Posisi Mentum Posterior dan Arah Jam 6
Ya, Anda benar - dalam presentasi muka (face presentation) dengan posisi mentum posterior, dagu janin memang mengarah ke posterior (arah jam 6 o'clock), dan ini merupakan indikasi untuk sectio caesarea karena persalinan pervaginam hampir tidak mungkin terjadi. 1, 2, 3
Definisi dan Orientasi Posisi
- Mentum posterior berarti dagu (mentum) janin mengarah ke arah posterior ibu (ke arah sakrum/tulang belakang ibu), yang secara anatomis adalah posisi jam 6 o'clock 1, 2
- Ini berbeda dengan mentum anterior di mana dagu mengarah ke anterior ibu (ke arah simfisis pubis), yang merupakan posisi jam 12 o'clock 1, 3
Implikasi Klinis Mentum Posterior
Tingkat Keberhasilan Persalinan Pervaginam
- Mentum anterior: 88-96% dapat melahirkan pervaginam secara spontan 1, 2, 3
- Mentum transverse: 45% dapat melahirkan pervaginam setelah rotasi spontan ke mentum anterior 1, 2
- Mentum posterior: hanya 20-25% yang dapat melahirkan pervaginam setelah rotasi spontan ke mentum anterior 1, 2
Faktor yang Mempengaruhi Rotasi
- Bayi dengan berat lahir lebih rendah (rata-rata 3,425g) lebih mungkin berhasil berrotasi dari mentum posterior ke mentum anterior 1
- Bayi dengan berat lahir lebih tinggi (rata-rata 3,792g) cenderung tetap dalam posisi mentum posterior persisten (p < 0.01) 1
Rekomendasi Manajemen untuk Mentum Posterior
Indikasi Sectio Caesarea Primer
Pada presentasi muka dengan posisi mentum posterior yang persisten pada aterm, sectio caesarea primer harus dipertimbangkan sebagai pilihan utama 1
- Tingkat sectio caesarea pada mentum posterior mencapai 75-85% dibandingkan hanya 14% pada mentum anterior (p < 0.001) 3
- Sectio caesarea pada mentum posterior persisten menghindari risiko trauma maternal dan fetal yang signifikan 1, 2
Monitoring Ketat Jika Menunggu Rotasi Spontan
Jika memutuskan untuk menunggu kemungkinan rotasi spontan, diperlukan:
- Monitoring fetal heart rate (FHR) yang ketat karena 59% kasus menunjukkan variable decelerations dan 24% menunjukkan late decelerations 2
- Severe variable decelerations terjadi pada 29% kasus 2
- Evaluasi serial untuk mendeteksi rotasi spontan ke mentum anterior 1, 3
Kontraindikasi Persalinan Pervaginam
- Mentum posterior persisten pada aterm - tidak dapat melahirkan pervaginam karena diameter occipitofrontal tidak dapat melewati pelvis 1
- Bayi dengan berat lahir tinggi (>3,800g) dalam posisi mentum posterior 1
- Tanda-tanda fetal distress pada monitoring 2
Luaran Neonatal
- Apgar score 1 menit ≤6 terjadi pada 37% kasus presentasi muka 2
- Apgar score 5 menit <7 terjadi pada 13% kasus, dengan 4 dari 5 kasus terjadi pada posisi mentum posterior 2
- Edema wajah berat, memar, dan ekimosis adalah temuan umum yang biasanya membaik dalam 24-48 jam 4
Peringatan Penting
- Jangan mencoba persalinan operatif pervaginam (forceps/vacuum) pada mentum posterior karena risiko trauma yang sangat tinggi 1, 3
- Diagnosis dini posisi dan presentasi dengan surveillance fetal yang ketat dapat memperbaiki luaran fetal 1
- Penggunaan oksitosin dapat dipertimbangkan pada mentum anterior atau transverse yang berpotensi berrotasi, tetapi tidak pada mentum posterior persisten 3