Kelebihan Natrium Diklofenak Dibandingkan Kalium Diklofenak
Natrium diklofenak dan kalium diklofenak memiliki efikasi yang sebanding dalam manajemen nyeri, tetapi kalium diklofenak menawarkan onset kerja yang lebih cepat, menjadikannya pilihan superior untuk kondisi nyeri akut yang memerlukan relief cepat. 1, 2, 3
Perbedaan Farmakokinetik
Kecepatan Absorpsi
- Kalium diklofenak mencapai konsentrasi plasma puncak dalam 30 menit, sedangkan natrium diklofenak (terutama bentuk enteric-coated) memerlukan waktu lebih lama karena resistensi disolusi hingga mencapai duodenum 2, 4
- Formulasi kalium diklofenak dengan buffering agent (bikarbonat) menunjukkan absorpsi sangat cepat dengan puncak tercapai dalam 5-15 menit pada beberapa kasus 3
- Natrium diklofenak bentuk "delayed-release" dirancang untuk menunda absorpsi hingga melewati lambung 4
Profil Absorpsi
- Kalium diklofenak menghasilkan satu puncak konsentrasi plasma tunggal, sedangkan natrium diklofenak sering menghasilkan dua puncak, menunjukkan absorpsi yang lebih tidak konsisten 3
- Waktu paruh terminal kedua formulasi serupa (1-2 jam), dengan durasi aktivitas 4-6 jam 2
Efikasi Klinis
Nyeri Akut
- Dosis tunggal kalium diklofenak 25 mg (2 tablet × 12.5 mg) setidaknya sama efektifnya dengan ibuprofen 400 mg untuk nyeri akut 2
- Regimen fleksibel kalium diklofenak (dosis awal 2 tablet, diikuti 1-2 tablet hingga maksimal 75 mg/hari) sama efektifnya dengan ibuprofen hingga 1200 mg/hari 2
- Number needed to treat (NNT) untuk diklofenak 50 mg adalah 2.3 (95% CI 2.0-2.7) untuk relief nyeri ≥50% dalam 4-6 jam 1
Kondisi Kronis
- Untuk kondisi inflamasi kronis seperti artritis reumatoid, tidak ada bukti yang menunjukkan superioritas satu formulasi dibanding yang lain 5, 1
- Kedua formulasi sebanding dengan aspirin dan indometasin dalam artritis reumatoid 5
Profil Keamanan
Efek Samping
- Insiden efek samping (pusing, sakit kepala, mual, muntah) tidak berbeda signifikan antara diklofenak 50 mg dan plasebo 1
- Tidak ada perbedaan pola efek samping antara kalium diklofenak dan ibuprofen dalam studi hingga 3 bulan 2
Risiko Kardiovaskular
- Kedua formulasi diklofenak meningkatkan risiko kejadian trombotik kardiovaskular dengan risiko relatif 1.63 versus plasebo 5
- Data registri menunjukkan risiko relatif 1.54 untuk infark miokard berulang dan 2.40 untuk mortalitas 5
- Kedua formulasi dikontraindikasikan untuk nyeri perioperatif pada operasi bypass arteri koroner 5
Risiko Gastrointestinal
- Diklofenak (semua formulasi) dikaitkan dengan komplikasi gastrointestinal yang serius dan dose-dependent 4
- Natrium diklofenak bentuk delayed-release awalnya dikembangkan untuk meningkatkan profil keamanan gastrointestinal 4
Rekomendasi Penggunaan
Indikasi Kalium Diklofenak
- Nyeri akut intensitas ringan hingga sedang (nyeri punggung bawah akut, sakit kepala, nyeri pasca ekstraksi gigi, dismenore) yang memerlukan onset cepat 2
- Durasi maksimal penggunaan OTC: 5 hari untuk nyeri, 3 hari untuk demam 2
- Dosis awal: 2 tablet (25 mg), diikuti 1-2 tablet setiap 4-6 jam, maksimal 75 mg/hari 2
Indikasi Natrium Diklofenak
- Kondisi nyeri kronis yang memerlukan dosing sekali atau dua kali sehari untuk kenyamanan pasien 4, 6
- Dosis: 75-150 mg/hari (25-50 mg tiga kali sehari, atau formulasi extended-release) 6
Pertimbangan Pemilihan
- American Heart Association menyatakan tidak ada NSAID tertentu (termasuk formulasi diklofenak) yang harus ditetapkan sebagai pilihan universal 5
- Pemilihan harus mempertimbangkan: respons NSAID sebelumnya, faktor risiko kardiovaskular dan gastrointestinal, fungsi ginjal, dan komorbiditas 5