Perbedaan antara Omeprazole dan Lansoprazole
Omeprazole dan lansoprazole adalah proton pump inhibitor (PPI) yang secara klinis ekuivalen dalam efektivitas, dengan perbedaan utama terletak pada dosis ekuivalen (omeprazole 20 mg = lansoprazole 30 mg), farmakokinetik minor, dan formulasi yang tersedia. 1
Dosis Ekuivalen
- Lansoprazole 30 mg sekali sehari setara dengan omeprazole 20 mg sekali sehari dalam hal potensi penekanan asam lambung 1, 2
- Untuk dosis tinggi, omeprazole 40 mg akan setara dengan lansoprazole 60 mg, meskipun dalam praktik klinis lansoprazole biasanya diberikan 30 mg dua kali sehari untuk kondisi yang memerlukan penekanan asam lebih kuat 3
- Kedua obat memiliki waktu paruh plasma kurang dari 2 jam, tetapi durasi kerja lebih dari 24 jam 4
Farmakokinetik dan Metabolisme
- Lansoprazole memiliki bioavailabilitas lebih tinggi (85%) dibandingkan omeprazole (54%), yang secara teoritis dapat memberikan onset kerja lebih cepat 4
- Kedua obat dimetabolisme terutama oleh sistem sitokrom P-450 hepatik, khususnya CYP2C19, dan dalam tingkat lebih rendah oleh CYP3A4 1, 5
- Lansoprazole menunjukkan durasi kerja yang sedikit lebih panjang dan aktivitas yang lebih baik terhadap Helicobacter pylori dibandingkan omeprazole 6
- Kedua PPI dikonversi menjadi bentuk aktif dalam lingkungan asam sel parietal lambung 1, 5
Efektivitas Klinis
- Dalam studi komparatif langsung, lansoprazole 30 mg memberikan perbaikan gejala lebih cepat pada hari ke-3 untuk heartburn siang hari (P = 0.05) dan nyeri epigastrium pada hari ke-7 (P = 0.03) dibandingkan omeprazole 20 mg 7
- Tingkat penyembuhan esofagitis pada 4 dan 8 minggu adalah 70% dan 87% dengan lansoprazole, dibandingkan 63% dan 82% dengan omeprazole, meskipun perbedaan ini tidak mencapai signifikansi statistik 7
- Untuk pasien GERD yang resisten terhadap dosis konvensional, omeprazole 40 mg sekali sehari sama efektifnya dengan lansoprazole 30 mg dua kali sehari dalam kontrol gejala 3
- Kedua obat terbukti superior dibandingkan antagonis reseptor H2 dalam mencegah ulkus terkait NSAID dan penyembuhan esofagitis 1, 4
Formulasi dan Rute Pemberian
- Lansoprazole tersedia dalam lebih banyak formulasi: kapsul dengan granul salut enterik, granul untuk suspensi oral rasa strawberry, tablet yang dapat larut di mulut (orally disintegrating tablet), dan formulasi intravena 8
- Omeprazole tersedia sebagai kapsul dengan granul salut enterik dan formulasi intravena 8
- Kedua obat dapat diberikan dengan membuka kapsul dan mencampurkan isi ke dalam makanan lunak atau cairan tanpa kehilangan efikasi farmakologis 8
- Formulasi alternatif lansoprazole sangat bermanfaat untuk bayi, anak-anak, lansia, dan pasien yang kesulitan menelan 8
Interaksi Obat
- Tidak ada perbedaan klinis yang bermakna antara omeprazole dan lansoprazole dalam hal interaksi dengan clopidogrel, meskipun keduanya menghambat CYP2C19 yang diperlukan untuk aktivasi clopidogrel 1
- Studi observasional menunjukkan risiko kejadian kardiovaskular serupa untuk semua PPI, termasuk omeprazole dan lansoprazole, pada pasien yang menggunakan clopidogrel 1
- Lansoprazole menunjukkan penghambatan sekresi eotaxin-3 yang distimulasi sitokin Th2, menunjukkan ini adalah efek kelas PPI, bukan spesifik untuk satu agen 1
Profil Keamanan
- Kedua obat memiliki profil efek samping yang serupa dan ditoleransi dengan baik dalam terapi jangka pendek maupun jangka panjang 4, 7
- Efek samping yang paling sering dilaporkan untuk kedua obat adalah sakit kepala, diare, dan mual, dengan insidensi serupa 7
- Total 615 kejadian merugikan dilaporkan oleh 51% pasien dalam studi komparatif, dengan mayoritas bersifat ringan dan distribusi serupa antara kedua kelompok pengobatan 7
Rekomendasi Praktis
- Pilih lansoprazole jika diperlukan onset perbaikan gejala lebih cepat (dalam 3-7 hari pertama) atau jika pasien memerlukan formulasi alternatif seperti tablet yang larut di mulut atau suspensi oral 7, 8
- Pilih omeprazole jika pertimbangan biaya menjadi faktor utama, terutama setelah paten berakhir, atau jika dosis standar sudah memberikan kontrol gejala yang adekuat 1
- Untuk pencegahan ulkus terkait NSAID pada pasien tanpa infeksi H. pylori, kedua PPI efektif dengan keungkatan minimal secara klinis 1
- Kedua obat harus diberikan 30 menit sebelum makan untuk absorpsi optimal 2
- Tidak ada bukti kuat untuk merekomendasikan pemisahan waktu pemberian PPI dengan antiplatelet untuk meminimalkan interaksi 1