Efek Ondansetron terhadap Diare
Ondansetron tidak mengurangi diare dan bahkan dapat memperburuknya sebagai efek samping; obat ini hanya digunakan untuk mengatasi muntah pada gastroenteritis agar rehidrasi oral lebih berhasil, bukan untuk mengobati diare itu sendiri. 1, 2
Mekanisme dan Indikasi Utama
- Ondansetron adalah antagonis reseptor 5-HT3 yang dirancang untuk mengatasi mual dan muntah, bukan untuk merangsang motilitas usus atau menghentikan diare 3
- Obat ini bekerja dengan memfasilitasi toleransi terhadap rehidrasi oral pada pasien dengan gastroenteritis akut yang disertai muntah 1, 2
- Ondansetron bukan pengganti terapi cairan dan elektrolit yang tepat 1, 2
Rekomendasi Penggunaan Berdasarkan Usia
Anak-anak dan Remaja:
- Dapat diberikan pada anak >4 tahun dan remaja dengan gastroenteritis akut yang disertai muntah untuk memfasilitasi rehidrasi oral 1, 2
- Tidak boleh digunakan secara rutin pada anak <4 tahun dengan gastroenteritis akut 2
- Hati-hati pada anak dengan penyakit jantung karena risiko perpanjangan interval QT 2
Dewasa:
- Dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan setelah pasien terhidrasi dengan adekuat 1, 2
- Bukan terapi lini pertama untuk diare 1
Efek Samping: Diare Dapat Memburuk
- Diare dilaporkan 2-3 kali lebih sering dengan ondansetron dibandingkan plasebo dalam empat dari lima studi pada anak dengan gastroenteritis dan muntah 4
- Dalam uji klinis kemoterapi, diare terjadi pada 4-6% pasien yang menerima ondansetron 3
- Konstipasi juga merupakan efek samping umum (9% pada pasien kemoterapi), menunjukkan ondansetron mempengaruhi motilitas usus tetapi tidak secara terapeutik untuk diare 3
Kontraindikasi Penting pada Diare
- Hindari ondansetron pada diare inflamasi yang dicurigai atau terbukti, atau diare dengan demam karena risiko megakolon toksik 2
- Jangan gunakan pada pasien dengan ileus atau obstruksi gastrointestinal 1, 3
- Ondansetron dapat menutupi ileus progresif dan distensi lambung, sehingga perlu pemantauan aktivitas usus 3
Bukti Klinis pada Gastroenteritis
- Ondansetron mengurangi kegagalan terapi rehidrasi oral (31% vs 62% plasebo, P<0.001) dengan mengurangi muntah, bukan dengan memperbaiki diare 5
- Tidak ada perbedaan dalam durasi diare atau lama rawat inap antara kelompok ondansetron dan plasebo 6
- Ondansetron tidak menurunkan angka hospitalisasi 72 jam setelah keluar dari unit gawat darurat 2
Pertimbangan Khusus
- Pada kehamilan trimester pertama, ondansetron bukan terapi lini pertama karena beberapa laporan kasus defek jantung kongenital 1, 2
- Manfaat klinis terbatas ondansetron dalam mengurangi muntah mungkin tidak sebanding dengan efek samping diare yang belum cukup diteliti 4
- Untuk IBS-D (irritable bowel syndrome dengan diare), ondansetron dosis titrasi menunjukkan perbaikan konsistensi tinja, tetapi ini adalah konteks yang berbeda dari gastroenteritis akut 1, 7