Perbedaan Tirosin dan Triptofan
Tirosin dan triptofan adalah dua asam amino aromatik yang berbeda secara struktural, metabolik, dan fungsional—tirosin merupakan asam amino non-esensial yang dapat disintesis dari fenilalanin dan berfungsi sebagai prekursor katekolamin, sedangkan triptofan adalah asam amino esensial dengan struktur indol binuklear yang berfungsi sebagai prekursor serotonin dan melatonin.
Perbedaan Struktural
- Tirosin memiliki cincin aromatik tunggal dengan gugus hidroksil, sedangkan triptofan memiliki struktur indol dengan cincin aromatik binuklear yang lebih kompleks 1
- Triptofan adalah asam amino terbesar di antara 20 asam amino dalam translasi protein, dengan permukaan π-elektron hidrofobik yang luas 1
- Struktur triptofan yang lebih elaborat membuatnya memiliki interaksi yang lebih kompleks dengan rantai samping asam amino lain dalam protein 1
Perbedaan Metabolik
Jalur Sintesis dan Ketersediaan
- Tirosin dapat disintesis dari fenilalanin melalui aktivitas enzim fenilalanin hidroksilase (PAH), dengan sekitar 75% fenilalanin diet dihidroksilasi menjadi tirosin 2
- Triptofan adalah asam amino esensial yang harus dipasok dari protein diet dan tidak dapat disintesis oleh tubuh 3
- Jalur biosintesis triptofan adalah yang paling kompleks dan paling boros energi di antara semua asam amino 1
- Triptofan adalah asam amino yang paling langka dalam sel dan salah satu yang paling jarang dalam proteom 1
Jalur Katabolisme
- Tirosin mengalami degradasi melalui jalur katabolik yang melibatkan tyrosine aminotransferase (TAT), 4-hydroxyphenylpyruvic dioxygenase (HPD), dan berakhir pada fumarylacetoacetate hydrolase (FAH) 2
- Triptofan dimetabolisme menjadi kynurenine (jalur utama yang berakhir dengan niasin, CO₂, asam kynurenic dan xanthurenic) atau menjadi serotonin (neurotransmitter penting) 3
- Metabolisme triptofan dalam jaringan berbeda dikaitkan dengan berbagai fungsi fisiologis termasuk regulasi respons imun, mood, dan perilaku 3
Perbedaan Fungsional
Fungsi Tirosin
- Tirosin adalah prekursor untuk sintesis katekolamin (dopamin, norepinefrin, epinefrin) 4
- Suplementasi tirosin oral (7.5 g/hari) secara signifikan menurunkan konsentrasi norepinefrin plasma bebas dan terkonjugasi 4
- Tirosin meningkat dalam kondisi patologis seperti tyrosinemia tipe I, di mana kadar plasma normal adalah 35-90 μmol/L 2
Fungsi Triptofan
- Triptofan adalah prekursor serotonin (neuromediator penting) yang disintesis di usus dan otak 3
- Ketersediaan triptofan di otak mempengaruhi sensitivitas terhadap gangguan mood 3
- Triptofan juga merupakan prekursor melatonin, tryptophol, dan oxitriptan yang memiliki fungsi khusus 1
- Degradasi triptofan menjadi kynurenine oleh sel imun memainkan peran krusial dalam regulasi respons imun selama infeksi, inflamasi, dan kehamilan 3
- Derivat triptofan dapat berfungsi sebagai ligan endogen untuk reseptor Ah, dengan struktur indolo[3,2-b]carbazole yang memiliki afinitas sangat kuat 2
Perbedaan dalam Efek Biologis
Efek Perilaku
- Triptofan meningkatkan imobilitas dalam swim test dan tidak mempengaruhi aktivitas open field, sehingga tidak menunjukkan profil antidepresan 5
- Tirosin menurunkan imobilitas dalam swim test dan meningkat aktivitas open field secara mencolok, mirip dengan psikostimulan seperti amfetamin 5
- Fenilalanin (prekursor tirosin) menurunkan imobilitas dalam swim test tanpa mempengaruhi aktivitas open field, menunjukkan efek mirip antidepresan 5
Efek Biokimia
- Triptofan meningkatkan kadar triptofan dan serotonin otak secara dose-dependent 5
- Tirosin tidak mengubah kadar dopamin atau noradrenalin otak 5
- Fenilalanin menurunkan dopamin, noradrenalin, dan serotonin 5
Perbedaan dalam Jalur Metabolisme Terkait Polusi Udara
- Metabolisme tirosin dan metabolisme triptofan adalah dua dari lima jalur biologis teratas yang secara konsisten terkait dengan paparan polutan udara 2
- Kedua jalur ini terdeteksi secara konsisten di berbagai algoritma analisis jalur metabolik 2
Implikasi Klinis Penting
- Dalam tyrosinemia tipe I, pembatasan diet harus mencakup baik fenilalanin maupun tirosin karena konversi fenilalanin menjadi tirosin 2
- Target plasma tirosin dalam pengobatan tyrosinemia tipe I adalah 200-600 μmol/L dengan fenilalanin 20-80 μmol/L 2
- Triptofan harus dipasok dari diet karena tidak dapat disintesis, sedangkan tirosin dapat diproduksi endogen dari fenilalanin 3
- Kompetisi antar jaringan dan jalur metabolik untuk utilisasi triptofan terjadi karena ketersediaannya yang rendah 3