Perbandingan Ketorolac dengan Dexketoprofen untuk Manajemen Nyeri
Ketorolac dan dexketoprofen memiliki efikasi analgesik yang sebanding untuk nyeri akut pasca operasi, namun ketorolac menunjukkan onset yang lebih cepat dan durasi kerja yang lebih lama (sekitar 5 jam vs 4 jam), sementara dexketoprofen secara teoritis menawarkan profil keamanan gastrointestinal yang lebih baik pada dosis ekuianalgesik yang lebih rendah.
Efikasi Analgesik
Ketorolac
- Ketorolac 50 mg oral menghasilkan NNT (Number Needed to Treat) 2.9 untuk mencapai setidaknya 50% pengurangan nyeri dalam 6 jam, yang sebanding dengan NSAID yang umum digunakan seperti ibuprofen 400 mg (NNT 2.5) dan diklofenak 50 mg (NNT 2.7) 1.
- Untuk nyeri pasca operasi dental, ketorolac menunjukkan efikasi superior dengan NNT 1.8, dibandingkan dengan operasi lain (NNT 4.2) 1.
- Ketorolac memiliki efikasi analgesik yang setara dengan morfin dan petidin pada dosis standar untuk nyeri sedang hingga berat pasca operasi mayor 2.
- Efek analgesik puncak ketorolac terjadi dalam 2-3 jam, dengan durasi kerja sekitar 5 jam 3, 4.
Dexketoprofen
- Dexketoprofen 20-25 mg oral menghasilkan NNT 4.1 untuk mencapai setidaknya 50% pengurangan nyeri dalam 6 jam 1.
- Untuk nyeri pasca operasi dental, dexketoprofen menunjukkan NNT 2.7, dibandingkan dengan operasi lain (NNT 5.7) 1.
- Durasi kerja dexketoprofen sekitar 4 jam, sedikit lebih pendek dibandingkan ketorolac 4.
- Kombinasi dexketoprofen 25 mg dengan tramadol 75 mg superior dibandingkan kedua obat tunggal untuk kontrol nyeri pasca operasi 5.
Perbandingan Langsung
Studi pada Nyeri Kanker Tulang
- Dalam studi double-blind pada 115 pasien dengan nyeri kanker tulang, dexketoprofen 25 mg q.i.d. menunjukkan pain rating index yang secara signifikan lebih rendah dibandingkan ketorolac 10 mg q.i.d. (8.5 vs 9.7, P=0.04) 6.
- Meskipun skor VAS tidak berbeda signifikan (32 mm vs 40 mm, P=0.12), lebih banyak pasien dan dokter menilai dexketoprofen sebagai 'cukup efektif' atau 'sangat efektif' 6.
- Persentase pasien yang mengalami efek samping terkait pengobatan lebih rendah pada dexketoprofen (16%) dibandingkan ketorolac (24%) 6.
Hipotesis Dosis Ekuianalgesik
- Secara teoritis, dexketoprofen (enantiomer S aktif) diharapkan memberikan analgesia setara dengan ketorolac pada setengah dosis, namun bukti klinis tidak menunjukkan keunggulan efikasi yang jelas pada dosis setengah 4, 1.
- Studi menunjukkan bahwa dexketoprofen 10-25 mg memiliki efikasi yang sebanding dengan ketorolac 25-100 mg, tetapi tidak pada dosis setengahnya 4, 1.
Profil Keamanan
Ketorolac
- Ketorolac harus dibatasi untuk penggunaan jangka pendek maksimal 5 hari karena risiko toksisitas gastrointestinal, renal, dan perdarahan 5.
- Dosis parenteral ketorolac yang direkomendasikan adalah 15-30 mg IV setiap kali, dengan maksimum 5 hari 5.
- Risiko perdarahan gastrointestinal atau situs operasi meningkat secara signifikan dengan dosis tinggi yang digunakan lebih dari 5 hari, terutama pada lansia 2.
- Kejadian efek samping serius atau fatal menurun setelah revisi pedoman dosis 2.
- Dalam dosis tunggal, efek samping ketorolac (18%) tidak berbeda signifikan dari plasebo (11%) 1.
Dexketoprofen
- Dexketoprofen memiliki profil tolerabilitas yang baik dengan kejadian efek samping (14%) yang tidak berbeda signifikan dari plasebo (10%) 1.
- Secara teoritis, dexketoprofen diharapkan memiliki pengurangan efek samping gastrointestinal karena dosis yang lebih rendah, namun bukti klinis untuk keunggulan ini masih terbatas 4.
- Tidak ada kejadian efek samping serius yang dilaporkan dalam studi dosis tunggal 1.
Rekomendasi Penggunaan Klinis
Indikasi Ketorolac
- Gunakan ketorolac untuk nyeri akut sedang hingga berat yang memerlukan onset cepat dan durasi kerja lebih lama, terutama dalam setting pasca operasi 5, 2.
- Ketorolac sangat efektif untuk nyeri pasca operasi dental, ortopedi, dan ginekologi 2, 1.
- Pertimbangkan ketorolac sebagai alternatif atau adjuvan terhadap opioid untuk mengurangi kebutuhan opioid sebesar 25-50% dan efek samping terkait opioid 2.
- Pada anak-anak, dosis IV yang direkomendasikan adalah 0.5 mg/kg, diikuti dengan 1.0 mg/kg setiap 6 jam atau infus 0.17 mg/kg/jam, dengan maksimum 90 mg/hari selama 48 jam 7.
Indikasi Dexketoprofen
- Gunakan dexketoprofen untuk nyeri akut sedang hingga berat ketika profil keamanan yang lebih baik diinginkan, terutama pada pasien dengan risiko gastrointestinal 6.
- Dexketoprofen efektif untuk nyeri kanker tulang dengan tolerabilitas yang baik 6.
- Kombinasi dexketoprofen dengan tramadol dapat dipertimbangkan untuk analgesia yang lebih superior 5.
Kontraindikasi dan Peringatan untuk Kedua Obat
- Hindari pada pasien dengan risiko tinggi toksisitas renal: usia ≥60 tahun, status cairan terganggu, nefritis interstisial, atau penggunaan bersamaan dengan obat nefrotoksik 5.
- Hindari pada pasien dengan risiko tinggi toksisitas gastrointestinal: usia ≥60 tahun, riwayat ulkus peptikum, konsumsi alkohol signifikan, atau disfungsi organ mayor 5.
- Hindari pada pasien dengan risiko tinggi toksisitas kardiak: riwayat penyakit kardiovaskular atau penggunaan bersamaan dengan antikoagulan 5.
- Hentikan NSAID jika BUN atau kreatinin meningkat dua kali lipat, atau jika hipertensi berkembang atau memburuk 5.
- Monitoring baseline dan setiap 3 bulan: tekanan darah, BUN, kreatinin, fungsi hati, CBC, dan darah samar feses 5.
Pertimbangan Khusus
Dalam Setting ICU
- Tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin NSAID selektif COX-1 (termasuk ketorolac dan ketoprofen) sebagai adjuvan terhadap opioid pada pasien kritis dewasa karena manfaat kecil yang diimbangi dengan kekhawatiran keamanan serius (perdarahan dan cedera ginjal) 5.
- Namun, pasien individual atau kohort bedah tertentu mungkin mendapat manfaat dari intervensi ini 5.