Klaritromycin untuk Rheumatic Heart Disease
Klaritromycin adalah antibiotik alternatif lini ketiga untuk profilaksis sekunder rheumatic heart disease, hanya digunakan pada pasien yang alergi terhadap penisilin DAN sulfadiazin. 1
Hierarki Pilihan Antibiotik untuk Profilaksis Sekunder
Pilihan Lini Pertama (Paling Efektif)
- Benzathine penicillin G intramuskular (1.2 juta unit setiap 4 minggu) adalah terapi lini pertama dengan bukti terkuat untuk mencegah rekurensi demam reumatik 1, 2, 3
- Pemberian intramuskular sekitar 10 kali lebih efektif dibandingkan antibiotik oral dalam mencegah rekurensi demam reumatik 3, 4, 5
Pilihan Lini Kedua (Alergi Penisilin)
- Penicillin V oral 250 mg dua kali sehari untuk pasien yang alergi penisilin intramuskular 1
- Sulfadiazin 1 g oral sekali sehari (dewasa) atau 0.5 g untuk pasien ≤27 kg sebagai alternatif 1
Pilihan Lini Ketiga (Alergi Ganda)
- Makrolida (eritromisin atau klaritromycin) atau azalida (azithromycin) hanya untuk pasien yang alergi terhadap penisilin DAN sulfadiazin 1
Peringatan Penting Penggunaan Klaritromycin
Interaksi Obat Berbahaya
- Klaritromycin dapat memperpanjang interval QT secara dose-dependent dan TIDAK BOLEH diberikan bersamaan dengan inhibitor cytochrome P450 3A 1
- Obat yang dikontraindikasikan bersamaan meliputi: antijamur azole, inhibitor protease HIV, dan beberapa antidepresan SSRI 1
Pertimbangan Klinis Khusus
- Tidak ada data publikasi tentang efektivitas klaritromycin untuk profilaksis sekunder rheumatic heart disease, sehingga penggunaannya berdasarkan ekstrapolasi dari penggunaan pada faringitis streptokokus 1
- Dosis spesifik klaritromycin untuk profilaksis sekunder bervariasi dan tidak didefinisikan secara eksplisit dalam pedoman 1
Durasi Profilaksis (Berlaku untuk Semua Antibiotik Termasuk Klaritromycin)
Berdasarkan Tingkat Keparahan Penyakit
- Rheumatic heart disease dengan penyakit katup persisten: minimum 10 tahun setelah serangan terakhir ATAU hingga usia 40 tahun (mana yang lebih lama) 1, 2, 6
- Demam reumatik dengan karditis tanpa penyakit katup residual: 10 tahun atau hingga usia 21 tahun (mana yang lebih lama) 1, 2
- Demam reumatik tanpa karditis: 5 tahun atau hingga usia 21 tahun (mana yang lebih lama) 1, 2
Situasi Khusus
- Profilaksis seumur hidup dapat dipertimbangkan pada pasien dengan risiko tinggi paparan Streptococcus grup A 1
- Profilaksis sekunder harus dilanjutkan bahkan setelah operasi penggantian katup 2, 6
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Kesalahan Pemilihan Antibiotik
- Jangan gunakan klaritromycin sebagai pilihan pertama - penisilin intramuskular memiliki bukti superior dan harus selalu menjadi pilihan pertama kecuali ada kontraindikasi 3, 4
- Jangan menghentikan profilaksis terlalu dini - durasi harus mengikuti pedoman berdasarkan tingkat keparahan penyakit 1, 2
Kesalahan Profilaksis Endokarditis
- Untuk pasien yang sudah menerima profilaksis penisilin dan memerlukan profilaksis endokarditis untuk prosedur gigi, gunakan antibiotik selain penisilin karena streptokokus oral kemungkinan telah resisten 1
- Pedoman terkini tidak merekomendasikan profilaksis endokarditis rutin untuk semua pasien rheumatic heart disease, kecuali mereka memiliki katup prostetik 1, 6
Algoritma Pemilihan Antibiotik
- Evaluasi alergi penisilin terlebih dahulu
- Jika tidak ada alergi → Benzathine penicillin G IM setiap 4 minggu 1, 2
- Jika alergi penisilin ringan → Penicillin V oral atau Sulfadiazin 1
- Jika alergi penisilin DAN sulfadiazin → Klaritromycin atau makrolida lain 1
- Sebelum meresepkan klaritromycin, periksa semua obat pasien untuk interaksi CYP3A4 1