Efek Samping Metamizole pada Anak
Agranulocytosis adalah efek samping paling serius dari metamizole pada anak, yang dapat mengancam jiwa dan terjadi secara independen dari dosis, sehingga metamizole hanya boleh digunakan untuk penggunaan jangka pendek di rumah sakit untuk nyeri atau demam berat yang tidak responsif terhadap obat lain.
Efek Samping Hematologi (Paling Serius)
Agranulocytosis
- Agranulocytosis (jumlah neutrofil <500/µL) adalah efek samping paling berbahaya dari metamizole, terjadi secara independen dari dosis dan dapat berakibat fatal 1, 2
- Insidensi bervariasi dari 0,96 kasus per juta per tahun hingga 1:1602 per pasien dan resep metamizole 2
- Risiko agranulocytosis pada anak kemungkinan lebih rendah dibanding dewasa, namun tetap signifikan 2
- Risiko meningkat dengan durasi penggunaan, dan pada pasien dengan paparan sebelumnya, paparan ulang dapat menyebabkan onset yang sangat cepat 2
Manifestasi Klinis Agranulocytosis
- Demam, sakit tenggorokan, kelelahan, dan inflamasi mukosa hingga ulserasi 2
- Dapat berkembang menjadi sepsis dengan kegagalan organ atau bahkan kematian 3
- Dalam satu studi retrospektif, rata-rata jumlah neutrofil absolut saat masuk adalah 225/mm³ (rentang 0-600/mm³), dengan 11 dari 12 pasien memiliki nilai neutrofil <500/mm³ 1
Komplikasi Hematologi Lainnya
- Anemia dan plasmacytosis yang mengancam jiwa telah dilaporkan pada anak 4
- Pemeriksaan aspirasi sumsum tulang dapat menunjukkan penundaan maturasi neutrofil/band dalam seri myeloid dengan sumsum tulang normoselular, atau hiposelularitas dengan penurunan prekursor myeloid 1
Rekomendasi Penggunaan Klinis
Indikasi yang Sangat Terbatas
- Metamizole hanya direkomendasikan untuk penggunaan jangka pendek pasca operasi di rumah sakit karena risiko agranulocytosis setelah penggunaan jangka panjang 5
- Dosis: 10-15 mg/kg setiap 8 jam (intravena) atau 10 mg/kg setiap 8 jam (oral) 5
- Infus kontinyu: 2,5 mg/kg/jam (setelah dosis loading intraoperatif) 5
Kontraindikasi Praktis
- Mengingat tersedianya alternatif untuk mengobati demam dan nyeri, serta profil efek samping metamizole, obat ini tidak boleh menjadi pengobatan antipiretik lini pertama pada anak 1
- Penggunaan metamizole untuk demam pada anak sering dilakukan di luar indikasi yang disetujui 2
- Paparan ulang terhadap metamizole harus dihindari sepenuhnya 2
Manajemen Jika Terjadi Agranulocytosis
Tindakan Segera
- Jika dicurigai agranulocytosis akibat metamizole, pengobatan dengan metamizole harus segera dihentikan dan pemeriksaan hitung sel darah diperlukan 2
- Pada kasus infeksi lokal atau sistemik, terapi empiris dengan antibiotik spektrum luas harus diberikan 2
- Terapi G-CSF harus dibatasi pada pasien dengan faktor prognostik buruk 2
Perawatan Rumah Sakit
- Rata-rata lama rawat inap pasien adalah 9,92 ± 8 hari (rentang 3-28 hari) 1
- Delapan dari 12 pasien dalam satu studi menerima terapi antibiotik intravena, dan empat pasien menerima setidaknya satu dari pengobatan berikut: imunoglobulin intravena, granulocyte colony-stimulating factor, dan methylprednisolone 1
- Pasien harus dipantau ketat sampai jumlah neutrofil kembali normal 2
Pertimbangan Khusus untuk Populasi Latino/Imigran
- Penggunaan metamizole sangat umum di kalangan keluarga Latino berbahasa Spanyol (35% dalam satu studi), dengan 25% dari keluarga ini membeli obat di Amerika Serikat meskipun dilarang 6
- Dokter yang merawat pasien imigran Latino harus menyadari ketersediaan dan penggunaan metamizole serta potensi efek samping berbahaya 6
- Kasus agranulocytosis akibat metamizole mungkin tidak terdiagnosis pada populasi pasien tertentu 6
Peringatan Penting
- Meskipun wajib sesuai informasi peresepan metamizole, pemeriksaan hitung sel darah secara teratur tidak dilakukan pada hingga 50% pasien dengan penggunaan jangka panjang 3
- Dokumentasi bahkan pemberian tunggal metamizole direkomendasikan untuk memfasilitasi diagnosis dini agranulocytosis akibat metamizole dan mencegah onset komplikasi berat dengan kemungkinan hasil fatal 3