Dosis Eritromisin untuk Profilaksis Demam Reumatik
Untuk pasien yang alergi terhadap penisilin dan sulfonamid, dosis eritromisin yang direkomendasikan untuk profilaksis jangka panjang demam reumatik adalah 250 mg oral dua kali sehari. 1, 2
Dasar Rekomendasi dari Pedoman
American Heart Association secara eksplisit merekomendasikan eritromisin oral 250 mg dua kali sehari untuk profilaksis jangka panjang infeksi saluran pernapasan atas streptokokus pada pasien yang alergi terhadap penisilin dan sulfonamid (Kelas I, LOE C). 1, 2
Dosis ini dirancang khusus untuk pencegahan sekunder (mencegah serangan berulang demam reumatik), bukan untuk pengobatan faringitis akut. 1, 2
Posisi Eritromisin dalam Algoritma Profilaksis
Pilihan pertama: Benzathine penicillin G 1.200.000 unit intramuskular setiap 4 minggu tetap menjadi regimen yang direkomendasikan untuk sebagian besar keadaan (Kelas I, LOE A). 1
Pilihan kedua untuk alergi penisilin: Sulfadiazine 0,5 g sekali sehari (berat ≤27 kg) atau 1 g sekali sehari (berat >27 kg) direkomendasikan untuk pasien yang alergi penisilin (Kelas I, LOE B). 1
Pilihan ketiga untuk alergi ganda: Makrolid oral (eritromisin atau klaritromisin) atau azalid (azitromisin) direkomendasikan hanya untuk pasien yang alergi terhadap penisilin DAN sulfadiazine (Kelas I, LOE C). 1
Pertimbangan Penting tentang Eritromisin
Makrolid seperti eritromisin dapat menyebabkan perpanjangan interval QT secara dose-dependent dan tidak boleh dikonsumsi bersamaan dengan inhibitor sitokrom P-450 3A seperti antijamur azol, inhibitor protease HIV, dan beberapa antidepresan selective serotonin reuptake inhibitor. 1
Profilaksis oral bergantung terutama pada kepatuhan pasien, dan risiko kekambuhan lebih tinggi pada pasien yang menerima profilaksis oral dibandingkan dengan mereka yang menerima benzathine penicillin G intramuskular. 1
Pasien memerlukan instruksi yang cermat dan berulang tentang pentingnya melanjutkan profilaksis, karena sebagian besar kegagalan profilaksis terjadi pada pasien yang tidak patuh. 1
Durasi Profilaksis
Untuk pasien dengan penyakit jantung reumatik persisten, profilaksis harus dilanjutkan setidaknya sampai usia 40 tahun dan sering kali seumur hidup, bahkan setelah operasi katup. 1
Untuk pasien tanpa penyakit katup persisten, profilaksis harus dilanjutkan selama 10 tahun atau sampai pasien berusia 21 tahun, mana yang lebih lama (Kelas I, LOE C). 1
Untuk pasien tanpa karditis reumatik, profilaksis harus dilanjutkan sampai pasien mencapai usia 21 tahun atau sampai 5 tahun telah berlalu sejak serangan demam reumatik terakhir, mana yang lebih lama (Kelas I, LOE C). 1
Kesalahan Umum yang Harus Dihindari
Jangan meresepkan eritromisin sebagai pilihan pertama ketika penisilin atau sulfadiazine dapat digunakan - eritromisin hanya untuk pasien dengan alergi ganda. 1
Jangan menggunakan dosis pengobatan faringitis akut (250-500 mg empat kali sehari) untuk profilaksis jangka panjang - dosis profilaksis adalah 250 mg dua kali sehari. 2
Jangan menghentikan profilaksis tanpa mempertimbangkan faktor risiko epidemiologis, usia pasien, waktu sejak serangan terakhir, dan ada tidaknya keterlibatan jantung. 1