Kapan Anti Platelet Dapat Diberikan Setelah Perdarahan GIT
Untuk aspirin yang digunakan sebagai pencegahan sekunder, mulai kembali segera setelah hemostasis tercapai; untuk inhibitor P2Y12 (seperti clopidogrel), mulai kembali dalam maksimal 5 hari setelah perdarahan terkontrol. 1
Aspirin untuk Pencegahan Sekunder
Aspirin tidak boleh dihentikan secara rutin pada pasien dengan indikasi pencegahan sekunder (misalnya pasca infark miokard, stroke, atau penyakit arteri perifer yang sudah terbukti) 1
Jika aspirin dihentikan, mulai kembali segera setelah hemostasis tercapai dengan rekomendasi kuat berdasarkan bukti kualitas sedang 1
Studi menunjukkan mortalitas 10 kali lebih rendah pada kelompok yang melanjutkan aspirin (1,3% vs 12,9%) meskipun risiko perdarahan ulang sedikit lebih tinggi 1
Pasien yang menghentikan aspirin memiliki peningkatan risiko hampir 7 kali lipat untuk kematian atau kejadian kardiovaskular akut (HR 6,9; 95% CI 1,4-34,8) 1
Inhibitor P2Y12 (Clopidogrel, Ticagrelor, Prasugrel)
Terapi inhibitor P2Y12 harus dimulai kembali dalam maksimal 5 hari setelah hemostasis tercapai dengan rekomendasi kuat 1
Jangka waktu 5 hari ini berdasarkan risiko tinggi trombosis setelah periode ini, terutama pada pasien dengan stent koroner 1
Label FDA untuk clopidogrel menyatakan: "Resume clopidogrel as soon as hemostasis is achieved" 2
Terapi Antiplatelet Ganda (DAPT)
Pada pasien dengan DAPT, jangan menghentikan kedua agen antiplatelet secara bersamaan karena risiko tinggi trombosis stent 1
Strategi yang direkomendasikan: lanjutkan aspirin dan hentikan sementara inhibitor P2Y12 1
Median waktu terjadinya trombosis stent koroner hanya 7 hari jika kedua obat dihentikan, dibandingkan 122 hari jika hanya clopidogrel yang dihentikan 1
Pada pasien dengan stent drug-eluting, mulai kembali inhibitor P2Y12 dalam 5 hari setelah hemostasis endoskopik 1
Aspirin untuk Pencegahan Primer
Aspirin untuk pencegahan primer harus dihentikan secara permanen setelah perdarahan GIT dengan rekomendasi lemah 1
Risiko perdarahan melebihi manfaat pada populasi pencegahan primer 1
Pertimbangan Khusus Berdasarkan Lokasi Perdarahan
Perdarahan Saluran Cerna Atas (UGIB)
Pada UGIB dengan ketersediaan endoskopi darurat dan hemostasis yang mapan, terapi antiplatelet dapat dilanjutkan 1
Setelah hemostasis endoskopik dikonfirmasi, aspirin dapat dimulai kembali segera 1
Perdarahan Saluran Cerna Bawah (LGIB)
Pada LGIB berat, mungkin perlu menghentikan sementara terapi antiplatelet, tetapi ini harus terbatas pada inhibitor P2Y12 saja 1
Aspirin sebaiknya tetap dilanjutkan bahkan pada LGIB berat 1
Risiko Perdarahan Ulang vs Kejadian Trombotik
Sebagian besar perdarahan ulang terjadi dalam 5 hari pertama setelah kejadian indeks pada pasien yang menggunakan agen antiplatelet tunggal 1
Studi kohort menunjukkan bahwa pasien yang menghentikan aspirin memiliki lebih sedikit kejadian perdarahan ulang tetapi secara signifikan lebih banyak kejadian kardiovaskular dan kematian 1
Lokasi perdarahan identik pada 61,8% kasus perdarahan ulang 3
Peringatan Penting
Jangan memberikan transfusi trombosit secara rutin pada pasien dengan perdarahan GIT yang menggunakan agen antiplatelet, karena tidak mengurangi perdarahan ulang tetapi dikaitkan dengan mortalitas yang lebih tinggi 1
Diskusikan dengan kardiolog sebelum menghentikan terapi antiplatelet, terutama pada pasien dengan sindrom koroner akut dalam 6 bulan terakhir 1
Pada pasien dengan risiko trombotik tinggi (misalnya katup jantung prostetik logam di posisi mitral), pertimbangkan terapi heparin berat molekul rendah pada 48 jam setelah perdarahan 1
Algoritma Praktis
- Identifikasi indikasi antiplatelet: Pencegahan primer vs sekunder
- Untuk pencegahan sekunder:
- Aspirin: Lanjutkan atau mulai kembali segera setelah hemostasis
- Inhibitor P2Y12: Mulai kembali dalam ≤5 hari
- DAPT: Lanjutkan aspirin, mulai kembali inhibitor P2Y12 dalam ≤5 hari
- Untuk pencegahan primer: Hentikan permanen
- Konfirmasi hemostasis endoskopik sebelum memulai kembali terapi
- Berikan PPI dosis tinggi untuk mengurangi risiko perdarahan ulang 1