What are the advantages of Ranitidine (H2 receptor antagonist) over Famotidine (H2 receptor antagonist)?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 6, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Kelebihan Ranitidine Dibandingkan Famotidine

Ranitidine tidak memiliki kelebihan klinis yang signifikan dibandingkan famotidine; sebaliknya, famotidine lebih unggul dalam hal potensi, durasi kerja, dan profil keamanan interaksi obat. 1, 2

Perbandingan Potensi dan Efikasi

Famotidine secara objektif lebih superior:

  • Famotidine adalah antagonis reseptor H2 yang paling poten, dengan potensi 8-9 kali lebih kuat dibandingkan ranitidine pada basis berat yang sama 1, 2, 3
  • Famotidine memiliki durasi kerja yang lebih panjang dibandingkan ranitidine 1, 2
  • Dalam studi pH intragastrik 24 jam, famotidine menunjukkan supresi asam yang lebih efektif dibandingkan ranitidine, terutama pada jam-jam pagi (07.00-12.00) 4
  • Kedua obat sama-sama efektif untuk dosis standar dalam mencegah ulkus duodenum terkait NSAID, namun tidak efektif untuk ulkus gaster pada dosis standar 5, 1

Profil Interaksi Obat (Keunggulan Utama Famotidine)

Famotidine memiliki profil keamanan interaksi obat yang jauh lebih baik:

  • Famotidine tidak berinteraksi sama sekali dengan sistem sitokrom P-450, sehingga tidak mempengaruhi metabolisme obat lain 5, 1, 2
  • Ranitidine berinteraksi lemah dengan sitokrom P-450, meskipun tidak sekuat cimetidine 5
  • Untuk pasien yang menggunakan clopidogrel atau terapi antiplatelet ganda, famotidine adalah pilihan yang lebih disukai karena tidak mengganggu aktivitas antiplatelet 5, 1, 6
  • American College of Cardiology merekomendasikan famotidine dibandingkan PPI untuk pasien dengan terapi antiplatelet ganda 1, 6

Onset dan Durasi Kerja

Ranitidine memiliki satu keunggulan minor dalam onset:

  • Dalam dosis rendah over-the-counter, ranitidine 75 mg mencapai pH > 3.0 dalam median 64.9 menit, dibandingkan famotidine 10 mg yang memerlukan 70.1 menit 7
  • Namun perbedaan ini tidak signifikan secara klinis dan hilang pada dosis terapeutik penuh 7
  • Famotidine memberikan supresi asam yang lebih konsisten sepanjang periode 24 jam 4

Profil Keamanan dan Tolerabilitas

Kedua obat sama-sama aman:

  • Kedua agen sangat well-tolerated dengan efek samping yang jarang terjadi 1, 8
  • Famotidine memiliki tingkat efek samping hanya 0.43% dalam studi post-marketing 2
  • Ranitidine memiliki efek samping gastrointestinal pada sekitar 1-3% pasien 8
  • Kedua obat dapat mengalami tachyphylaxis dalam 6 minggu, membatasi efektivitas penggunaan jangka panjang 1, 6

Algoritma Pemilihan Klinis

Pilih famotidine dalam situasi berikut:

  • Pasien yang menggunakan clopidogrel atau terapi antiplatelet ganda 5, 1, 6
  • Pasien yang menggunakan multiple obat yang dimetabolisme melalui sitokrom P-450 5, 2
  • Pasien yang memerlukan supresi asam yang lebih konsisten sepanjang hari 4
  • Pasien dengan Zollinger-Ellison syndrome (famotidine 30% lebih lama durasi kerjanya) 3

Pertimbangkan PPI sebagai pengganti kedua obat jika:

  • Diperlukan terapi jangka panjang (untuk menghindari tachyphylaxis) 1, 6
  • Pasien H. pylori-positif dengan penggunaan NSAID 5, 1
  • Diperlukan proteksi ulkus gaster terkait NSAID (antagonis H2 dosis standar tidak efektif) 5, 1

Kesimpulan Praktis

Tidak ada kelebihan klinis ranitidine yang menjustifikasi penggunaannya dibandingkan famotidine. Famotidine lebih poten, memiliki durasi kerja lebih panjang, dan yang paling penting, tidak memiliki interaksi dengan sistem sitokrom P-450, menjadikannya pilihan yang lebih aman untuk mayoritas pasien, terutama yang menggunakan terapi antiplatelet atau multiple obat. 1, 2, 5

References

Guideline

H2 Receptor Antagonist Therapy for Reducing Stomach Acid Production

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Research

What are the differences between the H2-receptor antagonists?

Alimentary pharmacology & therapeutics, 1987

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

H2 Blockers for Gastroesophageal Reflux Disease and Mast Cell Activation Syndrome

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Preoperative and Clinical Applications of Ranitidine

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.