Manfaat dan Risiko Konsumsi Buah Jengkol
Buah jengkol (djenkol bean/jering) memiliki potensi manfaat untuk diabetes tetapi membawa risiko serius kerusakan ginjal akut yang dapat mengancam jiwa, sehingga konsumsi harus sangat dibatasi atau dihindari sama sekali.
Risiko Kesehatan yang Serius
Kerusakan Ginjal Akut (Djenkolism)
- Jengkol mengandung asam djenkolat yang dapat membentuk kristal tajam di saluran kemih, menyebabkan gagal ginjal akut, nyeri hebat, hematuria (darah dalam urin), dan anuria (tidak bisa buang air kecil) 1, 2, 3
- Kristal asam djenkolat yang tajam dapat menyumbat ureter dan uretra, memerlukan intervensi medis darurat termasuk pemasangan stent ureter bilateral 3
- Pemeriksaan mikroskopis urin menunjukkan hematuria non-glomerular dan sedimen kristal berbentuk jarum yang tajam 1, 2
Kerusakan Organ
- Studi pada hewan menunjukkan konsumsi jengkol kronis menyebabkan nekrosis tubular akut pada ginjal, dengan beberapa nekrosis sel glomerular 4
- Pada tikus normal, konsumsi jengkol kronis menyebabkan hipertrofi dan lesi pada jantung, ginjal, hati, paru-paru, dan pankreas 5
- Kadar asam djenkolat dalam jengkol berkisar 0.3-1.3 gram per 100 gram, dengan 93% dalam bentuk bebas yang mudah diserap 4
Potensi Manfaat (Dengan Catatan Penting)
Efek pada Diabetes
- Studi pada tikus diabetes menunjukkan jengkol dapat menurunkan glukosa darah ke level normal setelah sekitar 12 minggu 5
- Jengkol meningkatkan nafsu makan, berat badan, status oksidatif organ, dan jumlah pulau Langerhans yang aktif pada tikus diabetes 5
- Jengkol menunjukkan efek menguntungkan pada lensa mata, paru-paru, dan pankreas tikus diabetes 5
Namun, manfaat ini TIDAK membenarkan konsumsi jengkol karena risiko toksisitas pada organ vital tetap tinggi, bahkan pada individu diabetes 5
Rekomendasi Klinis
Hindari atau Batasi Sangat Ketat
- Mengingat risiko gagal ginjal akut yang dapat terjadi bahkan setelah konsumsi 12 buah jengkol pada anak, buah ini sebaiknya dihindari 2
- Jika tetap dikonsumsi (tidak direkomendasikan), jumlah harus sangat minimal dan dengan hidrasi agresif serta alkalinisasi urin 1
Alternatif yang Lebih Aman
- Untuk manfaat kesehatan umum, konsumsi buah-buahan lain yang terbukti aman lebih dianjurkan, seperti berry (blueberry) yang mengurangi risiko diabetes tipe 2 sebesar 18% tanpa risiko toksisitas 6
- Sayuran dan buah-buahan berwarna gelap, sayuran cruciferous, dan buah sitrus memberikan manfaat kardiovaskular dan pencegahan kanker yang terdokumentasi dengan baik 7
Tanda Bahaya yang Harus Diwaspadai
- Mual, muntah, nyeri pinggang bilateral, hematuria gross, dan oliguria/anuria setelah konsumsi jengkol memerlukan evaluasi medis segera 1, 3
- Terapi konservatif meliputi rehidrasi dengan normal saline dan alkalinisasi urin dengan natrium bikarbonat 1
- Kegagalan terapi konservatif memerlukan intervensi urologi darurat 3
Kesimpulan Praktis
Meskipun jengkol memiliki potensi manfaat untuk diabetes berdasarkan studi hewan, risiko kerusakan ginjal akut dan toksisitas organ multipel jauh melebihi manfaat potensialnya. Prioritas pada morbiditas dan mortalitas mengharuskan rekomendasi untuk menghindari atau sangat membatasi konsumsi jengkol, terutama pada anak-anak dan individu dengan riwayat penyakit ginjal 1, 2, 3, 5.