Apa itu Mentum dalam Konteks Persalinan
Mentum adalah istilah medis yang merujuk pada dagu janin, yang digunakan sebagai titik referensi anatomis untuk menentukan posisi kepala janin dalam presentasi muka (face presentation) selama persalinan. 1, 2
Definisi dan Klasifikasi Posisi Mentum
Dalam presentasi muka, posisi janin diklasifikasikan berdasarkan lokasi mentum (dagu) relatif terhadap pelvis ibu:
- Mentum anterior: Dagu janin menghadap ke arah anterior (depan) pelvis ibu - posisi ini memiliki prognosis terbaik untuk persalinan pervaginam 1, 2
- Mentum transverse: Dagu janin menghadap ke samping pelvis ibu 1, 3
- Mentum posterior: Dagu janin menghadap ke arah posterior (belakang) pelvis ibu - posisi ini paling sulit untuk persalinan pervaginam 1, 2
Implikasi Klinis Berdasarkan Posisi Mentum
Mentum Anterior
- Persalinan pervaginam berhasil pada 88-100% kasus 1, 3
- Hampir semua kasus dapat melahirkan secara spontan tanpa intervensi bedah 1
- Tingkat seksio sesarea hanya 14% pada posisi ini 2
Mentum Transverse
- Sebagian besar (11 dari 12 kasus) akan berputar spontan menjadi mentum anterior dan dapat melahirkan pervaginam 1
- Persalinan spontan terjadi pada 45% kasus 3
Mentum Posterior
- Tingkat seksio sesarea sangat tinggi: 85% 2
- Hanya 2 dari 10 kasus yang dapat melahirkan pervaginam setelah rotasi spontan ke mentum anterior 1
- Persalinan spontan hanya terjadi pada 25% kasus 3
- Berat badan janin yang lebih besar (rata-rata 3,792g) dikaitkan dengan kegagalan rotasi dari mentum posterior 1
Faktor yang Mempengaruhi Luaran Persalinan
- Penggunaan oksitosin dikaitkan dengan tingkat seksio sesarea yang lebih rendah (adjusted odds ratio 0.18) pada presentasi muka 2
- Berat badan janin yang lebih ringan (rata-rata 3,425g) memfasilitasi rotasi spontan dari mentum posterior ke anterior 1
Peringatan Penting
- Pada mentum posterior di aterm, seksio sesarea primer harus dipertimbangkan karena tingkat kegagalan persalinan pervaginam yang sangat tinggi 1
- Pola denyut jantung janin abnormal (deselerasi lambat dan variabel) terjadi pada 28.5% kasus yang dimonitor 1
- Skor Apgar rendah pada 5 menit lebih sering terjadi (10.9% vs 4.4% pada presentasi vertex) 2
- Empat dari 5 bayi dengan skor Apgar 5 menit rendah terjadi pada posisi mentum posterior 3