Metilprednisolon pada Ibu Menyusui
Ibu menyusui boleh diberikan metilprednisolon dengan aman, karena transfer obat ke ASI sangat rendah (relative infant dose <1%) dan paparan bayi minimal, terutama jika menyusui ditunda 2-4 jam setelah pemberian. 1, 2, 3
Keamanan Berdasarkan Bukti Ilmiah
Transfer ke ASI Sangat Rendah
- Konsentrasi metilprednisolon dalam ASI mencapai puncak pada akhir infus (2.09 μg/ml) kemudian menurun secara bertahap, dengan kadar tidak terdeteksi pada 24 jam setelah infus 3
- Relative infant dose (RID) hanya 0.50-0.71% dari dosis maternal yang disesuaikan dengan berat badan, jauh di bawah ambang batas keamanan 10% yang diterima secara umum 2, 3
- Absolute infant dose dihitung 69.50-98.98 μg/kg/hari, lebih rendah dari dosis terapeutik yang diberikan langsung pada neonatus 1, 3
Rekomendasi Pedoman Klinis
- Prednisolon (metabolit aktif metilprednisolon) dianggap aman selama menyusui menurut European Association for the Study of the Liver, meskipun ada peningkatan risiko kecil celah langit-langit jika digunakan pada trimester pertama kehamilan 4
- American College of Rheumatology merekomendasikan prednison dosis <20 mg/hari sebagai kompatibel dengan menyusui; untuk dosis ≥20 mg/hari, tunda menyusui atau buang ASI yang terkumpul dalam 4 jam setelah pemberian 5
- Kortikosteroid lain seperti deksametason telah digunakan secara luas selama menyusui tanpa bukti efek merugikan 4
Strategi Meminimalkan Paparan Bayi
Waktu Pemberian yang Optimal
- Tunggu 2-4 jam setelah infus sebelum menyusui untuk mengurangi paparan bayi secara signifikan, karena konsentrasi puncak terjadi pada 1-2 jam pertama 1, 2, 3
- Jika menunggu tidak memungkinkan, menyusui 1 jam setelah infus masih menghasilkan paparan yang sangat rendah 2
- Konsentrasi metilprednisolon dalam ASI menurun menjadi 0.174 μg/ml pada 8 jam dan 0.102 μg/ml pada 12 jam setelah infus 2
Pertimbangan Dosis dan Durasi
- Untuk terapi jangka pendek (seperti 3 hari pulse therapy untuk relaps multiple sclerosis), risiko pada bayi sangat rendah 1, 2
- Metilprednisolon dapat diberikan sebagai terapi lini terakhir untuk hiperemesis gravidarum berat dengan dosis 16 mg IV setiap 8 jam hingga 3 hari, diikuti tapering selama 2 minggu 4
- Ibu yang menerima >5 mg prednisolon per hari selama >3 minggu berisiko supresi adrenal dan memerlukan peningkatan dosis glukokortikoid saat persalinan 4
Peringatan Penting
Kontraindikasi Relatif
- Label FDA menyatakan bahwa penggunaan kortikosteroid pada ibu menyusui memerlukan pertimbangan manfaat versus risiko potensial, dan bayi yang lahir dari ibu yang menerima dosis substansial harus diobservasi untuk tanda hipoadrenalisme 6
- Hindari pemberian pada ibu dengan infeksi sistemik aktif (fungal, amebiasis, strongyloidiasis) kecuali diperlukan untuk mengontrol reaksi obat 6
Monitoring Bayi
- Observasi bayi untuk perubahan denyut jantung atau berat badan jika ibu menerima terapi antihipertensi bersamaan 7
- Konsultasi dengan dokter anak dianjurkan, terutama untuk terapi jangka panjang atau dosis tinggi 5, 8
Interaksi dengan Kontrasepsi
- Jika menggunakan sugammadex (reversal neuromuscular blocker) bersamaan, ibu yang menggunakan kontrasepsi hormonal oral harus mengikuti aturan "pil yang terlewat" 4
Kesimpulan Praktis
Menyusui dapat dilanjutkan dengan aman pada ibu yang menerima metilprednisolon, dengan strategi optimal menunggu 2-4 jam setelah pemberian untuk meminimalkan paparan bayi lebih lanjut 1, 2, 3. Manfaat menyusui untuk perkembangan bayi melebihi risiko potensial dari paparan metilprednisolon dosis rendah dalam ASI 8, 9.