Manfaat dan Risiko Konsumsi Jengkol
Konsumsi jengkol harus dihindari atau sangat dibatasi karena risiko serius gagal ginjal akut dan obstruksi saluran kemih yang dapat mengancam jiwa, meskipun ada klaim manfaat tradisional untuk diabetes yang belum terbukti secara klinis.
Risiko Kesehatan yang Serius
Gagal Ginjal Akut (Djenkolisme)
- Jengkol mengandung asam djenkol (0,3-1,3% berat kering), yang dapat membentuk kristal tajam seperti jarum di saluran kemih, menyebabkan obstruksi dan gagal ginjal akut 1, 2
- Gejala djenkolisme meliputi nyeri kolik bilateral, hematuria (darah dalam urin), oliguria atau anuria (produksi urin sangat sedikit atau tidak ada), mual, dan muntah 1, 3
- Kristal asam djenkol yang tajam dapat menyebabkan trauma langsung pada saluran kemih, mengakibatkan nyeri hebat dan perdarahan 2
Kerusakan Organ
- Studi pada hewan menunjukkan konsumsi jengkol kronis menyebabkan nekrosis tubular akut (kerusakan sel ginjal), hipertrofi jantung, dan lesi pada hati, paru-paru, dan pankreas pada tikus normal 4, 5
- Pemeriksaan histologis menunjukkan nekrosis tubular ginjal ringan hingga berat dengan beberapa nekrosis sel glomerulus 4
- Pada tikus normal, jengkol menyebabkan kerusakan pada jantung, ginjal, hati, dan pankreas setelah konsumsi kronis 5
Faktor yang Mempengaruhi Risiko
- Kelarutan asam djenkol dalam urin sangat bergantung pada pH - semakin rendah pH urin (lebih asam), semakin tinggi risiko pembentukan kristal 2
- Sekitar 93% asam djenkol dalam jengkol berada dalam bentuk bebas, yang langsung dapat membentuk kristal 4
- Jumlah konsumsi berkorelasi dengan risiko - dalam satu kasus, konsumsi hanya 12 biji jengkol menyebabkan anuria dan pembentukan batu uretra 2
Klaim Manfaat yang Tidak Terbukti
Efek pada Diabetes
- Satu studi pada tikus menunjukkan jengkol dapat menurunkan glukosa darah pada tikus diabetes yang diinduksi streptozotocin setelah 12 minggu 5
- Namun, manfaat ini pada tikus diabetes tidak dapat membenarkan penggunaan pada manusia karena efek toksik yang signifikan, dan tidak ada uji klinis pada manusia yang memvalidasi klaim ini 5
- Studi yang sama menunjukkan bahwa meskipun ada beberapa efek menguntungkan pada tikus diabetes, jengkol tetap menyebabkan kerusakan organ yang signifikan 5
Klaim Tradisional Lainnya
- Klaim tradisional untuk mengobati hipertensi dan menghilangkan batu kandung kemih tidak didukung oleh bukti ilmiah yang kuat
- Ironisnya, jengkol justru dapat menyebabkan pembentukan batu saluran kemih, bukan menghilangkannya 2
Manajemen Jika Terjadi Keracunan
Penanganan Darurat
- Rehidrasi agresif dengan normal saline dan alkalisasi urin dengan natrium bikarbonat adalah terapi lini pertama untuk meningkatkan kelarutan asam djenkol 3
- Jika terapi konservatif gagal, mungkin diperlukan intervensi bedah seperti pemasangan stent ureter bilateral 1
- Pemantauan fungsi ginjal (ureum dan kreatinin) sangat penting 3
Prognosis
- Dengan terapi yang tepat dan cepat, gagal ginjal akut akibat jengkol biasanya reversibel 3
- Keterlambatan penanganan dapat menyebabkan kerusakan ginjal permanen
Rekomendasi Klinis
Berdasarkan bukti ilmiah yang tersedia, konsumsi jengkol tidak dapat direkomendasikan karena:
- Risiko gagal ginjal akut yang dapat mengancam jiwa jauh melebihi manfaat yang belum terbukti 1, 3
- Tidak ada dosis aman yang telah ditetapkan - bahkan konsumsi dalam jumlah kecil dapat menyebabkan djenkolisme 2
- Efek toksik pada organ multipel telah terdokumentasi dengan baik dalam studi eksperimental 4, 5
Peringatan Khusus
- Individu dengan riwayat penyakit ginjal, dehidrasi, atau urin asam berisiko lebih tinggi mengalami komplikasi
- Masyarakat perlu diedukasi tentang bahaya kesehatan potensial dari konsumsi jengkol 1
- Penyedia layanan kesehatan harus mengenali djenkolisme sebagai penyebab gagal ginjal akut, terutama di daerah di mana jengkol dikonsumsi secara tradisional 1