Dosis Klaritromisin
Untuk dewasa, dosis klaritromisin yang direkomendasikan adalah 500 mg dua kali sehari untuk sebagian besar infeksi saluran pernapasan, dengan dosis dapat ditingkatkan hingga 1000 mg dua kali sehari untuk penyakit yang lebih berat atau infeksi mikobakteri. 1
Dosis Berdasarkan Indikasi pada Dewasa
Infeksi Saluran Pernapasan Komunitas
- Pneumonia komunitas dan bronkitis: 500 mg dua kali sehari selama 7-14 hari 1, 2
- Formulasi extended-release dapat diberikan 1000 mg sekali sehari selama 7-14 hari 3
Infeksi Mycobacterium avium Complex (MAC)
- Penyakit paru MAC nodular/bronkiektasis: 1000 mg tiga kali seminggu dalam kombinasi dengan rifampin 600 mg dan etambutol 25 mg/kg 4
- Penyakit paru MAC fibrokavitas atau penyakit berat: 500-1000 mg setiap hari dalam kombinasi dengan rifampin 600 mg dan etambutol 15 mg/kg 4
- Penyakit MAC diseminata: 1000 mg per hari dalam kombinasi dengan etambutol 15 mg/kg/hari 4
- Profilaksis MAC pada AIDS: 1000 mg per hari untuk pasien dengan CD4 <50 sel/μL 4
Infeksi M. abscessus
- Penyakit paru M. abscessus: 1000 mg per hari sebagai bagian dari regimen multidrug, meskipun tidak ada regimen dengan efikasi yang terbukti 4
Pertusis
- Pengobatan pertusis: 1000 mg per hari dibagi menjadi dua dosis 500 mg selama 7 hari 1
Dosis Pediatrik
Pneumonia Komunitas pada Anak
- Mycoplasma pneumoniae atau Chlamydophila pneumoniae: 15 mg/kg/hari dibagi dalam 2 dosis 4
- Dosis oral tidak boleh melebihi dosis dewasa 4
Penyesuaian Dosis Khusus
Gangguan Ginjal
- Gangguan ginjal berat (CrCl <30 mL/menit): Kurangi dosis sebesar 50% 1
- Pada pasien dengan gangguan ginjal sedang yang menggunakan atazanavir atau regimen yang mengandung ritonavir, diperlukan pengurangan dosis 3
Interaksi Obat
- Penggunaan bersamaan dengan ritonavir atau lopinavir-ritonavir: Kurangi dosis klaritromisin sebesar 50% jika CrCl <60 mL/menit; kurangi sebesar 75% jika CrCl <30 mL/menit 1
- Penggunaan bersamaan dengan efavirenz atau nevirapine: Efikasi klaritromisin dapat berkurang sebesar 35-39%; monitor ketat untuk kegagalan pengobatan 1
Populasi Geriatri
- Pasien >70 tahun atau <50 kg: Pertimbangkan pengurangan dosis menjadi 250-500 mg/hari karena peningkatan risiko intoleransi gastrointestinal 1
Peringatan Penting
Efek Samping Terkait Dosis
- Gejala gastrointestinal (rasa logam, mual, muntah) berhubungan dengan dosis dan merupakan efek samping paling umum 1, 5
- Dosis >1000 mg/hari tidak dapat ditoleransi dengan baik pada sebagian besar dewasa dan harus dihindari 1
Pertimbangan Farmakokinetik
- Bioavailabilitas oral 52-55% dengan konsentrasi plasma puncak 1,01-1,52 mg/L setelah dosis 250 mg dan 2,41-2,85 mg/L setelah dosis 500 mg 6
- Waktu paruh eliminasi 3-4,9 jam memungkinkan pemberian dua kali sehari 6
- Absorpsi tidak dipengaruhi oleh makanan untuk formulasi immediate-release, tetapi formulasi extended-release harus diminum dengan makanan untuk memaksimalkan bioavailabilitas 2, 7
Interaksi Sitokrom P450
- Klaritromisin menghambat CYP3A, yang dapat meningkatkan kadar obat lain yang dimetabolisme melalui jalur ini (misalnya, statin, karbamazepin, siklosporin, digoksin, teofilin, warfarin) 5, 6
- Hindari penggunaan bersamaan dengan astemizol, cisapride, pimozide, dan terfenadin karena risiko perpanjangan QT dan aritmia jantung 5