What is the best agent for managing Post-Inflammatory Erythema (PIE) and Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 6, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Penanganan PIE dan PIH: Rekomendasi Berbasis Bukti

Rekomendasi Utama

Untuk Post-Inflammatory Hyperpigmentation (PIH), asam azelaic adalah agen topikal terbaik yang direkomendasikan sebagai terapi adjuvan yang berguna, dengan retinoid dan hydroxy acids sebagai alternatif yang didukung bukti berkualitas tinggi. 1, 2 Untuk Post-Inflammatory Erythema (PIE), bukti menunjukkan intense pulsed light (IPL) therapy efektif, meskipun opsi topikal lebih terbatas. 3

Algoritma Penanganan PIH

Langkah 1: Kontrol Inflamasi yang Mendasari

  • Identifikasi dan tangani kondisi inflamasi aktif terlebih dahulu (misalnya jerawat aktif) sebelum memulai terapi depigmentasi 4, 5
  • Inflamasi yang berkelanjutan dapat sangat halus terutama pada fenotip kulit lebih gelap, sehingga evaluasi menyeluruh diperlukan 2

Langkah 2: Fotoproteksi Wajib

  • Gunakan sunscreen broad-spectrum SPF 30 atau lebih tinggi setiap hari pada area yang terpapar, terlepas dari musim 1, 2
  • Sunscreen yang mengandung zinc oxide atau titanium dioxide lebih disukai karena hypoallergenic 1
  • Hindari paparan matahari secara konsekuen dan gunakan pakaian pelindung 1

Langkah 3: Terapi Topikal Lini Pertama

Pilihan Utama:

  • Asam azelaic: Direkomendasikan secara khusus dalam guideline American Academy of Dermatology untuk penanganan postinflammatory dyspigmentation pada jerawat 1
  • Retinoid topikal: Didukung oleh studi berkualitas tinggi terbanyak bersama hydroxy acids 2
  • Hydroxy acids: Memiliki bukti berkualitas tinggi untuk efektivitas 2

Pilihan Alternatif dengan Bukti Kuat:

  • Niacinamide 2
  • Thiamidol 2
  • Kortikosteroid topikal (penggunaan jangka pendek) 2
  • Produk berbasis tanaman tertentu 2

Langkah 4: Terapi Kombinasi

  • Kombinasi agen topikal yang mempengaruhi aspek berbeda dari patogenesis hiperpigmentasi dapat berguna 1
  • Hydroquinone, kojic acid, arbutin, dan ekstrak licorice tertentu sebagai tyrosinase inhibitors dapat efektif mencerahkan area hypermelanosis 4
  • Agen depigmentasi lain termasuk mequinol, ascorbic acid, N-acetyl glucosamine, dan soy 4

Algoritma Penanganan PIE

Terapi Prosedural

  • Intense pulsed light (IPL) therapy adalah pilihan efektif dan aman untuk PIE terkait jerawat 3
  • Protokol: 3-7 sesi dengan interval 4-6 minggu, menggunakan cut-off filters secara sekuensial (640 nm, 590 nm, 560 nm) 3
  • Studi menunjukkan 81.7% pasien mencapai clearance lengkap atau parsial dari eritema 3

Pertimbangan Topikal untuk PIE

  • Bukti untuk terapi topikal PIE lebih terbatas dibandingkan PIH 3
  • Fokus pada kontrol inflamasi yang mendasari tetap menjadi prioritas 5

Terapi untuk Kasus Rekalsitran

Prosedur Tambahan

  • Chemical peeling: Dapat membantu menangani hiperpigmentasi yang rekalsitran, terutama untuk PIH epidermal 4, 5
  • Laser therapy: Opsi untuk kasus yang tidak responsif terhadap terapi topikal 4

Prognosis Berdasarkan Kedalaman

  • PIH epidermal memiliki probabilitas resolusi lebih baik dibandingkan PIH dermal 5
  • Perjalanan klinis PIH bersifat kronis dan tidak dapat diprediksi 5

Peringatan Penting dan Pitfalls

Hindari Iritasi

  • Gunakan hati-hati dengan semua terapi untuk mencegah iritasi yang dapat memperburuk PIH 4
  • Hindari obat jerawat topikal yang dapat mengiritasi dan memperburuk kondisi karena efek pengeringan 1
  • Retinoid topikal dapat mengiritasi; systemic retinoids dapat memperburuk xerosis 1

Efek Samping Umum

  • Desquamation, burning, stinging, kekeringan, dan pruritus adalah efek samping umum dari terapi topikal 2
  • Monitor perubahan keparahan secara teratur 1

Penggunaan Steroid Topikal

  • Steroid topikal dapat menyebabkan perioral dermatitis dan atrofi kulit jika digunakan tidak tepat 1
  • Harus digunakan di bawah supervisi dermatologist 1

Perawatan Kulit Suportif

Moisturizer dan Emolien

  • Aplikasikan emolien hypoallergenic sekali sehari untuk menghaluskan kulit dan mencegah kekeringan 1
  • Hindari krim berminyak untuk perawatan dasar karena dapat memfasilitasi perkembangan folikulitis 1
  • Gunakan oil-in-water creams atau ointments, hindari lotion atau gel yang mengandung alkohol 1

Praktik Kebersihan

  • Gunakan sabun lembut dan shampo dengan formulasi pH5 neutral dan air hangat 1
  • Tepuk-tepuk kulit hingga kering setelah mandi, hindari menggosok 1
  • Kenakan pakaian katun halus daripada bahan sintetis 1

Evaluasi dan Follow-up

  • Reassess setelah 2 minggu pengobatan konsisten untuk mengevaluasi efektivitas 1, 6
  • Jika tidak ada perbaikan atau memburuk, pertimbangkan rujukan ke dermatologist 6
  • Monitor untuk relaps jerawat atau efek samping jangka panjang 3

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Research

Topical treatment for postinflammatory hyperpigmentation: a systematic review.

The Journal of dermatological treatment, 2022

Guideline

Treatment of Xerosis (Dry Skin)

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.