What is the role of laparotomy biopsy in the diagnosis and treatment of pancreatic head cancer?

Medical Advisory BoardAll articles are reviewed for accuracy by our Medical Advisory Board
Educational purpose only • Exercise caution as content is pending human review
Article Review Status
Submitted
Under Review
Approved

Last updated: November 16, 2025View editorial policy

Personalize

Help us tailor your experience

Which best describes you? Your choice helps us use language that's most understandable for you.

Laparotomi Biopsi pada Kanker Kaput Pankreas

Laparotomi biopsi TIDAK direkomendasikan untuk pasien dengan kanker kaput pankreas yang berpotensi resektabel, karena diagnosis patologis tidak diperlukan sebelum reseksi bedah dan prosedur ini dapat menunda pengobatan definitif tanpa memberikan manfaat klinis yang signifikan. 1

Prinsip Dasar Diagnosis Jaringan

Kapan Biopsi TIDAK Diperlukan

  • Untuk lesi yang berpotensi resektabel, pasien harus langsung menjalani reseksi bedah tanpa diagnosis jaringan preoperatif jika merupakan kandidat bedah yang baik 1
  • Sekitar 5% pasien yang menjalani reseksi pankreatoduodenal akan memiliki penyakit jinak, dan ini merupakan risiko yang dapat diterima asalkan prosedur dilakukan dengan morbiditas dan mortalitas rendah 1
  • Biopsi negatif tidak boleh menunda reseksi bedah ketika ada kecurigaan klinis tinggi terhadap kanker pankreas 1

Kapan Biopsi WAJIB Dilakukan

  • Diagnosis patologis wajib pada kasus yang tidak dapat direseksi atau ketika terapi neoadjuvan direncanakan 1
  • Biopsi diperlukan sebelum pemberian kemoterapi untuk penyakit lanjut lokal atau metastatik 1
  • Untuk lesi borderline resectable yang akan menerima terapi neoadjuvan 1

Metode Biopsi yang Direkomendasikan

Pilihan Utama: EUS-FNA (Bukan Laparotomi)

  • EUS-guided fine needle aspiration (EUS-FNA) adalah metode pilihan untuk mendapatkan diagnosis jaringan pada kanker pankreas 1
  • EUS-FNA lebih disukai daripada biopsi perkutan karena hasil diagnostik yang lebih tinggi, keamanan yang lebih baik, dan risiko penyebaran peritoneal yang lebih rendah 1
  • Sensitivitas EUS-FNA untuk massa pankreas adalah 70-85% 2
  • Jika biopsi pertama tidak mengkonfirmasi keganasan, setidaknya 1 biopsi ulang harus dilakukan, dengan EUS-FNA di pusat volume tinggi sebagai pilihan 1

Biopsi Perkutan: Hindari pada Lesi Resektabel

  • Biopsi perkutan (transperitoneal) harus dihindari pada pasien dengan tumor kecil yang berpotensi resektabel 1, 3
  • Terdapat dua kekhawatiran utama: risiko hasil negatif palsu dan risiko penyebaran sel tumor sepanjang jalur jarum atau dalam peritoneum 1, 3
  • Untuk lesi metastatik, biopsi perkutan di bawah panduan ultrasound atau CT dapat dilakukan 1

Peran Laparoskopi (Bukan Laparotomi)

Laparoskopi Staging: Alternatif yang Lebih Baik

  • Laparoskopi staging dapat mengidentifikasi metastasis peritoneal, kapsular, dan hati yang mungkin terlewatkan pada CT protokol pankreas 1
  • Laparoskopi dapat menghindari laparotomi yang tidak perlu pada sekitar 23% pasien yang direncanakan untuk operasi kuratif 1
  • Laparoskopi dapat mendeteksi metastasis kecil (1-2 mm) di hati, peritoneum parietal, dan omentum yang mungkin terlewatkan saat eksplorasi rutin 4
  • Akurasi keseluruhan laparoskopi adalah 93% dalam mendeteksi metastasis yang tidak terdeteksi 4

Indikasi Laparoskopi Staging

  • Dapat dipertimbangkan untuk pasien dengan kanker pankreas resektabel yang berisiko tinggi untuk penyakit diseminata (misalnya, kadar CA 19-9 yang sangat tinggi) 1
  • Untuk pasien dengan penyakit borderline resectable sebelum pemberian terapi neoadjuvan 1
  • Terutama untuk lesi di badan dan ekor pankreas, atau tumor besar di sisi kiri 1

Algoritma Manajemen Berdasarkan Resektabilitas

Penyakit Resektabel

  1. Lakukan staging dengan CT multiphasic atau MRI dengan protokol pankreas 2, 5
  2. Pertimbangkan laparoskopi staging jika CA 19-9 tinggi atau tumor besar 1
  3. Langsung ke reseksi bedah tanpa biopsi jika tidak ada metastasis 1, 2
  4. Reseksi harus dilakukan di pusat volume tinggi (15-20 reseksi pankreas per tahun) 2, 5

Penyakit Borderline Resectable

  1. Wajib mendapatkan diagnosis jaringan dengan EUS-FNA sebelum terapi neoadjuvan 1
  2. Pertimbangkan laparoskopi staging untuk menyingkirkan metastasis 1
  3. Berikan kemoterapi atau kemoradiasi neoadjuvan 5

Penyakit Tidak Resektabel atau Metastatik

  1. Wajib mendapatkan diagnosis patologis dengan EUS-FNA atau biopsi perkutan 1
  2. Untuk lesi metastatik, biopsi perkutan di bawah panduan ultrasound atau CT dapat dilakukan 1
  3. Berikan terapi paliatif (kemoterapi, stenting bilier) 5

Peringatan Penting

  • Laparotomi diagnostik tidak boleh dilakukan hanya untuk mendapatkan biopsi pada kanker pankreas 1, 2
  • Kegagalan mendapatkan konfirmasi histologis tidak menyingkirkan keganasan dan tidak boleh menunda pengobatan bedah yang tepat pada kasus yang sangat mencurigakan 1, 3
  • Sampling perkutan preoperatif harus dihindari pada kandidat untuk operasi dengan lesi yang berpotensi resektabel 1, 3
  • Laparoskopi staging bukan pengganti untuk pencitraan preoperatif berkualitas buruk 1

References

Guideline

Guideline Directed Topic Overview

Dr.Oracle Medical Advisory Board & Editors, 2025

Guideline

Management of Pancreatic Mass Without Histopathologic Diagnosis

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Percutaneous Pancreatic Biopsy Guidelines

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Guideline

Standard Treatment Approach for Suspected Malignant Pancreatic Mass

Praxis Medical Insights: Practical Summaries of Clinical Guidelines, 2025

Related Questions

Is CA19-9 (Cancer Antigen 19-9) a reliable screening tool for pancreatic cancer?
What is the differential diagnosis and management for a 3.3cm pancreatic head mass in a 40-year-old female?
What is the best initial imaging study for a 41-year-old female with a 3-month history of steatorrhea (floating stool) and a slightly positive Murphy's sign, who is concerned about early pancreatic cancer?
How are hepatic and pancreatic lesions diagnosed as malignant neoplasms (cancer)?
What are the next steps for a 41-year-old female with persistent steatorrhea (fatty stools) and normal lab results, including Complete Blood Count (CBC), Comprehensive Metabolic Panel (CMP), thyroid function, iron and ferritin levels, amylase and lipase, and a normal abdominal ultrasound, to rule out pancreatic malignancy?
What are the prescribing guidelines for Attention Deficit Hyperactivity Disorder (ADHD) medications in adults in Canada?
What is the most likely diagnosis for a patient with headaches, visual disturbances, itchy rash after hot baths, ruddy complexion, palpable spleen, and lab results showing elevated packed red cell volume, white cell count, and thrombocytosis?
What is the most likely diagnosis for a 19-year-old footballer who collapsed on the pitch with no prior history of similar events and no current chest pain?
What is the confirmatory diagnosis of carcinoma of the gallbladder (ca gb)?
What is the dosage of intravenous (IV) glycerol for cerebral edema?
What investigation should be performed to rule out malaria in a patient with headaches, flu-like symptoms, muscle aches, and rigors after returning from a region where malaria is endemic?

Professional Medical Disclaimer

This information is intended for healthcare professionals. Any medical decision-making should rely on clinical judgment and independently verified information. The content provided herein does not replace professional discretion and should be considered supplementary to established clinical guidelines. Healthcare providers should verify all information against primary literature and current practice standards before application in patient care. Dr.Oracle assumes no liability for clinical decisions based on this content.

Have a follow-up question?

Our Medical A.I. is used by practicing medical doctors at top research institutions around the world. Ask any follow up question and get world-class guideline-backed answers instantly.