Keamanan Asetilsistein pada Ibu Hamil dan Menyusui
Asetilsistein (N-acetylcysteine) dapat digunakan dengan aman selama kehamilan dan menyusui karena tidak menunjukkan bukti efek teratogenik pada studi hewan dan manusia.
Keamanan Selama Kehamilan
- Studi teratogenisitas asetilsistein pada kelinci dengan dosis oral hingga 500 mg/kg/hari (2,6 kali dosis mukolitik manusia) tidak menunjukkan efek teratogenik 1
- Penelitian reproduksi asetilsistein pada tikus dan kelinci dengan dosis hingga 2,6 kali dosis manusia tidak menunjukkan bukti gangguan kesuburan atau bahaya pada janin 1
- Asetilsistein telah digunakan dengan sukses untuk mengobati keracunan parasetamol pada wanita hamil tanpa efek samping yang signifikan pada janin 2, 3
- Asetilsistein dapat menembus plasenta dan dapat mengikat metabolit toksik baik pada ibu maupun janin, sehingga bermanfaat dalam kasus overdosis parasetamol 4
Penggunaan Klinis Selama Kehamilan
- Dalam kasus gagal hati akut pada kehamilan, asetilsistein dapat dipertimbangkan untuk digunakan pada wanita yang memerlukan perawatan di unit perawatan intensif, meskipun data yang mendukung masih terbatas 5
- Manfaat telah ditunjukkan pada kasus gagal hati non-parasetamol, sehingga dapat dipertimbangkan pada wanita dengan gangguan hati berat selama kehamilan 5
- Asetilsistein intravena telah berhasil digunakan dengan protokol 20 jam untuk mengobati keracunan parasetamol pada wanita hamil dengan efek samping minimal 2
Keamanan Selama Menyusui
- Meskipun tidak ada data spesifik tentang ekskresi asetilsistein dalam ASI, belum ada laporan efek samping pada bayi yang menyusu 1
- Perlu diperhatikan bahwa tidak diketahui apakah obat ini diekskresikan dalam ASI manusia, sehingga kehati-hatian harus diterapkan saat asetilsistein diberikan kepada ibu menyusui 1
- Farmakokinetik asetilsistein menunjukkan waktu paruh terminal 6,25 jam setelah pemberian oral, yang berarti kadarnya dalam darah akan berkurang signifikan dalam waktu singkat 6
Pertimbangan Dosis dan Administrasi
- Dosis asetilsistein untuk wanita hamil sama dengan dosis untuk wanita yang tidak hamil 5
- Efek samping yang sering dilaporkan adalah mual, muntah, dan diare, yang perlu diperhatikan terutama pada wanita hamil yang mungkin sudah mengalami mual terkait kehamilan 6
- Pada kasus overdosis parasetamol, inisiasi asetilsistein dalam 16 jam pertama setelah konsumsi dapat mencegah sebagian besar morbiditas dan mortalitas 4
Hal yang Perlu Diperhatikan
- Meskipun asetilsistein dianggap aman, penilaian risiko dan manfaat tetap harus dilakukan untuk setiap kasus individual 7
- Keputusan penggunaan obat selama kehamilan harus mempertimbangkan risiko tidak mengobati kondisi yang mendasarinya versus risiko potensial pada janin 5
- Penggunaan asetilsistein untuk indikasi mukolitik atau antioksidan selama kehamilan memiliki profil keamanan yang baik berdasarkan pengalaman klinis 7
Secara keseluruhan, asetilsistein dapat digunakan dengan aman selama kehamilan dan menyusui ketika diindikasikan secara medis, dengan mempertimbangkan bahwa manfaat pengobatan lebih besar daripada risiko potensial.