Perbedaan Ketorolac dan Dexketoprofen
Ketorolac dan dexketoprofen adalah dua NSAID yang berbeda dengan profil efikasi dan keamanan yang tidak setara—ketorolac memiliki potensi analgesia lebih kuat tetapi risiko toksisitas gastrointestinal dan perdarahan yang lebih tinggi, sementara dexketoprofen (enantiomer-S dari ketoprofen) secara teoritis memberikan analgesia setara pada dosis separuh dengan profil keamanan yang lebih baik, meskipun bukti klinis tidak sepenuhnya mendukung keunggulan ini. 1
Perbedaan Farmakologi dan Mekanisme Kerja
Struktur Kimia
- Ketorolac adalah NSAID non-selektif yang menghambat COX-1 dan COX-2 dengan potensi analgesia yang sangat kuat 2, 3
- Dexketoprofen adalah enantiomer-S (bentuk aktif) dari ketoprofen, yang secara teoritis memberikan seluruh efek analgesia dari ketoprofen pada dosis separuh 1
Potensi Analgesia
- Ketorolac memiliki efikasi analgesia setara dengan morfin dan petidin pada dosis standar untuk nyeri pasca operasi sedang hingga berat 2, 3
- Dexketoprofen 10-25 mg menghasilkan NNT (number-needed-to-treat) 3.2-3.6 untuk mencapai minimal 50% pengurangan nyeri dalam 4-6 jam 1
- Ketorolac 25-100 mg menghasilkan NNT 2.4-3.3, dengan tren efikasi lebih tinggi pada dosis yang lebih besar (NNT 1.6 pada dosis 100 mg untuk bedah dental) 1
Perbedaan Efikasi Klinis
Onset dan Durasi Kerja
- Ketorolac memiliki onset analgesia yang tertunda (30-60 menit) tetapi durasi kerja sekitar 5 jam 4, 1
- Dexketoprofen memiliki durasi kerja sekitar 4 jam, sedikit lebih pendek dari ketorolac 1
- Efek analgesia ketorolac sering bertahan lebih lama dibandingkan opioid 2
Penggunaan Klinis
- Ketorolac direkomendasikan untuk nyeri pasca operasi mayor (abdominal, ortopedi, ginekologi) dengan dosis parenteral 15-30 mg IV 5, 2
- Kombinasi dexketoprofen 25 mg dengan tramadol 75 mg superior dibandingkan monoterapi untuk kontrol nyeri pasca operasi 5
- Ketorolac efektif sebagai adjuvan opioid, mengurangi kebutuhan opioid 25-50% 2
Perbedaan Profil Keamanan
Risiko Gastrointestinal
- Ketorolac memiliki salah satu risiko toksisitas gastrointestinal tertinggi di antara semua NSAID, terutama dengan penggunaan berkepanjangan 6
- NSAID dengan waktu paruh panjang dan sirkulasi enterohepatik signifikan (seperti ketorolac) dikaitkan dengan toksisitas GI yang lebih besar 6
- Dexketoprofen secara teoritis memiliki profil keamanan GI lebih baik karena dosis lebih rendah, tetapi bukti klinis tidak menunjukkan perbedaan signifikan dalam studi dosis tunggal 1
Risiko Perdarahan
- Ketorolac memiliki efek antiplatelet reversibel yang dapat meningkatkan waktu perdarahan 7
- Risiko perdarahan meningkat drastis dengan dosis tinggi ketorolac yang digunakan lebih dari 5 hari, terutama pada pasien usia lanjut 2
- Meta-analisis menunjukkan ketorolac tidak meningkatkan risiko hematoma pasca operasi dibandingkan kontrol pada penggunaan jangka pendek 8
Risiko Renal dan Kardiovaskular
- Ketorolac dapat menyebabkan gagal ginjal akut, biasanya reversibel setelah penghentian obat 2
- Sekitar 2% pasien menghentikan NSAID (termasuk ketorolac) karena komplikasi renal 6
- NSAID non-selektif seperti ketorolac dan ketoprofen meningkatkan risiko kejadian kardiovaskular dan hipertensi 8, 6
Kontraindikasi dan Batasan Penggunaan
Kontraindikasi Absolut Ketorolac
- Riwayat atau ulkus peptikum aktif 6
- Usia >60 tahun dengan riwayat penggunaan alkohol signifikan atau disfungsi hepatik 6
- Risiko gagal ginjal (status cairan terganggu, nefritis interstisial) 6
- Trombositopenia atau penggunaan antikoagulan bersamaan 6
- Asma yang diinduksi aspirin/NSAID 6
- Perdarahan serebrovaskular atau riwayat penyakit kardiovaskular 6
Batasan Durasi Penggunaan
- Ketorolac harus dibatasi maksimal 5 hari penggunaan karena risiko toksisitas GI, renal, dan perdarahan 6, 5
- Tidak direkomendasikan untuk penggunaan rutin sebagai adjuvan opioid pada pasien kritis dewasa karena risiko perdarahan dan cedera ginjal yang serius 5
- Dexketoprofen dapat digunakan lebih dari 5 hari dalam bentuk oral untuk kondisi nyeri akut, meskipun data keamanan jangka panjang terbatas 1
Rekomendasi Pemilihan Obat
Kapan Memilih Ketorolac
- Nyeri pasca operasi mayor yang memerlukan analgesia kuat setara opioid 2
- Situasi di mana pengurangan kebutuhan opioid diinginkan (opioid-sparing effect) 2
- Penggunaan jangka pendek (≤5 hari) pada pasien tanpa kontraindikasi 6, 5
- Dosis parenteral: 15-30 mg IV setiap pemberian, maksimal 5 hari 5
Kapan Memilih Dexketoprofen
- Nyeri akut pasca operasi ringan hingga sedang 1
- Pasien yang memerlukan NSAID dengan dosis lebih rendah secara teoritis 1
- Kombinasi dengan tramadol untuk kontrol nyeri yang lebih baik 5
- Dosis: 10-25 mg oral, dapat dikombinasikan dengan tramadol 75 mg 5
Peringatan Penting
- Jangan gunakan ketorolac dan dexketoprofen (atau NSAID lain) secara bersamaan karena meningkatkan risiko perdarahan GI, cedera ginjal akut, dan kejadian trombotik kardiovaskular secara signifikan 9
- Jika NSAID diperlukan, gunakan hanya satu NSAID pada dosis efektif terendah untuk durasi terpendek 9
- Monitor tekanan darah, BUN, kreatinin, fungsi hati, hitung darah lengkap, dan darah samar feses jika menggunakan ketorolac 6
- Pertimbangkan gastroproteksi dengan proton pump inhibitor pada pasien berisiko tinggi 6, 9