Can a breastfeeding mother be given codeine?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 4, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Codeine Tidak Boleh Diberikan kepada Ibu Menyusui

Ibu menyusui sebaiknya tidak diberikan codeine karena risiko depresi pernapasan dan kematian pada bayi, dan tersedia alternatif analgesik yang lebih aman. 1

Mengapa Codeine Berbahaya

Codeine adalah prodrug yang dimetabolisme menjadi morfin oleh enzim CYP2D6, dengan variabilitas genetik yang signifikan antar populasi yang membuat paparan bayi tidak dapat diprediksi 1:

  • Wanita dengan metabolisme ultrarapid (hingga 28% pada populasi Timur Tengah/Afrika Utara, hingga 10% pada populasi Kaukasia, hingga 1% pada populasi Asia) menghasilkan konsentrasi morfin yang jauh lebih tinggi dalam ASI 1
  • Terdapat kasus terdokumentasi depresi pernapasan berat dan kematian neonatal akibat paparan codeine melalui ASI 1
  • Codeine disekresi dalam ASI karena lipofilisitas tinggi dan ikatan protein yang lemah, dengan potensi metabolisme oleh bayi 1

Rekomendasi Badan Regulasi Internasional

Terdapat konsensus kuat dari badan regulasi utama 1, 2:

  • US Food and Drug Administration (FDA) dan European Medicines Agency menyarankan agar wanita menyusui tidak menggunakan codeine 1
  • Association of Anaesthetists merekomendasikan untuk tidak menggunakan codeine karena tersedia alternatif opioid lemah lainnya 1, 2
  • Meskipun UK Medicines and Healthcare Products Regulatory Agency (MHRA) menyatakan codeine dalam dosis moderat dan durasi singkat mungkin sesuai untuk sebagian besar wanita, ketidakmampuan memprediksi bayi mana yang sensitif membuat rekomendasi ini tidak aman 1

Alternatif yang Lebih Aman

Untuk Nyeri Ringan hingga Sedang:

  • Paracetamol (acetaminophen): Aman untuk ibu menyusui, jumlah yang tertelan bayi melalui ASI jauh lebih rendah dari dosis terapeutik pediatrik 1
  • NSAIDs: Ibuprofen, diclofenac, naproxen, ketorolac, dan parecoxib semuanya kompatibel dengan menyusui 1

Untuk Nyeri yang Memerlukan Opioid Lemah:

  • Dihydrocodeine mungkin lebih disukai karena metabolisme yang lebih bersih dibandingkan codeine dan pengalaman luas penggunaan setelah operasi caesar 1, 2
  • Efek analgesik dihydrocodeine terutama dari senyawa induk, bukan dari metabolit CYP2D6, sehingga tidak terpengaruh oleh kapasitas metabolik individual 1

Untuk Nyeri Berat:

  • Morfin direkomendasikan sebagai opioid pilihan jika diperlukan analgesia kuat pada wanita menyusui 1
  • Dosis tunggal morfin tidak diharapkan menyebabkan efek merugikan pada bayi 1
  • Jika dosis berulang morfin digunakan, bayi harus dipantau untuk tanda-tanda sedasi dan depresi pernapasan 1

Jika Codeine Sudah Diberikan

Jika seorang ibu menyusui telah mengonsumsi codeine 1, 2:

  • Buang ASI selama 15 jam untuk memungkinkan pembersihan penuh dari plasma maternal dan transfer yang tidak signifikan ke ASI setelahnya 1, 2
  • Pantau bayi untuk tanda-tanda toksisitas opioid termasuk kantuk berlebihan, kesulitan menyusui, depresi pernapasan, dan penurunan kewaspadaan 2

Peringatan Penting

  • Tidak ada tes genetik rutin untuk status metabolizer ultrarapid CYP2D6, sehingga tidak mungkin memprediksi pasangan ibu-bayi mana yang mungkin mengalami efek samping berat 2
  • Bahkan dosis codeine moderat yang tampak aman pada sebagian besar wanita dapat menyebabkan toksisitas berat pada bayi dari ibu dengan metabolisme ultrarapid 2
  • Proporsi metabolizer ultrarapid bervariasi signifikan berdasarkan etnis, menciptakan profil risiko yang bervariasi 1, 2

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Codeine and Breastfeeding: Safety Considerations

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.