena tidak menunjukkan bukti efek teratogenik pada studi hewan dan manusia.

Keamanan Selama Kehamilan

  • Studi teratogenisitas asetilsistein pada kelinci dengan dosis oral hingga 500 mg/kg/hari (2,6 kali dosis mukolitik manusia) tidak menunjukkan efek teratogenik 1
  • Penelitian reproduksi asetilsistein pada tikus dan kelinci dengan dosis hingga 2,6 kali dosis manusia tidak menunjukkan bukti gangguan kesuburan atau bahaya pada janin 1
  • Asetilsistein telah digunakan dengan sukses untuk mengobati keracunan parasetamol pada wanita hamil tanpa efek samping yang signifikan pada janin 2, 3
  • Asetilsistein dapat menembus plasenta dan dapat mengikat metabolit toksik baik pada ibu maupun janin, sehingga bermanfaat dalam kasus overdosis parasetamol 4

Penggunaan Klinis Selama Kehamilan

  • Dalam kasus gagal hati akut pada kehamilan, asetilsistein dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada wanita yang memerlukan perawatan di unit perawatan intensif, meskipun data yang mendukung masih terbatas 5
  • Manfaat telah ditunjukkan pada kasus gagal hati non-parasetamol, sehingga dapat dipertimbangkan pada wanita dengan gangguan hati berat selama kehamilan 5
  • Asetilsistein intravena telah berhasil digunakan dengan protokol 20 jam untuk mengobati keracunan parasetamol pada wanita hamil dengan efek samping minimal 2

Keamanan Selama Menyusui

  • Meskipun tidak ada data spesifik tentang ekskresi asetilsistein dalam ASI, belum ada laporan efek samping pada bayi yang menyusu 1
  • Perlu diperhatikan bahwa tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam ASI manusia, sehingga kehati-hatian harus diterapkan saat asetilsistein diberikan kepada ibu menyusui 1
  • Farmakokinetik asetilsistein menunjukkan waktu paruh terminal 6,25 jam setelah pemberian oral, yang berarti kadarnya dalam darah akan berkurang signifikan dalam waktu singkat 6

Pertimbangan Dosis dan Administrasi

  • Dosis asetilsistein untuk wanita hamil sama dengan dosis untuk wanita yang tidak hamil 5
  • Efek samping yang sering dilaporkan adalah mual, muntah, dan diare, yang perlu diperhatikan terutama pada wanita hamil yang mungkin sudah mengalami mual terkait kehamilan 6
  • Pada kasus overdosis parasetamol, inisiasi asetilsistein dalam 16 jam pertama setelah konsumsi dapat mencegah sebagian besar morbiditas dan mortalitas 4

Hal yang Perlu Diperhatikan

  • Meskipun asetilsistein dianggap aman, penilaian risiko dan manfaat tetap harus dilakukan untuk setiap kasus individual 7
  • Keputusan penggunaan obat selama kehamilan harus mempertimbangkan risiko tidak mengobati kondisi yang mendasarinya versus risiko potensial pada janin 5
  • Penggunaan asetilsistein untuk indikasi mukolitik atau antioksidan selama kehamilan memiliki profil keamanan yang baik berdasarkan pengalaman klinis 7

Secara keseluruhan, asetilsistein dapat digunakan dengan aman selama kehamilan dan menyusui ketika diindikasikan secara medis, dengan mempertimbangkan bahwa manfaat pengobatan lebih besar daripada risiko potensial.

References

Research

Acute acetaminophen overdose during pregnancy.

Obstetrics and gynecology, 1989

Research

Acetaminophen overdose in pregnancy.

Southern medical journal, 2005

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Clinical pharmacokinetics of N-acetylcysteine.

Clinical pharmacokinetics, 1991

Research

The Use of Medication in Pregnancy.

Deutsches Arzteblatt international, 2019

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.