Kelebihan Ranitidine Dibandingkan Famotidine
Ranitidine tidak memiliki kelebihan klinis yang signifikan dibandingkan famotidine; sebaliknya, famotidine lebih unggul dalam hal potensi, durasi kerja, dan profil keamanan interaksi obat. 1, 2
Perbandingan Potensi dan Efikasi
Famotidine secara objektif lebih superior:
- Famotidine adalah antagonis reseptor H2 yang paling poten, dengan potensi 8-9 kali lebih kuat dibandingkan ranitidine pada basis berat yang sama 1, 2, 3
- Famotidine memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibandingkan ranitidine 1, 2
- Dalam studi pH intragastrik 24 jam, famotidine menunjukkan supresi asam yang lebih efektif dibandingkan ranitidine, terutama pada jam-jam pagi (07.00-12.00) 4
- Kedua obat sama-sama efektif untuk dosis standar dalam mencegah ulkus duodenum terkait NSAID, namun tidak efektif untuk ulkus gaster pada dosis standar 5, 1
Profil Interaksi Obat (Keunggulan Utama Famotidine)
Famotidine memiliki profil keamanan interaksi obat yang jauh lebih baik:
- Famotidine tidak berinteraksi sama sekali dengan sistem sitokrom P-450, sehingga tidak mempengaruhi metabolisme obat lain 5, 1, 2
- Ranitidine berinteraksi lemah dengan sitokrom P-450, meskipun tidak sekuat cimetidine 5
- Untuk pasien yang menggunakan clopidogrel atau terapi antiplatelet ganda, famotidine adalah pilihan yang lebih disukai karena tidak mengganggu aktivitas antiplatelet 5, 1, 6
- American College of Cardiology merekomendasikan famotidine dibandingkan PPI untuk pasien dengan terapi antiplatelet ganda 1, 6
Onset dan Durasi Kerja
Ranitidine memiliki satu keunggulan minor dalam onset:
- Dalam dosis rendah over-the-counter, ranitidine 75 mg mencapai pH > 3.0 dalam median 64.9 menit, dibandingkan famotidine 10 mg yang memerlukan 70.1 menit 7
- Namun perbedaan ini tidak signifikan secara klinis dan hilang pada dosis terapeutik penuh 7
- Famotidine memberikan supresi asam yang lebih konsisten sepanjang periode 24 jam 4
Profil Keamanan dan Tolerabilitas
Kedua obat sama-sama aman:
- Kedua agen sangat well-tolerated dengan efek samping yang jarang terjadi 1, 8
- Famotidine memiliki tingkat efek samping hanya 0.43% dalam studi post-marketing 2
- Ranitidine memiliki efek samping gastrointestinal pada sekitar 1-3% pasien 8
- Kedua obat dapat mengalami tachyphylaxis dalam 6 minggu, membatasi efektivitas penggunaan jangka panjang 1, 6
Algoritma Pemilihan Klinis
Pilih famotidine dalam situasi berikut:
- Pasien yang menggunakan clopidogrel atau terapi antiplatelet ganda 5, 1, 6
- Pasien yang menggunakan multiple obat yang dimetabolisme melalui sitokrom P-450 5, 2
- Pasien yang memerlukan supresi asam yang lebih konsisten sepanjang hari 4
- Pasien dengan Zollinger-Ellison syndrome (famotidine 30% lebih lama durasi kerjanya) 3
Pertimbangkan PPI sebagai pengganti kedua obat jika:
- Diperlukan terapi jangka panjang (untuk menghindari tachyphylaxis) 1, 6
- Pasien H. pylori-positif dengan penggunaan NSAID 5, 1
- Diperlukan proteksi ulkus gaster terkait NSAID (antagonis H2 dosis standar tidak efektif) 5, 1
Kesimpulan Praktis
Tidak ada kelebihan klinis ranitidine yang menjustifikasi penggunaannya dibandingkan famotidine. Famotidine lebih poten, memiliki durasi kerja lebih panjang, dan yang paling penting, tidak memiliki interaksi dengan sistem sitokrom P-450, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk mayoritas pasien, terutama yang menggunakan terapi antiplatelet atau multiple obat. 1, 2, 5