Ondansetron dan Motilitas Usus pada Diare
Ondansetron TIDAK dirancang untuk menurunkan motilitas usus dan BUKAN obat antidiare—ia adalah antagonis reseptor 5-HT3 yang mengatasi mual dan muntah, bukan untuk menghentikan diare. 1, 2
Mekanisme Kerja Ondansetron
Ondansetron bekerja sebagai antagonis selektif reseptor 5-HT3 yang memblokir serotonin di chemoreceptor trigger zone dan terminal saraf vagal, sehingga menghambat refleks muntah 2. Obat ini tidak memiliki efek antimotilitas seperti loperamide yang merupakan agonis reseptor opioid lokal 3.
Efek pada Motilitas Gastrointestinal
- Pada subjek sehat, dosis tunggal ondansetron intravena 0.15 mg/kg tidak mempengaruhi motilitas esofagus, motilitas lambung, tekanan sfingter esofagus bawah, atau waktu transit usus halus 2
- Pemberian ondansetron multi-hari telah terbukti memperlambat transit kolon pada subjek sehat, namun ini adalah efek sekunder, bukan mekanisme utama 2
- Dalam konteks IBS-D (irritable bowel syndrome dengan diare), ondansetron menunjukkan perbaikan konsistensi feses melalui efek pada transit kolon, tetapi ini adalah kondisi yang berbeda dari gastroenteritis akut 4, 5
Penggunaan Klinis yang Tepat
Ondansetron direkomendasikan untuk memfasilitasi rehidrasi oral pada gastroenteritis dengan muntah, BUKAN untuk mengobati diare itu sendiri. 1, 6
Rekomendasi Berdasarkan Usia
- Anak >4 tahun dan remaja: Ondansetron dapat diberikan untuk gastroenteritis akut dengan muntah guna memfasilitasi rehidrasi oral 1, 6
- Anak <4 tahun: Ondansetron tidak boleh digunakan secara rutin 1, 6
- Dewasa: Ondansetron dapat dipertimbangkan sebagai terapi tambahan setelah pasien terhidrasi dengan adekuat 1, 6
Efek Samping Penting: Peningkatan Diare
Perhatian khusus: Diare dilaporkan sebagai efek samping ondansetron dalam beberapa studi. 3
- Ondansetron dapat meningkatkan volume feses meskipun mengurangi muntah 3
- Dalam empat dari lima studi pada anak dengan gastroenteritis dan muntah, diare dilaporkan 2-3 kali lebih sering dengan ondansetron dibandingkan plasebo 7
- Ondansetron tidak menurunkan angka hospitalisasi pada 72 jam setelah keluar dari unit gawat darurat 3, 6
Kontraindikasi Penting
Hindari ondansetron pada kondisi berikut:
- Diare inflamasi yang dicurigai atau terbukti, atau diare dengan demam—karena risiko megakolon toksik 1
- Ileus atau obstruksi gastrointestinal 1
- Anak dengan penyakit jantung (risiko perpanjangan interval QT) 1, 6
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
- Jangan gunakan ondansetron sebagai obat antidiare—ia bukan pengganti terapi cairan dan elektrolit yang tepat 1, 6
- Jangan berharap ondansetron mengurangi volume atau durasi diare—justru dapat meningkatkan volume feses 3, 7
- Jangan gunakan pada diare berdarah atau diare dengan demam—dapat memperburuk kondisi seperti pada infeksi Shigella atau STEC 3, 1
Perbandingan dengan Loperamide
Berbeda dengan ondansetron, loperamide adalah obat yang benar-benar menurunkan motilitas usus melalui mekanisme agonis reseptor opioid lokal yang menurunkan tonus otot dan motilitas dinding usus 3. Namun, loperamide tidak boleh diberikan pada anak <18 tahun dengan diare akut 8 dan dapat meningkatkan risiko komplikasi serius pada infeksi tertentu 3.
Kesimpulan Praktis
Ondansetron bukan obat antimotilitas dan tidak dirancang untuk menurunkan motilitas usus pada diare 1, 2. Fungsi utamanya adalah mengatasi muntah untuk memfasilitasi rehidrasi oral 1, 6. Bahkan, ondansetron dapat meningkatkan volume feses sebagai efek samping 3, 7. Jika tujuan adalah menurunkan motilitas usus pada diare, loperamide adalah pilihan yang lebih tepat untuk dewasa yang terhidrasi adekuat dengan diare non-inflamasi 3, 8.