Apakah Dosis 1.25 mg Bisoprolol Dapat Menyebabkan Asistol?
Dosis 1.25 mg bisoprolol sangat tidak mungkin menyebabkan asistol pada pasien tanpa gangguan konduksi yang sudah ada sebelumnya, karena ini adalah dosis inisiasi yang sangat rendah dan bisoprolol memiliki profil keamanan yang baik pada dosis ini.
Konteks Dosis Bisoprolol 1.25 mg
- Dosis 1.25 mg bisoprolol adalah dosis inisiasi standar yang sangat rendah, terutama untuk pasien gagal jantung 1
- American College of Cardiology merekomendasikan bahwa titrasi dosis bisoprolol harus dilakukan dengan interval minimal 2 minggu karena waktu paruh yang panjang (9-12 jam) 2
- Studi klinis menunjukkan bahwa efek antiaritmia bisoprolol dapat dinilai mulai dari dosis harian 2.5 mg, yang masih dua kali lipat dari dosis yang Anda tanyakan 3
Risiko Asistol dengan Beta-Blocker
Kapan Asistol Dapat Terjadi
Asistol terkait beta-blocker umumnya terjadi dalam kondisi berikut:
- Blok AV derajat tinggi yang sudah ada: Pasien dengan blok AV tipe II atau blok AV derajat III berisiko tinggi 1
- Bradikardia berat yang sudah ada (heart rate <40 bpm dengan gejala) 1
- Kombinasi dengan obat lain: Penggunaan bersamaan dengan calcium channel blocker (terutama verapamil) atau digoxin meningkatkan risiko bradikardia profound dan blok jantung 1, 4
- Syok kardiogenik: Kontraindikasi absolut untuk beta-blocker 4
Profil Keamanan Bisoprolol pada Dosis Rendah
- Bisoprolol adalah beta-blocker yang sangat selektif β1, yang mengurangi risiko efek samping dibandingkan beta-blocker non-selektif 5
- Pada dosis 1.25 mg, efek pada konduksi AV minimal pada pasien dengan fungsi konduksi normal 6
- Studi elektrofisiologi menunjukkan bahwa bisoprolol (bahkan pada dosis 10 mg IV) hanya menyebabkan perpanjangan ringan pada interval AH dan periode refrakter AV node pada heart rate rendah 6
Mekanisme Perlindungan pada Dosis Rendah
- Pada dosis 1.25 mg, bisoprolol terutama mempengaruhi reseptor β1 di jantung dengan minimal efek pada konduksi pada heart rate istirahat 6, 5
- Depresi nodus AV yang signifikan hanya terjadi pada heart rate tinggi (misalnya, selama pacing atrial inkremental) 6
- Interval AH pada irama sinus tidak terpengaruh secara signifikan bahkan pada dosis yang lebih tinggi 6
Situasi yang Memerlukan Kewaspadaan
Meskipun 1.25 mg adalah dosis yang sangat aman, perhatikan kondisi berikut:
- Pasien dengan blok AV yang sudah ada: Hindari atau gunakan dengan sangat hati-hati 1
- Pasien yang menggunakan verapamil atau diltiazem: Kontraindikasi karena risiko bradikardia profound dan hipotensi 1, 4
- Pasien dengan sick sinus syndrome: Risiko bradikardia simptomatik meningkat 1
- Pasien dengan riwayat asistol sebelumnya: Evaluasi penyebab yang mendasari sebelum memulai beta-blocker 1
Manajemen Bradikardia Jika Terjadi
Jika bradikardia simptomatik terjadi (yang sangat jarang pada dosis 1.25 mg):
- Atropin 0.5 mg IV, dapat diulang setiap 5 menit hingga total 2 mg untuk bradikardia simptomatik 1
- Untuk asistol: Atropin 1 mg IV, dapat diulang dalam 5 menit jika asistol persisten (total kumulatif tidak melebihi 2.5 mg dalam 2.5 jam) 1
- Pacing transvenous: Indikasi untuk bradikardia simptomatik yang tidak responsif terhadap atropin 1
Kesimpulan Praktis
- Dosis 1.25 mg bisoprolol adalah dosis inisiasi yang sangat aman dengan risiko asistol yang sangat rendah pada pasien tanpa gangguan konduksi yang sudah ada 1, 3
- Risiko asistol meningkat secara signifikan hanya dengan dosis yang jauh lebih tinggi, adanya blok konduksi yang sudah ada, atau kombinasi dengan obat lain yang memperlambat konduksi 1, 6
- Monitoring heart rate dan tekanan darah setelah dosis pertama tetap direkomendasikan, terutama pada pasien dengan faktor risiko 1, 4